Des 052018
 

Jet tempur F-15 buatan AS © Boeing

JakartaGreater.com – Rencana upgrade Jepang pada armada jet tempur F-15 Eagle akan melibatkan dukungan dari pemerintah Amerika Serikat dan Boeing, sebut Kementerian Pertahanan Jepang dalam konfirmasinya.

“Pemerintah AS dan Boeing akan memberikan dukungan untuk upgrade ini melalui proses Penjualan Militer Asing, dan menambahkan bahwa industri pertahanan dan pesawat terbang Jepang juga akan dilibatkan”, menurut Shigeyuki Uno, wakil direktur utama divisi perencanaan dan pemrograman pertahanan di Kementerian Pertahanan Jepang.

Dilansir dari laman Defense News, Kementerian Pertahanan Jepang meminta $ 89 juta untuk modernisasi 2 jet pencegat F-15J/DJ dalam permintaan anggaran terbaru tahun fiskal berikutnya, kemungkinan itu akan dijadikan prototipe untuk program upgrade. Selanjutnya, anggaran sebesar $ 386,7 juta diminta untuk biaya program tersebut.

Modernisasi ini akan mencakup seperti apa yang disebut permintaan anggaran sebagai “peralatan perang elektronik baru dengan kemampuan untuk menanggapi peningkatan kemampuan angkatan udara negara tetangga”. Upgrade juga diperkirakan akan turut meningkatkan kapasitas angkut rudal F-15 Jepang, karena sekaligus mengintegrasikan rudal-rudal jarak jauh termasuk AIM-120 dan AGM-158.

Rudal jelajah jarak jauh AGM-158 JASSM (Joint Air-to-Surface Standoff Missile) © USAF via Wikimedia Commons

Boeing menampilkan model konsep F-15 Advanced Eagle membawa 18 rudal udara-ke-udara di Japan International Aerospace Exhibition di Tokyo bulan lalu, upgrade yang signifikan dari maksimum hanya 8 rudal yang bisa dibawa oleh F-15 dalam konfigurasi pertahanan udara saat ini.

Uno juga menegaskan bahwa radar F-15J akan menjadi bagian dari upgrade, meskipun dokumen permintaan anggaran tidak secara khusus menyebutkan bahwa radar yang ditingkatkan akan menjadi bagian dari program tersebut.

Peningkatan kemampuan angkut rudal udara-ke-udara jarak jauh AIM-120 jet tempur F-15 Jepang © Boeing

Sementara Uno tidak mengatakan demikian, radar terbaru hampir pasti adalah radar AESAS, karena Boeing memiliki jalur yang jelas mengintegrasikan radar tersebut pada F-15, dengan F-15C/D Angkatan Udara AS, F-15SG Angkatan Udara Singapura serta F-15SA Angkatan Udara Arab Saudi menggunakan radar Raytheon AN / APG-63 (V) 3, sementara F-15E Strike Eagles Amerika dipasang dengan radar AN/APG-63 (V) 1 oleh perusahaan yang sama.

Uno menambahkan bahwa F-15J/DJ terbaru Jepang, awalnya dibangun untuk standar Multi-Stage Improvement Program di mana sekitar 88 unit F-15 ini telah ditingkatkan lebih lanjut dalam dekade terakhir untuk menggabungkan upgrade tambahan seperti Link 16 dan akan menjadi yang pertama menerima upgrade ini.

Pedoman program pertahanan jangka menengah Jepang ini, direncanakan akan dirilis pada akhir 2018, diharapkan dapat memberikan rincian lebih lanjut tentang program termasuk jumlah F-15 yang direncanakan Jepang untuk diodernisasi.

Mitsubishi telah membangun 213 unit F-15 dibawah lisensi untuk Jepang antara 1981 dan 1999, di mana sekitar 200 unit diantaranya tetap beroperasi pada tujuh skuadron tempur yang berbasis di seluruh Jepang, dan satu skuadron bertindak sebagai unit agresor yang terdedikasi.

Bagikan:

  13 Responses to “AS Akan Bantu Jepang Tingkatkan Kemampuan Rudal, Pernika F-15”

  1.  

    F-15 sebenernya cukup tangguh.. terutama utk serang darat. Manuvernya jg cukup lincah
    https://militerhebatdunia.blogspot.com/2017/08/f-15-pesawat-tempur-superioritas-udara.html?m=1

  2.  

    Karena Korut dah gak nakal lagi, tinggal ganti Rusia dan China yg jadi sasaran F-15J. Ayo Rusia, kembalikan Kuril dan Sakhalin seperti yg ente lakukan ke Krimea. Kalo China sih, bakalan kalah sama Dai Nippon Teikoku. Tenno Heika BANZAI!!! Tenno Heika BANZAI!!!

  3.  

    Jepang sudah mnjd sekutu amerika, tapi jepang dilarang memiliki rudal balistik, sedangkan korea utara pd saat itu sudah memiliki rudal balistik jarak jauh, bahkan katanya sampai mnjangkau amerika
    😆 😆

  4.  

    Jepang sangat ketergantungan dgn AS!

    •  

      Ya, itu kan bagian dari kerjasama keamanan Jepang-USA. Jepang gak boleh buat senjata nuklir, makanya kalo China atau Rusia mengancam Jepang dg nuklir biar USA yg maju. Lagian gak selamanya bergantung. Jepang dah bisa buat alutsista sendiri termasuk mesin, teknologi dan amunisinya.

 Leave a Reply