AS, Israel dan Rencana Pengiriman S-300 ke Suriah

20
10
Sistem rudal pertahanan udara S-300 buatan Rusia © Kemhan Rusia via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu berjanji mengambil langkah-langkah “memadai” untuk meningkatkan keamanan pasukan Rusia setelah Angkatan Udara Israel menggunakan Il-20 Rusia sebagai perisai disaat menyerang sasaran Suriah.

“Angkatan Bersenjata Suriah akan dipasok dengan sistem pertahanan udara S-300 canggih dalam waktu 2 minggu. Rudal mampu mencegat ancaman udara dalam jarak lebih dari 250 km dan secara bersamaan memukul beberapa target udara”, kata Shoigu.

Reaksi Amerika Serikat

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton mengkritik usulan S-300 Rusia kepada Suriah dan menyebutnya sebagai eskalasi ketegangan yang serius dan berharap itu akan dipertimbangkan kembali oleh Moskow.

Reaksi Spontan Israel

Menurut Reuters, dalam percakapan telepon dengan Presiden Putin tak lama setelah Rusia mengumumkan akan memasok sistem rudal pertahanan udara S-300 ke Suriah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pasokan atas sistem persenjataan S-300 ke negara yang tidak bertanggung jawab akan membahayakan wilayah tersebut.

Sementara itu, penasihat keamanan nasional Israel, Yaakov Amidrov berkata bahwa dia akan menghancurkan S-300 dan memastikan rezim Assad tidak dapat menerima atau menyebarkan sistem rudal anti-pesawat tersebut.

Letnan Kolonel Angkatan Udara Israel Zvika Haimovik mengatakan kepada Reuters bahwa “S-300 adalah zona merah bagi Israel dan kami mampu mengalahkan mereka, meskipun S-300 adalah persenjataan tercanggih yang disediakan oleh Rusia ke Suriah dan itu akan berdampak signifikan pada operasi kami”.

Seperti diketahui bersama bahwa Israel adalah salah satu kekuatan militer terkemuka di dunia dan mereka memiliki ribuan cara untuk melawan sistem rudal S-300. Lantas, bagaimana strategi dan senjata apa yang akan digunakan Israel untuk menekan sistem rudal pertahanan udara modern S-300 Rusia?

Rudal anti-radiasi AGM-78 buatan General Dynamics © USAF via Wikimedia Commons
  • Rudal Anti Radiasi AGM-78

Sistem radar selalu dianggap sebagai “dewa” dari sistem pertahanan dan S-300 tidak terkecuali. Karena radar itu yang mengendalikan seluruh sistem rudal S-300, upaya pertama adalah melumpuhkan sistem radar, dan rudal AGM-78 Standar ARM adalah pilihan bagi Israel.

AGM-78 adalah rudal anti-radiasi yang secara khusus dirancang guna menghancurkan stasiun radar aktif yang dilengkapi dengan detektor radar pasif yang canggih.

Selain itu, fitur lain yang sangat baik dari AGM-78 Standar adalah kemampuan untuk menyerang stasiun radar bahkan ketika telah berhenti menyiarkan dengan koordinat memori target.

Namun, untuk dapat menggunakan rudal anti-radiasi secara efektif, penyerang perlu melakukan pengawasan elektronika terlebih dahulu dan langkah tersebut tentu akan mengungkapkan maksud untuk menyerang.

Karena rudal AGM-78 tergantung kepada sumber radiasi dari target dan karakteristik sinyal di orbit, rudal dapat dinetralisir atau dikurangi efektifitasnya ketika radar telah berhenti menyiarkan atau target bergerak menjauh dari posisinya semula, dan kedua kemampuan tersebut ada pada S-300.

Kelemahan lain dari rudal anti-radiasi AGM-78 adalah bahwa ia memiliki jangkauan maksimum hanya 90 kilometer, yang memungkinkan jet tempur Israel untuk menjadi mangsa sistem pertahanan udara Suriah.

Dengan jangkauan hingga 250 kilometer, sistem rudal S-300 akan mengubah Skadron Tempur Israel menjadi bangkai sebelum sempat meluncurkan rudal AGM-78.

Wahana tempur udara tanpa awak (UCAV) Harpy buatan Israel © Israel Aeorospace Industries
  • Drone Kamikaze Harpy

Wahana tempur udara tanpa awak (UCAV) “Harpy” dirancang oleh Israel Aeorospace Industries untuk tujuan menekan sistem pertahanan udara musuh dengan jangkauan hingga 120 kilometer.

Harpy lebih seperti kendaraan udara tanpa awak, daripada untuk menjalankan peran pengintaian. Harpy dipersenjatai dengan hulu ledak yang memungkinkannya sebagai bom bunuh diri. Ini juga salah satu senjata yang bisa digunakan pihak Israel untuk menyerang S-300 Suriah.

Drone Harpy milik Angkatan Udara Israel memiliki fitur seperti rudal penyerang dan juga beberapa fitur superior yang tidak dimiliki rudal jelajah cerdas lainnya. Ini dapat beroperasi di semua medan, dalam segala cuaca baik siang dan malam hari.

Pada dasarnya, Harpy adalah sistem senjata self-propelled yang dalam penerbangan melakukan dua misi pada saat yang sama, mendeteksi dan menyerang target musuh, terutama radar kendali tembak musuh dan membuka jalan bagi serangan udara.

Rudal jelajah jarak jauh Delilah terpasang pada F-16i Israel © KGyST via Wikimedia Commons
  • Rudal Jelajah Delilah

Menurut para ahli militer, senjata terkuat militer Israel untuk menekan sistem rudal S-300 Suriah adalah rudal jelajah buatan domestik, Delilah.

Delilah diyakini sebagai salah satu rudal paling akurat di dunia, dengan radius defleksi rudal hanya satu meter. Oleh karena itu, setelah target rudal tercapai, maka targetnya pasti diratakan dengan tanah kecuali rudal tersebut dilumpuhkan sebelum mencapai target.

Delilah dilengkapi dengan autopilot, sistem navigasi inersia dan GPS, di bagian bawah lintasan dengan lintasan self-guided. Sistem navigasi canggih memungkinkan rudal untuk mencapai target pada jarak 250 km.

Dengan jangkauan hingga 250 km, Delilah mampu diluncurkan dari aman dan diluar jangkauan S-300. Tampaknya Delilah memiliki jangkauan yang sama dengan S-300 sehingga S-300 dapat dipertahankan, sedangkan Delilah dapat dilumpuhkan ketika mengancam sistem radar S-300.

Beberapa keuntungan dari rudal Delilah yang tidak bisa dianggap enteng oleh S-300 adalah desain modular dan ringan, yang dapat dilengkapi dengan hulu ledak berbeda. Ini dapat dilengkapi dan diluncurkan dari berbagai kendaraan tempur.

Keterlibatan Delilah dalam pertempuran contohnya pada perang Lebanon dan sangat disanjung oleh para ahli militer karena mampu menghancurkan semua target seperti rencana operasionalnya.

20 KOMENTAR

  1. Bukannya itu AGM78 model lama yaaa, … yang baru AGM88 sudah sampai 200 km.

    Pada dasarnya Suriah perlu ke-NEKATAN untuk menghadapi AGM88 ini, bukan masalah range S300 saja.
    Jarak 200 km , bahkan 100 km dari Damaskus atau kota pinggir Suriah yang lain, masih merupakan wilayah international. Tidak mungkin bagi Suriah attack bagi setiap fighter Israel pada range itu atau melanggar semua hukum penerbangan international.

    Artinya , baik AGM78 (90 KM) dan AGM 88 (150-200 KM) baru akan bisa di netralisis S300 (300 km) pada saat terlihat menyerang pada jarak yang cukup bagi Israel.

    Yang terakhir, mungkin, …. adu-aduan jumlah stock AGM78/88 vs stock rudal S300 .. hehe…
    baiknya di tambah banyak-banyak panstir di sekitaran S300

  2. Berani juga isrohell ngancam rusia,yak…!!! “penasihat keamanan nasional Israel, Yaakov Amidrov berkata bahwa dia akan menghancurkan S-300 dan memastikan rezim Assad tidak dapat menerima atau menyebarkan sistem rudal anti-pesawat tersebut”.