AS Kerahkan 2 Pesawat Pembom B-52H ke Timur Tengah

Boeing B 52H Stratofortress United States US Air Force USAF JP337147 e1599830444804

JakartaGreater – Militer Amerika Serikat (AS) pada Rabu 30-12-2020 mengatakan bahwa pihaknya telah mengirim dua pesawat pengebom strategis ke Timur Tengah sebagai unjuk kekuatan untuk mencegah serangan terhadap kepentingan AS di kawasan tersebut.

Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengerahan itu, yang dilakukan oleh dua pesawat pengebom strategis B-52H, bertujuan untuk menegaskan “komitmen militer AS terhadap keamanan regional dan menunjukkan kemampuan unik untuk dengan cepat mengerahkan kekuatan tempur yang luar biasa dalam waktu singkat.”

“Pengerahan dua pesawat itu juga mengirim pesan pencegahan yang jelas kepada siapa pun yang berniat mengganggu Amerika atau kepentingan Amerika,” imbuh pernyataan itu, diriis Xinhua, 31/12/2020.

Komandan Komando Pusat AS Kenneth McKenzie mengatakan dalam pernyataannya bahwa “Amerika Serikat terus mengerahkan kemampuan siap tempur ke wilayah yang menjadi tanggung jawab Komando Pusat AS untuk mencegah musuh potensial, serta menegaskan bahwa kami siap dan mampu merespons setiap agresi yang ditujukan kepada Amerika atau kepentingan kami.”

Menurut pernyataan tersebut, misi ini merupakan pengerahan pesawat pengebom ketiga ke wilayah operasi CENTCOM dalam 45 hari terakhir.

Sejumlah laporan media menyatakan bahwa pengerahan itu mencerminkan kekhawatiran yang berkembang di Washington bahwa Iran kemungkinan melancarkan aksi balas dendam terhadap AS seiring semakin dekatnya peringatan satu tahun pembunuhan komandan tinggi militer Iran Qassem Soleimani oleh AS.

Ketegangan Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung selama setahun kembali memanas oleh serangan roket terhadap kompleks Kedutaan Besar AS di Zona Hijau Baghdad, ibu kota Irak, pada 20 Desember.

Presiden AS Donald Trump menyalahkan Iran atas serangan itu. Pada 23 Desember, Trump mengatakan di Twitter bahwa “sedikit saran sehat yang bersahabat untuk Iran: Jika satu orang Amerika terbunuh, saya akan meminta pertanggungjawaban Iran. Camkan itu.”

Teheran membantah tudingan Trump. Melaui Twitter, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebutkan, “Trump akan menanggung tanggung jawab penuh atas setiap tindakan gegabah yang dia lakukan.”

Leave a Reply