Agu 182018
 

Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Butuan City © Simeon Celi Jr. via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Presiden Rodrigo Duterte pada hari Jumat, telah menyerang balik pernyataan seorang pejabat tinggi AS yang memperingatkan agar Filipina tidak membeli alutsista dari Rusia, seperti dilansir dari CNN Filipina.

“Anda bertemu saya disebuah forum dan saya mengundang semua orang yang tertarik. Sebutkan masalah Anda, mengapa Anda melarang negara saya untuk memperoleh kapal selam. Berikan alasannnya mengapa dan umumkan”, kata Duterte dalam sebuah pidato di Davao City.

“Kalian ingin kami tetap terbelakang? Negara-negara dikawasan seperti Vietnam punya 7 kapal selam, Malaysia 2 kapal selam dan Indonesia 8 kapal selam. Kami bahkan satupun tidak punya. Kalian tidak memberi kami satupun”, lanjut Duterte sambil menunjukkan bahwa negara tetangganya, Vietnam, Malaysia dan Indonesia telah memiliki kapal selam, seperti dilansir dari Rappler.

Sebelumnya, Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Urusan Keamanan Asia dan Pasifik Randall Schriver pada hari Kamis mengatakan bahwa dia tak berpikir membeli peralatan dari Rusia akan menjadi “sesautu yang membantu aliansi” antara Filipina dengan AS.

Sehingga Presiden Duterte membalas, “Apakah itu cara kalian memperlakukan sekutu?”. Dia juga mengkritik AS karena menjual helikopter berkualitas buruk kepada Filipina, dan mencatat bahwa tiga dari enam helikopter tersebut telah jatuh.

Kapal selam diesel listrik, Kilo-Class, INS Sindhughosh Angkatan Laut India. © USAF via Wikimedia Commons

Presiden Rodrigo Duterte mengesampingkan kemungkinan Filipina membeli kapal selam dari AS karena ia khawatir hanya akan “meledak”, seperti halnya helikopter yang sudah dibeli dari Amerika.

“Siapa kamu berani memperingatkan kita?”, Kata Duterte.

Pemerintah Duterte berencana mengakuisisi kapal selam pertama untuk Angkatan Laut Filipina (PN) dan Rusia merupakan salah satu pemasok yang mungkin.

Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana pada hari Jumat mengatakan pembelian itu masih dalam tahap studi dan tidak ada yang final pada titik ini, tetapi menambahkan bahwa pemerintah siap membeli peralatan untuk modernisasi Angkatan Bersenjata.

“Kami akan memperoleh alutsista dari negara mana pun selama pengadaan mengikuti proses yang tepat seperti yang telah ditetapkan di bawah undang-undang Filipina, dan peralatan tersebut memenuhi persyaratan pengguna akhir. Dalam hal pembelian kapal selam yang direncanakan, kami akan pertimbangkan setiap tawaran”, katanya.

Bagikan: