Des 022018
 

Sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat.

JakartaGreater.com – Sumber pemerintah Turki mengatakan bahwa untuk memblokir rencana pengadaan pertahanan udara S-400 antara Rusia dan Turki, Amerika Serikat telah mengusulkan untuk memenuhi semua kebutuhan Turki dengan pertahanan udara yang ada di Amerika, seperti dilansir dari laman Anadolu Agency.

“Pemerintah AS telah menjelaskan kepada Turki bahwa pembelian S-400 akan memiliki konsekuensi negatif yang tak bisa dihindari untuk hubungan bilateral AS-Turki serta peran Turki dalam NATO. Jika Ankara rela untuk menghentikan kesepakatan itu, Amerika Serikat dapat memenuhi semua kabutuhan Ankara”, tulis Anadolu.

Atas permintaan dari AS itu, Turki tidak hanya membuat terkejut Rusia tetapi Amerika Serikat ketika mereka ingin membeli S-400 dan Patriot. Menurut Ibrahim Kalyn, juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ankara kini serius menilai kemungkinan membeli rudal Patriot jika AS dapat menawarkan harga yang wajar.

“Jika mereka menawarkan harga yang wajar, Turki akan mempertimbangkan dengan serius membeli sistem rudal Patriot AS serta bergabung dengan rantai produksi dan transfer teknologi”, kata juru bicara itu. “Anda tidak akan bisa bergantung hanya pada satu pasokan karena Turki adalah salah satu negara besar”, lanjutnya.

Sistem rudal S-400 Triumf militer Rusia © Alexei Pavilahak via TASS

Kalyn menekankan bahwa keanggotaan Turki dalam Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak akan mempengaruhi pembelian sistem rudal pertahanan udara canggih buatan Rusia.

S-400 Triumf adalah kompleks rudal permukaan-ke-udara mutakhir yang diperoleh oleh Turki untuk tujuan membela wilayah udara negara itu daripada menyerangnya, sehingga tidak dapat menimbulkan ancaman apa pun bagi aliansi NATO.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada konferensi pers setelah pembicaraan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada bulan April lalu bahwa Moskow dan Ankara telah setuju untuk mempersingkat tenggat waktu pengiriman sistem S-400 ke militer Turki dan perjanjian ini dapat diselesaikan segera.

Pada saat yang sama, Kementerian Pertahanan Turki Nurettin Janicli juga menegaskan kembali bahwa deklarasi oleh Turki dan Federasi Rusia untuk pembelian sistem rudal pertahanan udara S-400 tidak akan mempengaruhi pasokan jet tempur F-35 dari AS.

Lusinan jet tempur generasi kelima, F-35 Lightning II © US Air Force

S-400, Patriot dan F-35 di Angkatan Bersenjata Turki tidak akan berada dalam konflik, tetapi mereka dapat menjadi “teman”, membantu militer Turki menjadi lebih kuat. Dan Janicli juga menekankan bahwa semua opsi akan dibahas dan diselesaikan.

Pertama-tama, kedua belah pihak menandatangani perjanjian dagang tentang masalah ini, Turki telah sepenuhnya mematuhi semua kewajibannya. Oleh karena itu, perjanjian pembelian S-400 Triumf bersifat final, tidak akan berubah.

Saat ini, perjanjian tersebut masih dilaksanakan dengan lancar, bahkan sistem S-400 dapat diserahkan kepada Turki lebih awal dari yang direncanakan, sementara rencana untuk membeli F-35, bahkan sistem PAC 3 akan tetap dikerahkan, kata pejabat itu.

Bagikan:

  17 Responses to “AS Akan Penuhi Semua Kebutuhan Turki Kalau Batalkan S-400”

  1.  

    Nah……. 😆

  2.  

    Turki=Indonesia ^_^

  3.  

    kalo indonesia jln aman sj tp pasti spt R-27 dan S-300 ukraina

  4.  

    bukan masalah uang, tapi..usa sngat takut perkara kerahasiaan siluman f35 ketika suatu saat turki berlatih bersama f35 dan s400

  5.  

    Akan penuhi semua kebutuhan nya tapi harus bayar mahal

    😎 kwokwokwok

  6.  

    Dulu2 lg butuh,ko gk ngasih.
    Sekrang baru nawarin,muyengkeun ae,he..

  7.  

    Dulu diacuhkan dan diremehkan bahkan bang Toyib nyaris digulingkan, sesudah berpaling hati baru sibuk membuat segala alasan dan bujukan agar Turkey beli mainan AS.

  8.  

    Indonesia berani batalkan pembelian/kontrak su,35 USA akan berikan semua pesawat f,16 second/upgrade/kanibal/bekas.

  9.  

    Padahal jika memiliki S-400. itu seperti memiliki semua paket pertahanan yang dibutuhkan…
    Makanya USA begitu meradang sama Turki…

 Leave a Reply