Jun 112017
 

Sebuah pesawat pengintai Orion P3 Amerika Serikat terbang di atas Kota Marawi saat helikopter dan pembom Angkatan Udara Filipina melanjutkan serangan udara pada hari Jumat (9/6/2017). Pesawat mata-mata Amerika Serikat tersebut dilaporkan memberikan pengawasan kepada tentara Filipina yang membubarkan teroris ISIS dari kota yang didominasi Muslim tersebut. (AP)

Amerika Serikat telah mengirimkan pasukan khusus dalam pertempuran untuk menghancurkan militan yang berafiliasi dengan ISIS di Kota Marawi, Filipina selatan.

Militer Filipina menjelaskan bahwa Amerika Serikat memberikan bantuan teknis untuk mengakhiri pengepungan Kota Marawi oleh pejuang yang bersekutu dengan Negara Islam Irak dan Suriah, yang sekarang berada pada minggu ketiga.

“Mereka tidak berperang, mereka hanya memberikan dukungan teknis,” kata juru bicara militer Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera dalam sebuah konferensi pers di Kota Marawi, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Kedutaan besar Amerika Serikat mengkonfirmasikan bahwa pihaknya telah menawarkan dukungan terhadap permintaan pemerintah Filipina, namun tidak memberikan rincian apa pun.

Sebuah pesawat pengintai Orion P3 Amerika Serikat terlihat terbang di atas kota pada hari Jumat, kata media.

Kerja sama antara sekutu lama adalah penting karena Presiden Rodrigo Duterte, yang berkuasa setahun yang lalu, telah mengambil sikap bermusuhan terhadap Washington dan telah bersumpah untuk mengeluarkan pelatih militer Amerika Serikat dan penasihatnya dari negaranya.

Perebutan Kota Marawi pada 23 Mei telah mengkhawatirkan negara-negara Asia Tenggara, bahwa ISIS menghadapi kemunduran di Suriah dan Irak—membangun sebuah benteng di pulau Mindanao Filipina yang dapat mengancam seluruh wilayah.

Sekitar 40 orang asing telah bertempur bersama militan Filipina di Kota Marawi, kebanyakan dari Indonesia dan Malaysia, meskipun beberapa berasal dari Timur Tengah.

Militer Filipina mengalami kerugian terbesar dalam satu hari pada hari Jumat sejak 10 tentara tewas dalam insiden pada 1 Juni. Herrera mengatakan bahwa 13 marinir yang melakukan operasi pembersihan meninggal setelah baku tembak “rumah-ke-rumah” yang intens ketika mereka diserang dengan roket peluncur granat.

Pertempuran tersebut menyebabkan 58 pasukan keamanan terbunuh, dengan 20 warga sipil dan lebih dari seratus pejuang pemberontak juga tewas dalam pertempuran Marawi, demikian Reuters melaporkan.

Sumber: Antara

  13 Responses to “AS Beri Dukungan bagi Militer Filipina di Marawi”

  1. 1

  2. :pertamax

  3. :toast

  4. mmm akhirnya US juga yg bantu,, bukan rusia..

  5. Masih ada yg percaya kata Duterte : Go to hell usa!!??
    Menurut saya itu totality bullshit, filipina hanya memanfaatkan proyek mega besar OBOR yg dananya sangat besar dan bisa dimanfaatkan, karna memang titik fokus program tsb untuk pembangunan Asia Tenggara (termasuk juga kepentingan China).

  6. Sok sokan mau bantu filipina, padahal mah ikut operasi buat intelijen bisa ngebocorin strategi tentara filipina ke pemberontak sama isis, sekalian ngasih logistik buat pemberontak sama isis. supaya perang berlarut larut, terus ekonomi defisit, terus dateng imf sok jadi dewa penyelamat ekonomi filipina, entar ekonomi didikte terus amerika bisa bangun pangkalan lagi buat neken indonesia, kenapa gak dari dulu bantu pas masih di filipina. preeeet udah kebaca maksudnya. Kenapa mendadak jadi banyak teroris pas joko widodo ngusik freeport indonesia? Dikira saya sebagai seorang warga biasa gak tau! Dasar musang

  7. Komentar saya sengaja diilangin

  8. Padahal udah nulis panjang panjang

  9. Saya tulis ulang deh

  10. Sok sok an ngasih dukungan, padahal ikut operasi buat bocoran strategi filipina

  11. Ntar strategi filipina dibocorkan ke isis sama pemberontak sekaligus ngasih logistik buat pemberontak sama isis.

  12. Ngasih bocoran strategi sekaligus logistik buat pemberontak sama isis

 Leave a Reply