Nov 022018
 

Prototipe Gripen NG © Saab.com

JakartaGreater.com – Saab telah menerima pesanan dari Pemerintah Amerika Serikat untuk teknologi radar Active Electronically Scan Array (AESA) X-Band, yang memiliki basis dalam aplikasi pesawat tempur.

“Pesanan ini adalah bukti lain dari perkembangan mutakhir litbang radar AESA berbasis gallium nitride (GaN) oleh Saab dan semakin memperkuat tawaran radar serta sensor canggih kami”, kata Anders Carp, kepala bidang Pengawasan area bisnis Saab.

Pada bulan Oktober 2015 Saab mengungkapkan radar AESA tanpa nama baru yang ditujukan untuk pesawat tempur, memanfaatkan bagian belakang kode PS-05/A.

Saab adalah pemimpin dunia dalam teknologi radar dan sensor. Dengan radar pesawat tempur PS-05/A yang dioperasikan pada jet tempur Gripen sejak 1992, Saab memiliki pengalaman kuat mengembangkan radar untuk pesawat tempur dan aplikasi X-band lainnya. Gripen beroperasi di Swedia, Afrika Selatan, Hongaria, Republik Ceko, serta Thailand.

Sebelumnya, Saab pernah membuka kemungkinan mentransfer teknologi radar AESA canggihnya untuk proyek KF-X/IF-X, sebuah program pengembangan pesawat tempur pribumi oleh Seoul-Jakarta.

Tawaran tersebut diberikan karena Saab berusaha meyakinkan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan atau DAPA, agar bisa memutuskan membuka tawaran kompetitif program akuisisi pesawat anti-kapal selam (ASW) senilai $ 1,8 miliar yang sebelumnya bermaksud untuk memilih Boeing P-8A Poseidon yang ditawarkan AS.

Namun sayang, Korea Selatan tetap teguh memilih Boeing P-8A Poseidon buatan AS.