Apr 082017
 

Serangan Rudal Tomahawk AS ke Shayrat Airfield, Suriah (Pentagon / Joshua Hoyos @JoshuaHoyos)

Florida/Moskow – Amerika Serikat 7/4/2017 menembakkan puluhan peluru kendali jelajah ke arah pangkalan udara Suriah, yang diduga merupakan lokasi peluncuran serangan senjata kimia mematikan.

Serangan ini memperlihatkan peningkatan peran militer AS di Suriah yang berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Rusia.

Hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perintah serangan, juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan aksi serangan itu telah menghancurkan hubungan antara Washington dan Moskow.

Dua kapal perang AS menembakkan 59 rudal jelajah dari kawasan timur laut Mediterania ke arah pangkalan udara Suriah yang dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan Presiden Bashar al-Assad, untuk menanggapi serangan gas beracun di daerah yang dikuasai pemberontak pada Selasa lalu, kata para pejabat AS.

Putin, sekutu setia Presiden Bashar, menganggap tindakan AS ini sebagai “agresi terhadap bangsa yang berdaulat” dengan “dalih yang dibuat-buat” dan upaya sinis untuk mengalihkan perhatian dunia dari kasus kematian warga sipil di Irak, kata juru bicaranya, Dmitry Peskov.

Itu keputusan AS terberat dalam perang saudara Suriah yang telah berlangsung selama enam tahun, dan Trump kini menghadapi krisis kebijakan luar negeri terbesar sejak dia dilantik menjadi Presiden pada 20 Januari lalu. Situasi ini dapat meningkatkan risiko konfrontasi dengan Rusia dan Iran, dua negara pendukung utama militer Assad.

Para pejabat AS mengatakan mereka telah memberitahu pasukan Rusia sebelum melancarkan serangan rudal, dan mereka telah memperkirakan sebelumnya untuk menghindari serangan itu menghantam pasukan Rusia yang sedang berada di pangkalan. Dan tidak ada serangan yang menghantam bagian pangkalan yang sedang ditempati oleh pasukan Rusia.

Namun mereka mengatakan Amerika Serikat tak meminta persetujuan Rusia untuk melancarkan serangan itu.

“Usaha bertahun-tahun sebelumnya untuk mengubah perilaku Bashar, semuanya gagal dan gagal secara dramatis,” ujar Trump sambil mengumumkan perintah serangan, dari resort Florida nya, Mar-a-Lago, di mana ia bertemu Presiden China Xi Jinping disana.

Trump memerintahkan serangan sehari setelah ia menuduh Assad bersalah dan bertanggung jawab atas serangan kimia minggu ini, yang menewaskan sedikitnya 70 orang, banyak dari mereka merupakan anak-anak, di kota Suriah Khan Sheikhoun. Namun pemerintah Suriah membantah menjadi dalang dalam serangan itu.

Rudal Tomahawk diluncurkan dari USS Porter dan USS Ross sekitar pukul 07.40 WIB, pada Jumat, menargetkan beberapa sasaran – termasuk landasan pesawat dan stasiun bahan bakar di pangkalan udara Shayrat, yang menurut Pentagon tempat itu digunakan untuk menyimpan senjata kimia.

Serangan itu adalah “tunggal,” kata seorang pejabat pertahanan AS, yang diharapkan tidak akan terjadi rencana untuk melakukan serangan lanjutan.

Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson mengatakan bahwa dengan adanya serangan itu, bukan berarti secara luas kebijakan AS di Suriah telah berubah.

“Ini jelas menunjukkan sikap presiden yang bersedia untuk mengambil tindakan tegas,”katanya kepada wartawan.

Serangan yang dilancarkan AS itu memacu tekanan pada keuangan pasar global, menjadikan nilai imbal hasil sekuritas AS Treasury turun ke level terendah mereka sejak November lalu. Saham-saham di Asia dan AS turut melemah.

Indeks ekuitas berjangka turun, menandakan Wall Street akan dibuka di level lebih rendah pada Jumat. Harga minyak dan emas keduanya naik, dan Dolar melemah terhadap yen Jepang.

Sesuatu Harus Terjadi Pada Bashar

Seahri sebelumnya, dalam penerbangan dengan Air Force, Donald Trump mengatakan 6/4/2017 bahwa “sesuatu harus terjadi” pada Presiden Suriah, Bashar al Assad setelah serangan gas beracun di Suriah.

Menghadapi krisis wilayah asing terbesar sejak menjabat pada Januari, Trump diharapkan dapat mengambil sikap yang lebih keras terhadap Bashar, sekutu Iran dan Rusia, yang telah terlibat dalam perang saudara itu.

“Saya pikir apa yang Bashar Assad lakukan itu mengerikan,” ujar Trump kepada wartawan yang ikut bepergian dengannya dengan pesawat Air Force One menuju Florida.

“Menurut saya, apa yang terjadi di Suriah adalah aib bagi kemanusiaan dan dia terlibat di sana. Saya kira dia sedang menjalankan sesuatu, jadi sesuatu harus terjadi,” tambah Trump menutup pembicaraan dengan mengatakan bahwa Presiden Suriah harus mundur dari jabatannya.

Serangan gas beracun pada Selasa di kota Khan Sheikhoun, Suriah, wilayah yang dikuasai oleh kelompok pemberontak, menewaskan sedikitnya 70 orang, dan banyak dari mereka merupakan anak-anak.

AS telah menuduh pemerintah Suriah bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun pemerintah Suriah membantahnya.

Hingga kini, Trump masih fokus pada kebijakan ekslusif Suriah untuk menyingkirkan petempur IS di wilayah utara Suriah, di mana pasukan khusus AS mendukung kelompok-kelompok bersenjata Arab dan Kurdi disana.

Pekan lalu, Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan bahwa saat ini kebijakan diplomatik AS di Suriah tidak lagi berfokus pada upaya mendesak Bashar untuk mundur dari jabatannya, yang mana itu merupakan fokus utama AS saat Presiden Barrack Obama berkuasa.

Namun Trump mengatakan pada Rabu, bahwa serangan gas di provinsi Idlib, Suriah telah membuat marah masyarakat di seluruh dunia, hal ini telah menyebabkan dia berpikir kembali tentang Presiden Suriah itu.

Antara

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  18 Responses to “AS Beritahu Rusia Sebelum Serangan Rudal Tomahawk”

  1. Yaa..pejabat AS yg terlibat dalam penyerangan ini sebaiknya diadili di Pengadilan International penjahat perang.

  2. perang j sekalian

  3. Amerika negara standar ganda

  4. gak seru ah, gak ada serangan balasan

  5. Negara bermuka 1000, hanya dia yg boleh mengatur Dunia sudah merasa menjadi tuhan dia!

  6. Kedua kapal AS yg lepaskan rudal sdg dikejar kapal perang Rusia…berhenti bro.

  7. Yup, setelah ngerudal malon dan mengambil kembali sipadan linggitan, kemudian kita dihajar org sekampung.

  8. Amerika sebelumnya memberikan pemberitahuan kpd rusia bahwa akan melakukan serangan ke suriah,namun pihak rusia sepertinya tdk memberitahu ke suriah dan hanya menyelamatkan personelnya sendiri……seharusnya dg aliansi yang ada rusia bisa mencegah/meminimalisir dampak serangan tomahawk amerika ke pangkalan udara suriah baik dg pengaktifan rudal sam nya.

  9. Sumber dari Rusia menyatakan bahwa mereka menerima informasi penyerangan yang akan dilakukan amerika tetapi amerika tidak menyebutkan secara rinci posisi yang akan diserang sehingga tentara Rusia membagi kekuatan pertahanan (yang terutama didominasi kekuatan tentara Suriah) dalam beberapa titik. Penyebaran ini cukup efektif untuk mendeteksi, mengantisipasi dan mengevakuasi kemungkinan terjadinya serangan di salah satu titik atau beberapa titik tetapi menjadi sangat lemah saat diupayakan untuk mempertahankan titik-titik yang tersebar tersebut terutama dari serangan udara/missile.
    Gambarannya mungkin seperti sekelompok tentara penjaga yang bergerombol disatu titik pertahanan terpaksa menyebar.dengan lebih dulu membagi amunisi diantara mereka, jelas titak cukup untuk mempertahankan sebaran posisi-posisi baru mereka dari serangan. tapi apa yang bisa dilakukan jika jarak waktu (delay) antara waktu saat informasi diterima dengan saat penyerangan sangat singkat?

  10. Bakal rame…. War3 rusia dan sekutunya vs amirika dan sekutunya……

  11. ASU RUSSU TAEEE…
    moga cepet ancur negara2 yg bikin kerusakan di bumi…

  12. Haha alasannya membunuh 70 warga sipil… Lah israel berapa 100 warga sipil yg di bunuh tidak di adili (sekutu)

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)