JakartaGreater.com - Forum Militer
Jun 072018
 

Sistem rudal S-400 Rusia. © Aleksey Toritsyn Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Para diplomat AS dilaporkan berusaha membujuk India untuk tidak membeli sistem persenjataan buatan Rusia demi memperoleh perangkat keras militer yang diproduksi oleh industri pertahanan Amerika Serikat.

Dengan India membeli sekitar US $ 15 miliar alutsista buatan AS, Tina Kaidanow dari Biro Urusan Politik-Militer di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat terus menggembar-gemborkan “kepentingan strategis” hubungan AS-India dalam upaya mempengaruhi New Delhi dari kontraktor pertahanan Rusia, seperti dilansir dari laman Defense One.

“Jika kita ingin melihat itu terus berlanjut dan menurut saya, baik kita dan teman-teman India ingin melakukan itu, maka adalah kewajiban kita untuk memberi mereka yang terbaik dan semoga itu dapat menimbulkan kemauan dari pemerintah India untuk memikirkan alutsista kami saat mereka maju dalam pengadaan mereka”, katanya.

Bulan lalu, Kaidanow dilaporkan mengunjungi New Delhi dan terlibat dalam “percakapan yang sangat baik dan produktif” dengan para pejabat India dalam sejumlah hal, termasuk sanksi AS yang dikenakan terhadap perusahaan-perusahaan Rusia termasuk Almaz-Antey – produsen sistem rudal permukaan-ke-udara S- 400 yang menurut sejumla laporan akan dibeli oleh India.

“Akuisisi sistem ini bermanfaat bagi pemerintah Rusia. Harapan kami yang berbeda adalah bahwa negara-negara lain akan memperhitungkannya ketika mereka membuat keputusan”, katanya.

Kaidanow juga mengatakan bahwa para diplomat AS mengadakan diskusi serupa dengan sejumlah pihak lain, yang mungkin tertarik untuk membeli alutsista buatan Rusia, untuk membantu mereka mengetahui dan menghindari keterlibatan dalam kegiatan yang dapat berpotensi mendapat sanksi”.

Sebelumnya, Amerika Serikat telah memperingatkan bahwa Turki mungkin menghadapi reaksi serius jika mereka memutuskan melanjutkan pembelian sistem rudal pertahanan udara S-400 dari Rusia.

Nemun bagaimanapun, Ankara menolak tuntutan Washington, menyatakan bahwa segala kemungkinan sanksi terhadap Turki tidak akan dibiarkan tanpa tanggapan.

Bagikan:

  13 Responses to “AS Ingin India Jauhi Persenjataan Rusia”

  1.  

    Asu di lawan.selalu mengintimidasi.

  2.  

    mitra dagang yg paling berkepentingan di india ya, siapa lagi klo bukan amrik dan cina….

    cuma kan cina malu2 klo dgn india, walo sering jotos2an, tpi perdagangan jalan terus….
    dan rusyah bisa jadi ancaman bgi amrik dan cina, tpi yg sering disalahkan ya amrik….

  3.  

    mana suara kaliannnn….
    ayo semangat, bentar lagi lebaran

  4.  

    Beli alutsista punya USA dan konco2nya kalo indihe melanggar persyaratan yg dibuat USA cs bakal jadi besi tua, masih mending besi tua bisa dijual ini jutaan dollar raib dikiloin juga sayang dan jadinya mangkrak ngejedog.

  5.  

    Heyyy…tuan pratap sigh…!!!!!…buat sejahtera dulu rakyatmu dengan infratruktur yg memadai(sarana MCK)dsb.baru ente berpikir perkuat otot2 militer ente.sapi kok keliaran di dlm mall.

  6.  

    Ini tidak bisa harus terjadi..
    Satu atau dua langkah tetap akan dilalui guna memberikan sesuatu yg sangat berarti..

  7.  

    Patent jg AS menjepit negara pesaing demi mendominasi pasar senjata dunia, meninggalkan Pakistan demi pasar India!he3

  8.  

    Dan makin terbuka jelaslah apa kelemahan amerika jika menimbang dari sudut perang simetris.
    Amerika yg selama ini lebih dominan ke airsuperiority merasa sangat terancam dgn keberadaan S family, S300, S400, S500…
    Melihat dari beberapa peristiwa. Kita bisa melihat betapa paranoidnya as dgn penempatan baterai S400.
    Sebenarnya disini kalau bicara mengenai posisi as yg superpower dan memiliki akses teknologi terkini. Gak perlulah mereka melarang larang. Sebenarnya cukup simple aja. Mereka tinggal membuat atau menyempurnakan sistim patriot sehingga jadi lebih baik dari S400. Kalau gak yah mereka kan tinggal merubah kebijakan pembelian atau syarat yg mereka ajukan kpd negara buyer…

 Leave a Reply