AS Bergerak Cepat dengan Senjata Hipersonik Seperti Cina dan Rusia

File:X-51A Waverider.jpg From Wikimedia Commons, the free media repository.

Colorado, AS, Jakartagreater.com  –  Pekan lalu, Kepala Ruang Angkasa dan Komando Rudal Letnan Jenderal James Dickinson mengatakan dalam kesaksian kongres bahwa Angkatan Bersenjata AS sedang merencanakan 5 program uji pada sistem senjata Hipersonik di Kepulauan Marshall di tengah Samudera Pasifik tengah, dirilis Sputniknews.com pada Selasa 9-4-2019.

Amerika Serikat bergerak cepat untuk mengembangkan senjata Hipersonik seperti yang dilakukan Rusia dan China, Komandan Komando Strategi AS Jenderal John Hyten mengatakan kepada wartawan di sela-sela forum ruang angkasa di Colorado pada hari Selasa9-4-2019.

“Rusia dan China bergerak sangat cepat dalam Hypersonics sekarang, kami akan bergerak cepat untuk memastikan kami bisa melakukan itu,” kata Jenderal John Hyten. Pejabat itu juga mencatat bahwa AS tidak berniat untuk menggunakan senjata Hipersonik dalam pasukan pencegahan nuklirnya.

“Rusia dan Cina berbicara tentang Hipersonik sebagai bagian dari kekuatan penangkal strategis masa depan mereka, yang berarti kemampuan Hipersonik nuklir,” kata Jenderal John Hyten. “Kami tidak punya rencana untuk menggunakan Hipersonik dalam pasukan penangkal nuklir kami.”

Jenderal John Hyten  itu menyatakan harapan bahwa AS dan Rusia akan bersama dalam Perjanjian MULAI Baru. “Saya ingin bahwa negara (Amerika Serikat) berada dalam perjanjian START Baru  dengan musuh kita, Rusia khususnya,” kata Hyten tentang perjanjian 2010 yang berakhir pada tahun 2021.

Presiden Rusia Vladimir Putin mempresentasikan Rudal Hipersonik 3M22 Zircon (nama pelaporan NATO: SS-N-33), mengungkapkan bahwa ia dapat mencapai kecepatan menakjubkan 9 Mach dan menyerang target baik di laut maupun di darat dengan jarak hingga 1.000 kilometer.

Tinggalkan komentar