Des 262018
 

Tank M1A2 Abrams angkatan darat AS di Irak © US Army via Wikimedia Commons

Anggota Dewan Sementara Anbar, Farhan al-Duleimi, mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa tentara AS mendirikan dua fasilitas militer baru di bagian tak berpenghuni Provinsi Anbar.

Pangkalan pertama didirikan di utara sub-distrik Rumana dari distrik al-Qaim, di sekitar perbatasan Suriah, sekitar 360 kilometer barat ibukota provinsi Ramadi. Basis kedua didirikan di timur kota al-Rutbah, sekitar 310 kilometer barat Ramadi dan kurang dari 100 kilometer dari perbatasan Suriah, kata al-Duleimi dalam sebuah wawancara, menurut PressTV.

Pejabat itu menyarankan bahwa pangkalan Amerika konon dimaksudkan untuk membantu pasukan Irak untuk “mengamankan perbatasan negara dan mencegah infiltrasi oleh kelompok ISIS.”

“Sejumlah tentara AS saat ini ditempatkan di dua pangkalan, bersama dengan drone dan peralatan lainnya,” tambah al-Duleimi, namun tanpa memberikan bukti tambahan.

Baik pemerintah pusat di Baghdad dan Washington belum mengomentari pernyataan al-Duleimi. Jika dikonfirmasi, itu akan membuat jumlah total pangkalan di provinsi Anbar menjadi empat.

Hampir 5.000 tentara Amerika tetap berada di Irak sejak 2014, ketika Washington mengumumkan awal operasi anti-terornya di negara Arab dengan tujuan mengalahkan kelompok teroris Daesh, yang telah berhasil menyerbu sekitar dua pertiga wilayah Irak, terutama di utara dan barat negara itu, pada bulan Juni tahun itu.

Pada tahun 2017, Baghdad menyatakan bahwa kehadiran ISIS di Irak telah berakhir setelah konflik tiga tahun yang berakhir dengan jatuhnya kota Mosul yang dikuasai teroris. Kelompok teror kehilangan semua benteng kota di Irak, tetapi sisa-sisa terus meluncurkan serangan teror sporadis. Irak juga dilaporkan akan melanjutkan operasi penanggulangan teror terhadap ISIS “sel-sel yang tidur”, yang tetap aktif di bagian-bagian tertentu negara itu.

Sumber: Sputnik News

  One Response to “AS Bangun Dua Pangkalan Militer Baru di Irak”

  1.  

    yang memulai perang tapi ujung ujungnya minta ganti rugi kepada tuan rumah tapi tidak mau bertanggung jawab jika terjadi kerusakan yang besar

    itulah amrik