AS Akan Menguji Rudal Jelajah Yang Dilarang Perjanjian INF

Sistem peluncur vertikal (VLS) multiperan MK-41 meluncurkan rudal jelajah Tomahawk

JakartaGreater.com – Departemen Pertahanan AS mengungkapkan minggu ini bahwa mereka akan mulai merakit rudal jelajah yang diluncurkan dari darat yang sebelumnya dilarang oleh ketentuan-ketentuan yang sekarang ditangguhkan, Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty, seperti dilansir dari laman Sputnik pada hari Selasa.

Juru bicara Pentagon, Letkol Michelle Baldanza dihari Senin mengatakan bahwa mereka “akan memulai kegiatan fabrikasi komponen-komponen untuk mendukung pengujian pengembangan sistem tersebut – kegiatan yang hingga 2 Februari tidak akan konsisten dengan kewajiban kita di bawah perjanjian [INF – red]”.

Langkah untuk memulai kembalinya program itu muncul sebagai akibat pemerintahan Trump mengumumkan pada Februari 2019 bahwa mereka menarik diri dari perjanjian kontrol senjata tahun 1987 serta menuduh Rusia melanggar batas akhir tawar-menawar memenuhi perjanjian itu.

Unit peluncur rudal jelajah berbasis darat (GLCM) BGM-109G Gryphon buatan AS. © U.S. Air Force via Wikimedia Commons

Perjanjian INF, telah melarang kedua negara membangun rudal berbasis darat dengan jangkauan antara 500 – 5.000 km. Moskow telah membantah bahwa mereka pernah melanggar ketentuan perjanjian itu.

“Karena Amerika Serikat telah dengan cermat untuk memenuhi kewajiban dalam Perjanjian INF, program-program ini pun masih dalam tahap awal”, tambah Baldanza, dan menekankan bahwa upaya AS ini “hanyalah rudal konvensional dan bukan nuklir”.

Namun, juru bicara itu lebih lanjut menjelaskan bahwa upaya baru AS dapat dibalikkan, dan akan dihentikan jikalau Rusia kembali “ke kepatuhan penuh dan dapat diverifikasi sebelum kami menarik diri dari perjanjian secara penuh pada Agustus 2019”.

Beberapa hari sebelum pengumuman itu dibuat, seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada Aviation Week bahwa penelitian dan pengembangan konsep-konsep non-nuklir telah dimulai pada akhir 2017, yang menyatakan bahwa pengembangan sebelumnya telah “berhenti dari aktivitas fabrikasi” karena kalau melangkah lebih jauh maka “tidak konsisten” dengan ketentuan INF.

Saat ini, baik pemerintah AS maupun Rusia, sedang menjalani proses mundur dari INF secara total dalam enam bulan kedepan.

Tinggalkan komentar