Sep 022018
 

Jet tempur Sukhoi Su-35S menembakkan rudal dalam latihan di Ryazan Dubrovichi, Rusia © Eugeny Polivanov via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Menurut media online asal AS, Defense News, yang mengutip sumber dari markas Angkatan Udara (USAF) mengatakan bahwa pilot F-35 mencoba memahami sebanyak mungkin rahasia dari Angkatan Udara Rusia (VKS) di Suriah.

Letnan Jenderal Jeffrey Harrigian, Kepala Markas Komando Angkatan Udara AS, menunjukkan bahwa rencana operasi jet tempur generasi kelima F-35 di Suriah akan mencakup pengintaian. Di Suriah, Rusia mahir dalam serangan udara, terutama menggunakan pesawat tempur generasi keempat Su-35 dan Su-30.

“Keduanya adalah mesin yang layak bersaing dengan F-35. Apakah mereka masih di bawah teknologi siluman F-35 AS? Intelijen Pentagon telah menemukan bahwa kedua jet tempur Rusia tersebut juga mengeksplorasi rahasia jet-jet tempur canggih AS”, kata Letnan Jenderal Harrigian.

Badan intelijen AS juga mengumumkan bahwa Rusia telah sangat berhasil dalam membantu pasukan pemerintah Assad melawan oposisi dan bahwa mereka telah berhasil menyelesaikan inspeksi kualitas dan verifikasi dengan menguji senjata canggihnya.

Jet tempur siluman F-35 (atas) dan F-22 (bawah) © US Air Force via Wikimedia Commons

Pengujian peralatan militer Rusia di Suriah juga merupakan kesempatan untuk mempelajari “rahasia” jet tempur siluman tercanggih F-22 milik USAF saat mereka mendekatinya. Ini adalah kekhawatiran Amerika Serikat karena khawatir bahwa Moskow akan memperoleh keuntungan militer atas Amerika Serikat dari pengalamannya di Timur Tengah tersebut.

Dan cara paling efektif militer AS untuk mengatasi itu semua adalah dengan melakukan hal yang sama. Dengan demikian, orang-orang Amerika telah mengamati, menganalisa dan mengambil kesimpulan tentang tujuan Rusia di Suriah serta perkembangan pesat dari Angkatan Bersenjata Rusia pada umumnya dan Angkatan Udara Rusia pada khususnya.

Di masa depan, hasil tersebut akan memungkinkan AS untuk memodernisasi jet tempur generasi kelima ketika mempertimbangkan fitur-fitur tertentu, terutama dalam non-pertempuran dengan mesin sejenis buatan Rusia.

Menurut Harrigian, F-35 mampu bekerja sebagai pesawat detektif yang baik. Mereka akan secara rahasia dan memungkinkan informasi dari atmosfer untuk di ubah menjadi data-data berharga. Hasilnya akan dikumpulkan menjadi dasar untuk implementasi perbaikan pada perangkat lunak jet tempur siluman F-35 agar memiliki keunggulan penting jika terjadi serangan udara potensial di Suriah.

“Pada awalnya, pesawat-pesawat tempur AS hanya berfokus pada perang melawan Negara Islam yang diproklamirkan ISIS, namun selama 18 bulan terakhir Amerika Serikat memiliki kesempatan untuk melihat bagaimana Rusia mengoperasikan jet tempur multiperan Su-35 dan pembom tempur Su-34”, kata Harrigian.

Dan informasi yang dikumpulkan dari pesawat-pesawat tempur Rusia dan senjata lainnya akan menjadi bagian dari rencana operasi AS di kawasan Timur Tengah.