Jan 202019
 


F-16 Uni Emirat Arab (foto:Wikipedia)

JakartaGreater.Com – Angkatan Udara AS dilaporkan telah melatih personel Angkatan Udara Uni Emirat Arab untuk pertempuran udara di Yaman, seperti dirilis oleh Yahoo News.

Namun pejabat dari Komando Pusat AS mengatakan kepada Yahoo News, militer AS tidak melakukan latihan dengan koalisi pimpinan Arab Saudi untuk mempersiapkan operasi tempur di Yaman.

Jenderal Joseph F. Dunford, Kepala Staf Gabungan AS bulan lalu juga menekankan bahwa “AS bukan peserta dalam perang saudara di Yaman,dan juga tidak mendukung satu pihak atau yang lain”.

Tetapi dokumen-dokumen yang diperoleh oleh Yahoo News melalui Freedom of Information Act, menceritakan hal lain.

Menurut salah satu dokumen dari Komando Pusat Angkatan Udara AS pada Desember 2017, AS “mengawal 6 pesawat tempur F-16 UEA ke pelatihan RED FLAG, membantu 150 penerbang dalam latihan yang menantang untuk mempersiapkan operasi tempur di Yaman ”.

Dukungan dari Pusat Perang Udara Angkatan Udara AS di Pangkalan Udara al-Dhafra dekat Abu Dhabi juga membantu meningkatkan program jet tempur F-16 negara Teluk tersebut.

“Personil unit tempur AS meningkatkan program pelatihan pilot pesawat tempur F-16 UEA, 3 pilot menerbangkan 243 sorti instruktur atau 323 jam yang menciptakan 4 instruktur baru & 29 pilot tempur yang segera dikerahkan untuk operasi tempur di Yaman, ”tulis dokumen itu.

Pada 2015, koalisi yang dipimpin Saudi, termasuk UEA, melancarkan kampanye ke Yaman setelah pemberontak Houthi menguasai dan mengambil alih ibukota Sanaa. Dengan dukungan AS, koalisi meluncurkan kampanye serangan udara untuk mangalahkan Houthi.

Kekerasan telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk sistem kesehatan dan sanitasi, mendorong PBB untuk menggambarkan situasi tersebut sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern.

Middle East Monitor

Bagikan:
 Posted by on Januari 20, 2019