Mar 222019
 

Kapal perusak AEGIS Jepang akan dipersenjatai pencegat SM-6 (RIM-174 Standard ERAM) © Kemenhan Jepang via Youtube

JakartaGreater.com – Jepang dan Amerika Serikat berupaya mengembangkan bersama sistem radar baru untuk kapal perang Angkatan Laut AS yang dilengkapi dengan Aegis, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pertahanan, kata sumber-sumber diplomatik, seperti dilansir dari laman Mainichi pada hari Minggu.

Koordinasi oleh kedua negara bertujuan untuk memerangi senjata baru, termasuk rudal hipersonik yang sedang saat ini dikembangkan oleh China dan Rusia dan telah memasuki tahap akhir, menurut sumber tersebut.

Jepang, yang juga menghadapi ancaman nuklir dan rudal dari Korea Utara, berharap bisa memperkuat aliansi keamanan dengan Amerika Serikat melalui pengembangan bersama pada sistem radar tersebut.

Jepang menganggap bahwa pembangunan bersama yang dibayangkan akan penting bagi pertahanannya. Tetapi keterlibatan Jepang dalam proyek tersebut dapat menyebabkan kekhawatiran tentang hal lain yang dilihat sebagai langkah pendorong atas perlombaan senjata antara kekuatan besar, menurut sejumlah pengamat.

Kapal perusak JDS Atago (DDG-177) uji coba luncurkan rudal SM-3 © USN via Wikimedia Commons modified by JakartaGreater.com

Pengembangan bersama Jepang dengan Amerika Serikat untuk pencegat SM-3 Block 2A telah selesai dalam bulan ini dan saat ini telah mulai berproduksi.

Sistem radar baru untuk Destroyer Aegis akan memberikan pengawasan 360 derajat pada kapal perang diharapkan menjadi pilar berikutnya kolaborasi pertahanan Jepang dengan Amerika Serikat.

Rencana kapal perang untuk memiliki dua jenis radar pertahanan udara dan rudal di masa depan. Salah satunya adalah AN/SPY-6, dengan radar yang ditingkatkan untuk digunakan dalam mendeteksi ancaman ketinggian tinggi, yang sesuai jadwal yang akan disampaikan mulai tahun 2020.

Saat ini, sistem AN/SPQ-9B digunakan untuk mendeteksi serta melacak ancaman terbang rendah. Tetapi ini adalah radar berputar tradisional yang tidak akan mampu sepenuhnya menghindari titik buta atau “blind spots”.

Oleh karenanya, radar terbaru yang akan dikembangkan oleh Jepang dan Amerika Serikat akan menjadi sistem yang tidak berputar, menurut sumber tersebut. Angkatan Laut AS baru-baru ini memesan lima unit radar AN/SPQ-9B seharga $ 21,5 juta, menurut laporan media AS. Sedangkan sistem baru yang dikembangkan bisa lebih mahal dari itu.