Sep 022018
 

Konsep rudal jelajah Tomahawk diluncurkan dari kapal selam kelas Ohio © US Navy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Media AS mengatakan bahwa untuk membuat pertahanan udara Suriah lumpuh, Amerika Serikat membutuhkan sekitar 240 rudal jelajah Tomahawk. Namun, jumlah rudal yang dibawa ke Suriah harus lebih dari itu, menurut Wall Street Journal.

Bao Dat Viet yang mengutip informasi dari Wall Street Journal yang bersumber dari militer AS mengatakan bahwa Angkatan Laut AS telah menempatkan dua kapal perusak dekat Suriah. Dan diperkirakan kapal perang tersebut bisa meluncurkan rudal jelajah Tomahawk guna menyerang Damaskus.

Para analis militer AS memperkirakan bahwa serangan ini akan jauh lebih besar dari serangan udara bulan April 2018, ketika AS meluncurkan sejumlah besar rudal Tomahawk pada sejumlah target militer. Sebagai tanggapan atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah di provinsi Idlib.

Salah satu tujuan utama dari serangan AS adalah menghancurkan sepenuhnya Angkatan Udara Suriah. Jet-jet tempur Suriah dianggap sebagai kendaraan utama bagi negara untuk melakukan serangan kimia.

Kapal perusak USS Laboon (DDG 58) meluncurkan rudal jelajah Tomahawk. © US Navy via Wikimedia Commons

Dalam serangan ke Suriah pada awal 2018, Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan sebanyak 20 pesawat tempur, yang setara dengan 20% dari Angkatan Udara Damaskus, serta memporak-porandakan pangkalan udaranya. Jadi, untuk bisa sepenuhnya menumpas Angkatan Udara Suriah, MacAskill mengatakan bahwa Amerika Serikat harus menggunakan hampir 240 rudal Tomahawk untuk serangan berikutnya.

“Secara teori, sekitar 60 rudal yang ditembak ke Bandara Al-Shayrat menghancurkan 20% dari pesawat Suriah, maka serangan udara kali ini seharusnya empat kali lebih besar untuk dapat menghancurkan 80% sisa armada Angkatan Udara Suriah”, kata analis Pertahanan Jeremy Binnie.

Dan untuk meluncurkan sebanyak 240 rudal jelajah Tomahawk dalam satu serangan, Amerika Serikat akan mengerahkan setidaknya 4 unit kapal destroyer kelas Arleigh Burke di Mediterania. Masing-masing kapal perusak dilengkapi antara 90 – 96 tabung peluncur vertikal, yang sekitar 60 diantaranya berisikan rudal jelajah Tomahawk dan sisanya digunakan menyimpan rudal anti-pesawat untuk sistem Aegis.

“Angkatan Laut AS mampu menggunakan beberapa rudal dalam salvo serangan udara tahun lalu, jika mereka mengerahkan cukup banyak kapal perusak dan kapal selam untuk menyerang dari Mediterania timur” tambahnya.

Kapal perusak USS Arleigh Burke (DDG-51) meluncurkan rudal jelajah RGM-109 Tomahawk © US Navy via Wikimedia Commons

Tujuan dari serangan menggunakan rudal jelajah presisi adalah untuk memusnahkan pesawat yang sedang diperbaiki dan sejumlah peralatan militer, bukannya menargetkan bangunan atau struktur di bandara. Tetapi ahli memperingatkan bahwa AS harus mempertimbangkan kapasitas jaringan pertahanan udara Suriah.

“Akan sangat memalukan bagi AS jika mengumumkan penghapusan lengkap dari Angkatan Udara Suriah, namun kemudian ternyata masih ada banyak lagi pesawat tempur yang tersisa”, lanjutnya.

Biaya serangan udara semacam itu juga sangat mahal. Washington setidaknya akan membuang setidaknya US $ 450 juta untuk 240 rudal Tomahawk, belum lagi anggaran untuk menyebarkan dan mengamankan dukungan logistik untuk fregat, serta sistem pengintai di medan perang.

Sementara Reuven Ben-Shalom, analis asal Israel mengatakan bahwa serangan udara Suriah ini tidak terlalu besar bagi AS. Perbedaan kekuatan kedua negara terlalu besar, karena Damaskus hanya memiliki 15.000 pasukan, dibandingkan 316.000 personel militer AS.

Jumlah peralatan militer dan tingkat kecanggihan Angkatan Udara Amerika Serikat juga jauh dari musuh. Tapi satu masalah penting adalah bahwa Suriah mendapatkan dukungan Rusia.

“Hambatan terbesar adalah pertahanan udara dan unit-unit yang dikerahkan Rusia di Suriah”, kata Ben-Shalom memperingatkan, “Dan mereka dapat mengirim data di tempat kejadian dan memandu rudal Suriah, belum lagi risiko memicu Perang Dunia III, jika pangkalan militer Rusia terkena rudal AS”.

Meski mengetahui lokasi pasukan Rusia, AS masih menghadapi skenario jatuhnya korban, kata Ben-Shalom. Pertahanan non-modern Suriah hanya terdiri dari rudal jarak menengah Buk-M2E dan rudal/artileri pertahanan udara jarak pendek Pantsir-S1.

Namun mampu menembak jatuh jet tempur modern F-16i Israel, serta mencegat hingga 70% rudal yang diluncurkan Tel Aviv sebagai pembalasan. Suriah juga diduga mencegat 5 dari 8 rudal yang ditembakkan untuk meghantam bandara militer T-4 di Homs awal tahun ini.

Jika semua teori itu benar, maka 240 rudal Tomahawk akan cukup untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara Suriah. Namun, faktanya sampai sekarang, Amerika Serikat telah mengirim hampir sebanyak 380 rudal Tomahawk mendekat ke Suriah dan berarti bahwa militer AS akan butuh lebih banyak rudal Tomawahk dari yang telah diperkirakan oleh para pakar.

  15 Responses to “AS Butuh 240 Tomahawk Netralisir Pertahanan Suriah”

  1.  

    awas..siap siap malu lagi…wong beraninya kok sama negara lemah dan kacau..xixixii

  2.  

    Kalo serangan rudal tomahawk yg lalu, keberhasilannya hanya 30%. Saat ini kemampuan arhanud suriah telah lebih ditingkatkan lg. Artinya kemungkinan berhasil maksimal 10% itu sama dng 240 rudal tomahawk. Berati yg dibutuhkan 2400 rudal tomahawk. Utk menyelesaikankan tugas itu…..hehehe

    •  

      Ya, Ane setuju. Perkembangan hanud Rusia sangat signifikan melindungi Suriah dan bantuan upgrade dari Rusia betul2 ada wujudnya. Kalo Rusia ngga segera bantu, kalo USA langsung nyerang seperti Libya dulu pasti udah kelar dari kemarin itu perang. Kalo untuk meluncurkan 240 Tomahawk aja butuh US$ 450 juta berarti kalo butuh 2400 Tomahawk berarti butuh US$2,4 milyar. Murah sih buat USA, tapi apa iya Mr. Trump mau??? Mungkin S-400 yg di Hyememim harus dibungkam dulu baru nyerang hanud Suriah.

    •  

      kecuali kalo ada perjanjian antara as dan russia untuk menghindari target target dimana terdapat kepentingan russia, sama kaya perjanjian russia dengan israel. ah lucu saja konflik suriah ini, yang sudah pasti baru korbannya, yaitu suriah, baik oemerintah maupun warganya.

  3.  

    Cepat atau lambat, mudah2han Indonesia juga memiliki rudal canggih buatan anak bangsa 😀

  4.  

    ah klik bait inii……..
    gw yg waras aja tahu, kgk perlu sebanyak itu, target sasaran yg penting key point yg harus dihancurkan.

    klik bet..ini klik bet…hhhhhhh

  5.  

    russia dan suriah sudah mempelajari serangan rudal jelajah yg dilakukan 3 negara itu, rata rata menara BTS sudah dilengkapi radar deteksi untuk melakukan relay sinyal dari radar russia yg mendeteksi peluncuran awal rudal ke system pansir, sekarang pangkalan militer, departemen riset dan pemerintahan dijaga oleh pansir yg sudah terintegrasi

  6.  

    Kali ini sebaiknya AS lebih waspada, karena Suriah bukan hanya menangkal tetapi sudah pada keadaan ofensif hingga menyerang sumber peluncuran Tomahawk.

 Leave a Reply