AS Blokir Deal Rafale Prancis-Mesir, Khawatir Penyebaran Teknologi Rudal

Jet tempur Rafale EM Angkatan Udara Mesir. © Ahmed XIV via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Negosiasi penjualan sejumlah jet tempur Rafale tambahan antara Prancis dan Mesir terhambat oleh Amerika Serikat. Washington dengan tegas menolak untuk mengekspor komponen rudal jelajah Scalp yang ingin diperoleh Kairo.

Ini terjebak serius dalam negosiasi antara Paris dan Kairo untuk menjual pesawat Rafale tambahan (12 unit) ke Angkatan Udara Mesir, menurut sumber-sumber terpercaya.

Seperti dilansir dari laman La Tribune, saat ini bukan masalah pendanaan seperti dulu. Menurut sumber tersebut, Prancis saat ini tidak dapat memberikan rudal jelajah Scalp yang diproduksi oleh MBDA kepada Mesir karena komponen yang berasal dari AS.

Paris sebelumnya telah memberikan lampu hijau untuk mengekspor rudal Scalp setelah sebelumnya lolos melewati komisi interministerial untuk mempelajari ekspor material perang (CIEEMG), namun Amerika Serikat memblokir penjualan tersebut.

Washington mengikuti International Traffic in Arms Regulation (ITAR). Perang yang baik untuk orang Amerika. Tetapi situasi ini sangat mengganggu orang-orang Mesir, yang benar-benar menginginkan rudal Scalp dan Dassault Aviation tidak ingin melewatkan penjualan Rafale baru tersebut.

Menuju kesepakatan Franco-Amerika yang baru?

Jika pasokan Rafale tidak dalam bahaya, seperti yang dijelaskan ke Tribune, operasi ini jelas diperlambat meskipun sering terjadi antara Paris dan Kairo dari negosiator Mesir dan Prancis dalam minggu-minggu terakhir.

Semua tekanan ada pada MBDA, yang berada ditangan otoritas Mesir, karena sangat menentang rudal tersebut. Begitu banyak sehingga Kairo menginginkan Scalp gratis. Apa yang sebenarnya MBDA tolak. Namun, pada akhir 2017, segala sesuatu kelihatan akan ditandatangani antara Kairo dan Dassault Aviation pada awal tahun ini pada saat kunjungan Emmanuel Macron. Namun tidak terjawab.

Rudal jelajah Storm Shadow yang juga dikenal sebagai SCALP EG buatan MBDA. © David Monniaux via Wikimedia Commons

Entah MBDA mengubah komponen ini, atau Prancis dan Amerika Serikat menemukan kesepakatan pada level yang sangat tinggi. Atas undangan Donald Trump, Emmanuel Macron juga akan mengunjungi Amerika Serikat pada tanggal 23 dan 24 April.

Harus diingat bahwa kunjungan Francois Hollande ke AS pada Februari 2014 lalu telah menyelesaikan penjualan dua satelit mata-mata pada Uni Emirat Arab (UEA). Amerika Serikat kemudian menolak untuk mengekspor beberapa komponen “buatan AS” yang dibutuhkan untuk memproduksi kedua satelit ini.

Tinggalkan komentar