Agu 222017
 

Dok. Latihan USMC – ROK 2nd Marine Division (Republic of Korea Armed Forces)

Seoul – Pasukan Korea Selatan dan Amerika Serikat memulai peragaan perang berbasis komputer pada Senin, 21/8/2017 di tengah peningkatan ketegangan kawasan akibat pengembangan senjata Korea Utara.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan pelatihan militer bersama yang dinamai Ulchi Freedom Guardian, sepenuhnya bertujuan damai dan tidak diniatkan untuk meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea.

“Sama sekali tidak ada niat meningkatkan ketegangan militer di semenanjung Korea dengan pelatihan setiap tahun ihni. Ini sepenuhnya untuk pertahanan,” ujar Moon kepada anggota kabinet.

“Korea Utara tidak boleh melebih-lebihkan upaya kami mencapai perdamaian. Mereka juga tidak seharusnya terlibat dalam provokasi, yang akan memperkeruh keadaan,” kata Moon Jae-in.

Pelatihan militer bersama ini berlangsung hingga 31 Agustus dengan menggunakan simulasi komputer yang didesain untuk menyiapkan kedua negara menghadapi perang dengan Korea Utara yang mempunyai senjata nuklir.

Amerika Serikat juga menyebut latihan itu sepenuhnya bertujuan meningkatkan pertahanan.

“Ini untuk menyiapkan kami jika sesuatu yang besar terjadi. Kami harus melindungi Korea Selatan,” ujar Michelle Thimas, juru bicara militer Amerika Serikat.

Korea Selatan dan tetangganya di utara secara teknis hingga kini masih berperang setelah Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, tanpa ada kesepakatan damai.

Kemajuan pesat Korea Utara dalam mengembangkan persenjataan nuklir dan rudal yang mampu menyasar Amerika Serikat telah memicu ketegangan regional baru. PBB sendiri dinilai gagal dalam menerapkan sanksi ekonomi berat untuk negara tersebut.

China, yang merupakan sekutu terbesar Korea Utara, mendesak Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk membatalkan latihan pada Senin. Rusia juga meminta hal serupa.

Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan kedua negara Korea dan Amerika Serikat harus berupaya penuh untuk meredakan ketegangan.

“Kami berpendapat latihan bersama ini tidak membantu meredakan ketegangan ataupun untuk mengupayakan perundingan,” katanya.

Sementara itu, kantor berita Jepang, Kyodo, melaporkan PBB sebenarnya sudah mengetahui bahwa Korea Utara berhasil mengakali sanksi internasional “secara sengaja dengan menggunakan saluran tidak langsung”.

Korea Utara berhasil memperoleh 270 juta dolar AS untuk ekspor barang, yang masuk dalam daftar sanksi, sejak Februari lalu.

Kurangnya penegakan sanksi telah membuat PBB gagal mencapai tujuan untuk memaksa Korea Utara menghentikan program pengembangan nuklir dan rudal, tulis Kyodo mengutip laporan rahasia dari PBB.

Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sejumlah sanksi baru kepada Korea Utara pada 5 Agustus lalu. Sanksi itu diperkirakan bisa merugikan Pyongyang sebesar tiga trilyun dolar dalam bentuk ekspor.

Amerika Serikat saat ini menempatkan 28.000 tentara di Korea Selatan. Sekitar 17.500 di antaranya akan berpartisipasi dalam latihan militer pada Agustus.

Sejumlah negara lain juga terlibat dalam pelatihan militer itu, di antaranya adalah Australia, Inggris, Kanada, Kolombia, Denmark, Belanda, dan Selandia Baru.