AS-Korsel Bahas Biaya Operasional Pasukan AS di Korsel

Seoul, JakartaGreater – Negosiator dari Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) pada Jumat, 5/2/2021 mengadakan pembicaraan virtual mengenai pembagian biaya operasional untuk Pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan (United States Forces Korea/USFK), ujar Kementerian Luar Negeri Korsel.

Putaran kedelapan negosiasi Special Measures Agreement (SMA) ke-11, kesepakatan Korsel-AS tentang pembagian biaya operasional untuk sekitar 28.500 tentara AS yang ditempatkan di negara Asia itu, digelar secara virtual di tengah pandemi COVID-19, dirilis Xinhua, 5/2/2021.

Negosiasi itu merupakan pertemuan sejenis pertama yang diadakan sejak pelantikan pemerintahan baru AS yang dipimpin Joe Biden. Jeong Eun-bo adalah kepala negosiator Korsel, sedangkan kepala negosiator AS adalah Donna Welton.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Korsel mengatakan kedua pihak mengadakan diskusi serius untuk mengatasi segala perbedaan, serta setuju untuk menuntaskan negosiasi terkait pembagian biaya sesegera mungkin dan memulai putaran pembicaraan berikutnya dalam waktu dekat.

Kesepakatan SMA ke-10 yang dicapai pada Maret 2019 berakhir masa berlakunya pada akhir tahun yang sama.

Di bawah kesepakatan itu, Korsel mengucurkan 1,04 triliun won (100 won = Rp1.250) pada 2019 untuk penempatan pasukan AS, naik 8,2 persen dari tahun sebelumnya.

Pemerintahan AS sebelumnya dilaporkan menuntut peningkatan signifikan dalam hal kontribusi biaya operasional dari Korsel.

Sejak 1991, Korsel telah berbagi biaya operasional untuk USFK, termasuk biaya untuk warga sipil Korsel yang direkrut oleh USFK, pembangunan instalasi militer, dan dukungan logistik.

Foto: dok. Penempatan Pesawat F-16 Colorado Air National Guard, AS di Korea Selatan. (@USAF – Senior Master Sgt. John Rohrer)

Sharing

Tinggalkan Balasan