AS Beli Teknologi Radar AESA X-Band dari Saab

45
Prototipe Gripen NG ยฉ Saab.com

JakartaGreater.com – Saab telah menerima pesanan dari Pemerintah Amerika Serikat untuk teknologi radar Active Electronically Scan Array (AESA) X-Band, yang memiliki basis dalam aplikasi pesawat tempur.

โ€œPesanan ini adalah bukti lain dari perkembangan mutakhir litbang radar AESA berbasis gallium nitride (GaN) oleh Saab dan semakin memperkuat tawaran radar serta sensor canggih kamiโ€, kata Anders Carp, kepala bidang Pengawasan area bisnis Saab.

Pada bulan Oktober 2015 Saab mengungkapkan radar AESA tanpa nama baru yang ditujukan untuk pesawat tempur, memanfaatkan bagian belakang kode PS-05/A.

Saab adalah pemimpin dunia dalam teknologi radar dan sensor. Dengan radar pesawat tempur PS-05/A yang dioperasikan pada jet tempur Gripen sejak 1992, Saab memiliki pengalaman kuat mengembangkan radar untuk pesawat tempur dan aplikasi X-band lainnya. Gripen beroperasi di Swedia, Afrika Selatan, Hongaria, Republik Ceko, serta Thailand.

Sebelumnya, Saab pernah membuka kemungkinan mentransfer teknologi radar AESA canggihnya untuk proyek KF-X/IF-X, sebuah program pengembangan pesawat tempur pribumi oleh Seoul-Jakarta.

Tawaran tersebut diberikan karena Saab berusaha meyakinkan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan atau DAPA, agar bisa memutuskan membuka tawaran kompetitif program akuisisi pesawat anti-kapal selam (ASW) senilai $ 1,8 miliar yang sebelumnya bermaksud untuk memilih Boeing P-8A Poseidon yang ditawarkan AS.

Namun sayang, Korea Selatan tetap teguh memilih Boeing P-8A Poseidon buatan AS.

16 KOMENTAR

      • Menurut prediksi, dalam perang dunia ketiga nanti kalah menang dipengaruhi besarnya rasa keimanan atau penentangan terhadap Allah swt. Semakin besar dan kuat keimanan dan ketaqwaannya, semakin besar kemenangan yang didapat. Semakin besar kekufuran dan penentangannya terhadap Allah swt, semakin besar kekalahan yang didapat. PD iii selesai nanti akan terjadi pemeringkatan kemenangan dan kekalahan tergangung dari besarnya keimanan dan kekufuran.

      • masalahnya… USA sering menghianati para sekutunya….. alias sering mau menang sendiri. Apa karena USA merasa sebagai negara paling unggul pemenang perang.

        sehebat hebatnya USA tak akan berlaku selamanya, sebab kehebatan USA hanya dilakukan oleh segelintir masyarakatnya, untuk sekelompok elite(politik, ekonomi, sosbud)/minoritas, dari sebagian kecil rakyatnya pula.

        Sedangkan ada sebuah dunia di luar USA yang masih mampu mengeksploitir kekuatan mayoritas rakyatnya untuk kemajuan dalam berbagai bidang, sehingga sampai saat ini USA telah tertinggal dalam banyak hasil teknologi nya…. terutama teknologi militer.

        Aku tak akan bisa membayangkan bagaimana keadaan USA masa depan dan juga para sekutunya dalam masa 20 30 tahun lagi dalam percaturan global nantinya. Kecuali di USA serta sekutunya mau melakukan perubahan secara revolusioner dari cara pandang cara berpikir dan bertindak…. dan hal itu pasti tidak akan mudah, karena akan berdarah darah.

        • mengkhianati gimana wong lebih dari 85 persen anggaran Nato ditanggung ekonomi Amerika,

          As masih punya supremasi teknologi militer baik dari kualitas maupun kuantitas terutama di industri penerbangan

          Imperium bangkit dan jatuh sudah perputaran dunia
          klo cuma membayangkan semua orang juga bisa tapi kalo berotak dan berakal dilanjutkan dgn analisis teoritis dan empiris serta berbagi pendapat argumentasi bukannya menerima suatu informasi langsung divalidasi sebgai suatu kebenaran akhir yg malah tanpa sengaja jadi propagandis pasif