JakartaGreater.com - Forum Militer
Jan 202018
 

Standard Missile-3 (SM-3) buatan AS. © Raytheon

JakartaGreater.com – Departemen Luar Negeri AS telah mengambil keputusan untuk menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing ke Jepang dari Rudal Rudal Misil Misil (SM-3) Blok IIA dengan perkiraan biaya sebesar US $ 133,3 juta, seperti dilansir dari laman DSCA. (9/1/2018)

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan atau Defense Security Cooperation Agency (DSCA) telah menyampaikan sertifikasi yang diperlukan dan memberitahukan Kongres tentang kemungkinan penjualan tersebut.

Pemerintah Jepang telah meminta kemungkinan penjualan 4 (empat) rudal Standard Missile-3 (SM-3) Blok IIA. Juga termasuk 4 (empat) tabung rudal MK 29, layanan bantuan teknis, transportasi, logistik dan rekayasa dari perwakilan kontraktor dan pemerintah AS, serta elemen pendukung logistik dan program lainnya.

Penjualan yang diusulkan ini akan berkontribusi pada kebijakan luar negeri dan juga keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan sekutu utama yang telah dan terus menjadi kekuatan stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di kawasan Asia Pasifik.

Penjualan peralatan dan dukungan yang diusulkan tidak akan mengubah keseimbangan dasar militer di wilayah tersebut.

Kontraktor utama adalah Raytheon Missile Systems, Tucson, AZ (SM-3) dan BAE Systems, Minneapolis, MN (MK 29). Tidak ada kesepakatan offset yang diketahui yang diusulkan sehubungan dengan potensi penjualan ini.

Pelaksanaan penjualan yang diusulkan ini akan memerlukan kunjungan tahunan ke Jepang yang melibatkan perwakilan Pemerintah dan Perwakilan A.S. untuk tinjauan teknis, dukungan, dan pengawasan selama kurang lebih lima tahun.

Lampiran – DSCA

Berbagi

  8 Responses to “AS Izinkan Penjualan Rudal SM-3 Blok IIA ke Jepang”

  1.  

    bawa hulu ledak apa nih…mungkin cair{lendir}….xixixizzZ…!!!!

  2.  

    tambah runyam nih kawasan… buruan bung aming cari tsunade . mungpung belum perang. hihihihihi

  3.  

    Klu Jepang gak dijerat leher oleh AS dgn perjanjian lawas PD.2 pasti teknologi militernya setara bahkan bs melebihi AS sendiri! Bebas tp terbatas sebagai negara taklukan.

 Leave a Reply