Sep 272017
 

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin. (Photo Department of Labor / Shawn T Moore)

Washington – Kementerian Keuangan AS memberikan sanksi terhadap 8 bank dan 26 individu yang berhubungan dengan jaringan keuangan Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara), 26-9-2017 dalam menanggapi pengembangan senjata pemusnah massal yang sedang berlangsung di negara tersebut.

Individu-individu yang dikenai sanksi adalah warga negara Korea Utara yang beroperasi di beberapa negara asing, yang bertindak sebagai perwakilan dari bank-bank Korea Utara, ujar sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kementerian keuangan. Akibat tindakan tersebut, setiap properti atau kepentingan orang yang ditunjuk di Amerika Serikat akan diblokir.

“Kami menargetkan bank-bank dan fasilitator-fasilitator keuangan Korea Utara yang bertindak sebagai perwakilan bank-bank Korea Utara di seluruh dunia,” ujar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

“Ini tindak lanjut dari strategi kami untuk mengisolasi Korea Utara secara menyeluruh dalam usaha mencapai tujuan kami yang lebih luas, Semenanjung Korea yang damai dan bebas nuklir. Tindakan ini juga konsisten dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB,” Steven Mnuchin menambahkan.

Kementerian keuangan mengatakan sanksi itu diambil untuk melengkapi resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi pada 11 September 2017. Resolusi tersebut memberlakukan sanksi baru terhadap Korea Utara atas uji coba nuklirnya pada 3 September 2017, yang menargetkan impor minyak dan ekspor tekstil.

Sanksi diberlakukan sewaktu pimpinan Korea Utara dan AS meningkatkan perang kata-kata mereka. Presiden Amerika Serikat  Donald Trump men-tweet selama akhir pekan bahwa pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un “tidak akan lebih lama lagi,” yang ditafsirkan oleh Pyongyang sebagai sebuah deklarasi perang.

Gedung Putih selanjutnya mengklarifikasi bahwa Amerika Serikat tidak berniat memasuki konflik bersenjata di semenanjung tersebut. Perselisihan antara Amerika Serikat dan Korea Utara dimulai lebih awal di Majelis Umum PBB.

Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak mempunyai pilihan lain kecuali “menghancurkan secara total” Korea Utara, kecuali Pyongyang menahan diri dari uji coba nuklir dan peluncuran Rudalnya.

Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho menanggapinya dengan menyebut Donald Trump “gila secara mental.” Korea Utara melaksanakan uji coba Rudal balistik jarak menengah lagi pada 15 September 2017, hanya beberapa hari sesudah dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi baru ke negara tersebut atas uji coba nuklirnya pada 3 September 2017. (Antara/Xinhua).

  9 Responses to “AS Beri Sanksi 8 Bank Terkait Korea Utara”

  1.  

    Loo….. kenapa cuma amirikiya yg ngebet banget kasih sanksi sama Korut, pasti ada yg ga beres nih…..

    Kalo emang berani, langsung gaplok aja tu Korut bang…… aja kesuwen….

  2.  

    Amerika takut-takut. Hanya Malaysia yang berani menghentikan Korut.

  3.  

    Ya harus adil lah amerika ….kalo korut gk boleh punya senjata nuklir ya semua negara di dunia ini gk boleh punya senjata nuklir termasuk amerika yg suka meyangsi negara yg berlawanan ato tidak sependapat dengan amerika.

    Andai kata korut gk punya senjata nuklir pasti sudah di bumi hangus kan sama amerika.

  4.  

    Sue nulis pxL malah komen saya terhempas ke mana arah nya gk tau

  5.  

    AS bs dgn mudahnya memberi sangsi, nah giliran dia yg melanggar HAM dan bla3 gak ada yg berani memberi sansi sekelas PBB aja ciut!

    •  

      sekelas PBB aja ciut?
      justru ini untuk mematuhi resolusi dewan keamanan PBB yg diadopsi pada 11 september 2017.
      rusia dan cina jg mendukung sanksi itu, tp ntah knapa mereka blm berbuat apa apa.
      baca dl baru komen ya…

  6.  

    Tau nie, jkgr kok jadi horor gini, komen dimana muncul nya dimana…aneh…ada bau2 mistis nya nie kyk nya..xixixi