May 232017
 

Drone MQ-8B Fire Scout buatan Northrop Grumman. © US Navy

Angkatan Laut AS atau yang lebih dikenal sebagai US Navy, akan segera menerapkan sistem sensor baru pada armada helikopter tanpa awak Northrop Grumman MQ-8 Fire Scout yang di rancang untuk mendeteksi kapal selam Angkatan Laut China yang sembunyi di perairan pantai di mana kapal perang besar tidak dapat melakukan pencarian, seperti dilansir dari China Topix.

Sensor tersebut dikenal sebagai sistem AN/DVS-1 Coastal Battlefield Reconnaissance and Analysis (COBRA), sensor ini juga dapat mendeteksi ranjau laut.

Menurut angkatan laut, misi utama COBRA adalah melakukan pengintaian taktis udara tak berawak di medan tempur pantai untuk mendeteksi dan menemukan ladang ranjau, serta kapal selam. MQ-8B Fire Scout yang dilengkapi dengan COBRA akan diluncurkan dari kapal perang pesisir (LCS) Angkatan Laut AS yang baru, yakni LCS Kelas Freedom dan LCS Kelas Independence.

“Sistem COBRA kini dalam Uji Operasional dan Evaluasi Awal pada MQ-8B dan diproyeksikan akan mencapai Kemampuan Operasional Awal pada tahun ini”, menurut manajer program Fire Scout, Kapten Jeff Dodge.

Sistem COBRA akan memungkinkan sebuah LCS dan awaknya untuk mendeteksi ranjau laut dan kapal selam di pesisir pantai yang sulit untuk bermanuver dari jarak yang aman. Meski LCS Angkatan Laut AS dirancang untuk beroperasi diperairan dangkal, ancaman ranjau laut di perairan ini dapat menghambat gerak kapal perang tersebut.

Penyebaran MQ-8B Fire Scout dilengkapi COBRA akan sangat meningkatkan kemungkinan menemukan dan mendeteksi ranjau laut dan kapal selam musuh di dekat permukaan.

Sebuah detasemen helikopter kecil tanpa awak dan bisa dipasang pada kapal perang peisir (LCS) adalah bagian penting dari strategi US Navy untuk perang permukaan, peperangan melawan ranjau laut dan perang anti kapal selam.

Spesifikasi MQ-8B Fire Scout

  • Kru: 0
  • Muatan: 272 kg
  • Panjang: 7,3 m
  • Diameter rotor: 8,4 m
  • Tinggi: 2,9 m
  • Berat Kosong: 940,3 kg
  • Berat Lepas Landas Maksimum: 1,430 kg
  • Powerplant: 1 × Rolls-Royce 250 berdaya 420 tk
  • Kecepatan Maksimum: 213+ km/jam
  • Kecepatan Jelajah: 200 km/jam
  • Radius Tempur: 203,7 km dengan 5+ jam di stasiun
  • Daya Tahan: 8 jam (tipikal), 5 jam terisi penuh
  • Layanan Ketinggian: 6.100 m
  • Biaya Program: US $ 3,06 miliar (hingga tahun fiskal 2015)
  • Harga Unit: US $ 18.200.000 (2013)

Drone helikopter MQ-8B, yang panjangnya hanya tujuh meter, bisa terbang di atas 200 km/ jam dan tetap berada di stasiun hingga lima jam. Dengan menggunakan teknologi Automatic Identification System (AIS) yang membantu menemukan dan mengidentifikasi kapal.

Angkatan Laut AS saat ini memiliki lebih dari 20 unit MQ-8B Fire Scouts dalam persediaan, dan berencana untuk mengakuisisi hingga 96 unit untuk model B dan C.

Bagikan Artikel :

  18 Responses to “AS Kerahkan Sistem COBRA Untuk Memburu Kapal Selam dan Ranjau Laut China”

  1. yah… juru kunci petomak …
    si patih mah gitu orang nya,.. xixixi

  2. keren banget emang
    https://www.youtube.com/watch?v=igWclcFavCU
    18 jt per unit utk drone… lumayan

  3. Oke lebih bagus sekelas Gripen dan F16 dibanyakin jadi total 80 unit. Hanya kurang 42 unit saja kok.

  4. Astaga naga…kemana aja sampeyan bung pragota kenapa beberapa hari gak menampakkan batangnya (itu lho batang wayang yang utk pegangan pak dalang)?

    Heeee…saya kira sampeyan yang motornya (berplat merah) yang ketinggalan didiskotik Wlid One kelapa gading….

  5. Halah yang beginian mah, skeldar apa schiebel juga bisa…lebih ramping malah

  6. Masing2 mempromosikan dagangannya no.1. Tar kita juga kerahkan sistem ular kadut untuk menghabisi tikus curut lokal dan import.he3

  7. Dronenya bagus

  8. Ini dronenya dilengkapi sensor apa sih…

  9. ” untuk mendeteksi kapal selam Angkatan Laut China yang sembunyi di perairan pantai di mana kapal perang besar tidak dapat melakukan pencarian ”

    Berarti kasel mini yah? Soalnya diperairan pantai pastinya dangkal tdk sesuai dgn kasel kelas berat, kemungkinan anilisanya berasal dr pencitraan satelit.
    Kalau bener geli geli sedap juga dgn Kasel Mini,
    Contoh Korvet ROKS Cheonan Korsel bisa “terbelah dua” cukup dgn satu Torpedo dr Kasel Mini Korut Kelas Yo-No.
    Kasel Korut secara gak langsung ilmunya dr China/Soviet.

 Leave a Reply