Sep 062018
 

Mockup rudal jelajah anti radiasi AGM-88E AARGM di ILA 2018 © Boevaya Mashina via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Perusahaan pertahanan asal Amerika Serikat, Northrop Grumman telah memperkenalkan rudal anti-radiasi mutakhir (AGM-88E) yang dirancang secara khusus untuk mengatasi radar sistem pertahanan udara musuh.

Menurut keterangan yang terdapat pada situs sang produsen, kemampuan terbaru AARGM bila dibandingkan pada versi sebelumnya meliputi kemampuan serangan anti-radar canggih dengan pemrosesan sinyal mutakhir dan jangkauan yang ditingkatkan, termasuk jangkauan deteksi pada target yang lebih luas.

Rudal AGM-88E AARGM adalah versi upgrade dari rudal AGM-88 HARM yang disediakan bagi Angkatan Laut AS, Korps Marinir AS dan Angkatan Udara Italia. Sistem senjata baru dan maju ini dapat melibatkan dan menghancurkan pertahanan udara musuh serta target mobile yang sangat kritis.

AARGM adalah rudal taktis supersonik, jarak menengah, diluncurkan dari udara dan kompatibel dengan pesawat tempur AS maupun sekutu, termasuk semua varian mulai dari F/A-18, Tornado, EA-18G, F-16, EA-6B dan F-35 (eksternal).

AARGM memiliki sensor radar canggih, digital, anti-radiasi, pencari gelombang radar milimeter (MMW), dipandu Sistem Navigasi Inersia (GPS/INS), konektivitas net-centric, berkemampuan  Missile Impact Transmitter yang tersedia untuk pelanggan yang disetujui. Rudal ini menawarkan keterlibatan jarak jauh serta kemampuan penargetan dari dalam kokpit dan termasuk kesadaran situasional.

Kemampuan baru untuk petarung meliputi:

  • Serangan anti-radar dengan pemrosesan sinyal canggih dan cakupan frekuensi yang jauh lebih baik dalam hal jangkauan deteksi dan sudut pandang
  • Serangan supersonik jarak jauh dan kritis dengan panduan GPS/INS
  • Kendali zona terdampak rudal untuk mencegah kerusakan lebih melalui penggabungan erat Digital Terrain Elevation Database yang dibantu GPS/INS
  • Counter-emitor shutdown melalui panduan terminal MMW dan terminal radar aktif
  • Transmisi WIA terhadap dampak untuk penilaian kerusakan

AARGM adalah salah satu dari serangkaian rudal yang dirancang AS untuk menangani radar utama dan sistem pertahanan udara canggih seperti S-400 Rusia. Secara khusus, AARGM adalah yang terakhir setelah rudal JSOW dan jammer MALD.

  54 Responses to “AS Luncurkan “Penakluk” Sistem S-400 Rusia”

  1.  

    .. oh jadi kabar s400 menakutkan itu beneran ya.. bukan karena patriot kurang laku,Patriot “laris manis” jg sekarang

  2.  

    Keren nih, tp F-35 bakal kehilangan fitur siluman klo gotong ini…

    •  

      Ya, itu kalo ada pilot nekat yg langsung bawa F-35 mendekat ke S-400. S-400 bisa nembakin 12-16 rudal sekali serang, masalahnya mereka butuh 3 menit untuk persiapan. Cukup kasih umpan 6-8 rudal Strom shadow atau LRASM maka semua rudal SAM S-400 habis di silonya. Jeda 3 menit tinggal pake rudal anti radiasi buat ngancurin radar dan mobil komandonya udah lebih dari cukup sebelum Sukhoi sempat keluar sarang. Emang berat sih, tapi emang kalo mau membungkam 1 baterai S-400 butuh 1 skuadron F-35 full atau 2 flight kalo campuran dg F-15/F-18.

      •  

        Salah analisa anda, di komplek hanud S-400, ada Buk-M3 dan ada Pantsir. S-400 tidak berdiri sendiri.

        Seandainya 6-8 rudal Strom shadow atau LRASM Yg diluncurkan, maka rudal S-400 yg akan menyantap seluruhnya. Sementara saat s-400 melakukan reload, ada Buk-M3 dan Pantsir yg siap melahap rudal anti radiasi ini.

        Kecuali ratusan rudal Strom shadow atau LRASM yg ditembakkan, khans nya masih memungkinkan. Tp mengingat rapatnya pertahanan udara S-400. Maka pihak AS/NATO tdk akan membuang uang percuma tanpa hasil spt skenarion yg ente buat mengerahkan puluhan rudal yg harganya jutaan dolar, dng melihatnya berguguran spt bunga di musim kering ….hehehe

      •  

        ini enaknya niy buat diskusiin strateginya. logikanya gak mungkin kan s 400 sendirian…kayanya rusal ini akan jadi target strategis. mungkin penghancurnya adalah gerombolan wild weasel. setelah itu baru mulai menghancurkan targetnya y kelasnya dibawahnya seperti s 300 atau buk. bisa juga s 400 seperti striker tembok, dijadiin umpan sedangkan penghancur pesawatnya mungkin yang speknya dibawahnya mengelilingi s 400.

      •  

        Ya gak lah, mungkin di tes dulu pake beberapa Tomahawk baru biar alarm pada menyala 😀 kan seru klo ada yg rame-rame 😛 hihihi

      •  

        Bung Ruskye, Strom shadow dan LRASM (pengembangan dari AGM 158 JASSM-ER) jangkauannya bisa lebih dari 900 km, jadi walopun S-400 bisa nyerang dari jarak 400 km, itu bukan masalah karena pilot masih bisa menyerang dari tempat yg aman dan nyaman. Nah, disinilah titik kritisnya.

        S-400 punya 12-16 rudal yg bila ditembakkan semua secara beruntun maka butuh 10-15 menit untuk mengisi kembali.
        https://en.wikipedia.org/wiki/S-400_missile_system

        Jeda waktu inilah yg akan dimanfaatkan oleh F-35 untuk menerobos masuk S-400/500 hingga jarak optimal penembakan rudal anti radiasi AGM 88E AARGM. F-35 takkan perlu takut dg Buk-M3 apalagi Pantsir karena jangkauan serangan terjauh Buk-M3 hanya sekitar 45-50 km saja.

        AGM-88E AARGM punya kecepatan hingga Mach 2 dan punya jangkauan tembak maksimal hingga 150 km. Bila 1 F-35 bisa bawa 2 saja rudal anti radiasi ini (kemungkinan bisa membawa hingga 4 buah dan dari spesifikasinya, memungkinkan untuk dimasukkan dalam weapon bay nya) dan bila hanud berlapis Buk-M3 serta Pantsir bisa menjatuhkan 60% dari rudal AGM-88E, maka sisa 4 rudal masih cukup untuk menghancurkan radar dan mobil komando S-400/500.

        F-35 hanya mampu melakukan supercruise dg kecepatan Mach 1,2 hingga jarak 300 km. Maka F-35 hanya bisa melakukan serangan dg nilai optimum saat menyerang kompleks S-400/500 jika terbang sejauh 260 km saja. Itu akan membutuhkan waktu sekitar 10 menit 30 detik lebih dg Supercruise. Dari situ tinggal diteruskan oleh AGM-88E sejauh 140 km dg waktu tempuh 3 menit 24 detik. Total waktu yg dibutuhkan adalah 13 menit 54 detik.

        Nah, disinilah titik kritisnya. S-400/500 butuh waktu untuk reload antara 10-15 menit yg artinya hanya ada jeda waktu 3-4 menit antara total lama serangan dan pertahanan yg kosong antar kedua belah pihak. Makanya operator S-400/500 harus dituntut harus bisa lebih cepat melakukan reload kalo ingin selamat. Kalo cepat, ada kemungkinan sebagian F-35 akan tertembak jatuh oleh S-400/500 tanpa sempat menembak atau hanya sedikit rudal yg bisa ditembak dan kemungkinan besar akan dijatuhkan semua oleh pelapis Buk-M3 serta Pantsir. Namun kalo lebih dari 14 menit persiapan reloadnya maka kemungkinan besar S-400/500 bisa dilumpuhkan radar dan mobil komandonya. Peluangnya berarti 50:50. USAF dan AU negara lain mungkin akan menggerakkan F-35 sebagai UAV dan dikendalikan dari jarak jauh oleh F-35 yg lainnya atau pesawat AWACS/AEW&E. Itu hitungan realistis Ane Bung Ruskye.

        •  

          Maaf om agato, jangan pernah mengesampingkan fungsi pesawat pencegat, kalau serangan pertama sudah terdeteksi pesawat pencegat pasti akan memainkan peran untuk berburu dan akan makin sulit menbus pertahanan USR

          •  

            Bung Van Helsinky, kita sedang membicarakan suatu skenario serangan udara yg dilakukan secara kontinyu dan rapat. Bahkan mungkin penuh dengan perang ECM diudara. Mengirimkan pespur pencegat akan sangat riskan terkena hantaman Rudal anti udara sendiri, friendly fire. Jikapun tetap memaksakan mengirimkan pasukan penyergap, tembakan hanud harus dihentikan untuk menghindari salah sasaran. Nah, padahal dalam serangan intens itu, bisa saja F-35 sudah meluncurkan rudal anti radiasi untuk membungkam radar musuh. Rudal AAW pespur pencegat saat ini baik barat maupun timur masih belum mampu digunakannya untuk mengintersep rudal anti radiasi yg biasanya melaju hingga Mach 4,5. Bahkan andaikan mampu sekalipun, waktu yg dibutuhkan pilot dari menerima alarm Scramble hingga menerbangkan pesawat ke angkasa butuh waktu 3-5 menit, tergantung dari pengalaman yg dimiliki oleh tim. Jadi, masih akan tetap susah. Pespur pencegat baru take-off, rudal anti radiasinya udah keburu mengenai radar dan komando hanud kita malah.

        •  

          https://en.wikipedia.org/wiki/S-400_missile_system

          One system comprising up to 8 divisions (battalions) can control up to 72 launchers, with a maximum of 384 missiles[48] (including missiles with a range of less than 250 km (160 mi))

          A regular S-400 battalion consists of at least eight launchers with 32 missiles and a mobile command post.

          •  

            Bung Yuli, sebanyak apapun rudal dan peluncur yg dimiliki, kalo radar dan mobil komando S-400/500 udah hancur ya tetap aja percuma. Ibarat orang kalo mata dan otaknya udah dilumpuhkan, akan bisa dg mudah dikalahin walopun dia bawa Minimi sekalipun.

        •  

          itu s400 sudah dirancang utk mendeteksi emisi kecil ke setiap peralatan tempur yg masih menggunakan radar & IR berati jika rudal AGM-88E AARGM masih menggunakan pemandu radar & IR? bearti sangat mudah diintersep, blm lg pespur nya dgn mudah diintersep rudal s400

          hahhahaaaa

          •  

            Makanya Ente pahami dulu komentar Ane. Cari tau dulu apa itu Suppression of Enemy Air Defenses (SEAD) baru komentar.
            Emangnya S-400 bisa nembak rudal yg mau Dateng kalo udah kepancing buat nembakin semua rudalnya? Kalopun ada yg kena intersep dari Buk-M3 atau Pantsir, tetap aja radar dan mobil komandonya bakal kena rudal anti radiasi juga.

          •  

            itukan cuma bumbu²nya saja supaya laris, tapi faktanya itu rudal masih menggunakan radar yg sudah pasti mudah ditandai & bakalan diintersep, kalau itu rudal tdk menggunakan pemandu radar? jadi menggunakan apa, apakh menggunakan sms atau memggunakan email atau menggunakan waths up utk menuju target?,

            klu menggunakan ir mmng tdk mengeluarkan emisi yg hanya trdeteksi dari material body & laju terbangnya trmasuk emisi gas buangnya, tapi pespur yg menggunakan radar ir harus terbang lebih dekat ke yg ditargetnya, loe kan tau juga klu pespur trbang dijarak dekat ke s400 bakalan jadi puing puing itu pespur kebanggaan ariev w

            hahhaahaaaa

      •  

        Apa ada Cara lainnya buat melumpuhkan S-400/500. Ada sih, tembakin aja ratusan rudal JASSM-ER dan Strom shadow dari jarak aman. Itu kalo anggaran militer dan jumlah rudal yg dipunya banyak kayak USA atau UK.
        Cara murah lainnya?? Serbu pake ratusan drone kayu atau mini drone yg bisa terbang subsonik dan dibuat serangan Kamikaze. Mungkin puluhan drone bisa dilumpuhkan, tapi kalo ada ratusan ya pasti bisa jebol juga tuh hanud berlapis. Wulung pun bisa dipake.

        Cara yg lainnya??
        Mungkin bisa pake pasukan khusus berani mati buat membungkam radar dan mobil komandonya.

        •  

          Ane yakin kalo sekelas Kopassus, Kopaska, Kopaskhas bisa kok melumpuhkan S-400/500. Apalagi Navy SEAL dan SAS. Spetnaz mah kecil. Hhhhhhhhhh

          •  

            Konyol… kalau memang seperti itu, pasti Assad sudah mati dari dulu2… atau Saddam Hussein tidak perlu menghancurkan Irak untuk menangkapnya… atau seperti di Libya yang senasib dengan Irak…
            Pasukan kusus itu masih memiliki kelemahan, salah satunya adalah ketika melawan sistem pertahanan yang kuat… jangan samakan dengan di Film, toh ketika Serbia merontokan F-117, tidak ada pasukan kusus yang dikirim untuk menghancurkan sistem pertahanan rudal Serbia…
            please deh, ga usah aneh2… kembalilah ke bumi, dan gunakan saja logika yang membumi… jangan logika Hollywood

          •  

            Bung Yuli,. membunuh pemimpin dg pasukan khusus saat terjadi perang modern belum tentu akan meruntuhkan garis komando musuh, jadi buat apa membunuh pemimpin musuh pake pasukan khusus. Kan yg Ane bilang pasukan khusus hanya dipake buat melumpuhkan kompleks hanud musuh. 1 kompleks hanud biasanya dioperasikan oleh 300-600 pasukan, tapi gak semuanya memiliki kemampuan bertempur individu/kelompok yg mumpuni. Biasanya mereka akan ditemani oleh infanteri darat. Nah, kondisi di Suriah belum tentu hanud mereka dijaga oleh pasukan elit makanya ada kans untuk melumpuhkan dg serangan khusus. Tapi ya itu tadi, resikonya juga besar kalo rencananya atau posisinya ketahuan musuh. Makanya ada kemungkinan besar untuk menggunakan pasukan khusus untuk melumpuhkan radar dan komando hanud musuh.

        •  

          Drone kayu ga semua mesti dirontokan dengan rudal atau dengan tembakan… Russia memiliki Krasukha… dan sistem jamming Russia sangat terkenal kemampuan dan ketangguhanya…
          Ingat saja, serangan pertama USA ke Suriah dengan 59 rudal Tomahawk… hanya 23 yang nyampai sasaran… apakah yang 36 itu nyasar dan eror??? bukankah ada sistem jamming juga yang dimiliki Russia???
          Dari 100 rudal lebih yang ditembakan ada 2 yang masih utuh… apakah itu karena rudalnya eror??? mungkin kena jamming seperti kasus drone sehingga eror dan jatuh utuh…
          Tetapi dari cara berperang USA dari era perang dunia, memang bisa dengan gampang kok di pahami cara pemikiran bung Agato… serangan masif, kalau perlu seluruh rudal milik USA digunakan untuk menghancurkan sistem pertahanan S-400… yang konyolnya, S-400 adalah sistem pertahanan mobile, bisa dipindah dan bisa di persiapkan dalam waktu singkat…
          S-400 bisa diintegrasikan dengan sistem pertahanan lain yang lebih pencek jangakuanya sehingga menjadi payung pertahanan yang rapat…
          Ingat dari 100 lebih rudal untuk menyerang Suriah, 70% rontok hanya oleh sistem pertahanan yang lebih kuno dan Pantsir yang paling modern… mau bukti apalagi???

          •  

            Kuantitas kadang bisa mengalahkan kualitas, Bung Yuli yg RF pasti paham hal itu kan, karena Rusia Sendiri pernah menerapkannya saat PD 2 dan perang dingin. Drone kayu tetap akan sangat menguntungkan kalo digunakan dalam jumlah yg sangat masif, apalagi karena biaya pembuatannya yg murah. Jammer sekalipun butuh daya yg besar dan bila digunakan secara maksimal terus menerus maka akan membuatnya cepat down.

            Asal tau aja Bung Yuli, serangan rudal kedua USA dan sekutunya itu terlalu sombong karena tidak mematikan dulu hanud Suriah. Padahal hanud Suriah yg sudah kuno itu ternyata diam2 sudah diupgrade oleh Rusia. So, wajar kalo hanud kuno Suriah bisa menangkis banyak serangan rudal Tomahawk. Apalagi Rusia bantuin ngejamming lebih dulu.

          •  

            “Asal tau aja Bung Yuli, serangan rudal kedua USA dan sekutunya itu terlalu sombong karena tidak mematikan dulu hanud Suriah”.

            Wah, ternyata emang bukan bung @Agato namanya klo tidak merasa lebih pintar dari siapapun, termasuk dari para perencana strategi militer AS 😆 hehehe

            Menurut saya bung @Agato, tidak mengerti, sebenarnya hanud tersebut sudah menjadi bagian dari target pasukan gabungan AS, Inggris dan Prancis selain 3 target utama, itulah sebabnya kenapa 30% serangan udara berhasil mengenai gedung-gedung sebab fokus hanud Suriah terpecah untuk partahanan diri dan ketiga gedung.

            Apa ya sampeyan pikir gedung-gedung tersebut lebih berharga untuk dipertahankan daripada hanud yg menjadi incaran rudal musuh?

          •  

            @Lingkar, coba ditelaah lagi komentar2 Ane. Kalo belum paham, bisa ditanyakan lagi. Daripada salah nangkepnya terus salah komen kan?

    •  

      Ya, itu kalo ada Sugimura Agato nekat yg langsung bawa F-35 mendekat ke S-400. Hancurlah Sugimura Agarto beserta burungnya . . . .. . . . . .

  3.  

    panasboy mulai gelisah….klo hanud sembahannya bisa ditaklukkan….hahahaha

  4.  

    Udahlaaa Indonesia segera borong S400

    •  

      Ya, itu kalo burung Sugimura Agato yg melayang, kalo puluhan burung Sugimura Agato melayang ya wassalam tuh radar dan mobil komando AGM-88E atau bahkan AGM-88C sekalipun, AGM-88B kebawah lewat lah. Hhhhhhhhhh Aaaaaaah burung Sugimura Agato memang nikmat. . . . . .

  5.  

    Penciptaan yg sia-sia. Menghabiskan biaya hanya utk rudal unyu2 spt ini. Terlihat AS mulai frustrasi menghadapi S-400 Rusia. Rusia tdk akan khawatir dng keberadaan rudal ini.

    Rudal ini akan rontok sebelum menyentuh komplek rudal S-400, karena akan dibungkam dng Buk-M3 serta Pantsir yg selalu mengawal komplek Arhanud S-400.

    •  

      Ya, itu kalo 1 rudal yg melayang, kalo puluhan rudal AGM-88E yg melayang ya wassalam tuh radar dan mobil komando S-400 atau bahkan S-500 sekalipun, S-300 kebawah lewat lah. Hhhhhhhhhh

      •  

        Puluhan rudalpun masih blom bisa menembus komplek arhanud S-400. Ini rudal blom ditembakan, pespur pembawanya yg jadi korban duluan. One kill shoot kata Carin….betul toh…betul toh….hehehe

        Jika satu pespur F-35 maksimal hanya mampu membawa 4 unit rudal ini pd weaponbaynya, maka utk membawa puluhan rudal harus mengerahkan minimal 10 unt pespur F-35. Dan itu artinya sama dengan membuang dolar sebelum fungsinya berjalan. Krn tak akan pernah sempat menyentuh komplek hanud S-400.

        •  

          Udah Ane jawab diatas, bung Ruskye.

          •  

            Saya masih tidak paham dengan cara berpikir bung Agato yang menggunakan rudal JASSM/SCALP/STORM SHADOW untuk menyerang sistem pertahanan S-400…
            Sederhananya saja yang terjadi di Suriah… yang diserbu dengan puluhan Tomahawk (66) JASSM (19) Storm (8) Scalp (3 versi naval dan 9 versi pespur)…
            Dengan sistem pertahanan acak kadut, bahkan bung Agato dan bung APP jelas menyatakan Suriah hanya memiliki Pantsir-S1 yang paling modern saja bisa merontokan 70 an rudal itu…
            Ini kenyataan looo dan sudah terjadi, bahkan belum melibatkan S-400 atau S-300…

          •  

            Bung Yuli, yg Ane bicarakan itu adalah strategi/taktik tempur udara untuk melumpuhkan hanud musuh dg menghancurkan situs radar dan mobil komando musuh atau yg di barat dikenal sebagai Suppression of Enemy Air Defenses (SEAD)
            https://en.wikipedia.org/wiki/Suppression_of_Enemy_Air_Defenses

            Lah, diskusi Ane dg Bung Ruskye kan soal bagaimana rudal anti radiasi AGM-88E dipake buat melumpuhkan kompleks hanud S-400 yg sudah tergabung dg hanud menengah dan pendek lainnya seperti Buk-M3 dan Pantsir.

            Kalo yg terjadi di Suriah itu pasukan USA dan Barat terlalu sembrono meremehkan hanud tua Suriah yg udah diupgrade Rusia. Itulah kenapa gagal.

            Lagian kan dari awal ane gak bilang kalo Suriah hanya punya Pantsir aja. Kan mereka punya Buk-M, S-200, SA-75 Dvina dsb yg udah diupgrade.

      •  

        keliatan sekali rudal Sugimura Agato mulai loyo…..

  6.  

    Kesimpulanx Indonesia Tdk Berminat S-400 Tetap NASAM 2 Yg di Pilih TNI,

    Dukung
    #Jokowi2Periode
    #Jokowi2Periode
    #Jokowi2Periode
    #Jokowi2Periode
    #Jokowi2Periode

  7.  

    Ya, itu kalo burung Sugimura Agato yg melayang, kalo puluhan burung Sugimura Agato melayang ya wassalam tuh radar dan mobil komando AGM-88E atau bahkan AGM-88C sekalipun, AGM-88B kebawah lewat lah. Hhhhhhhhhh Aaaaaaah burung Sugimura Agato memang nikmat. . . . . .

  8.  

    Kesimpulanx Indonesia Tdk Berminat NASAM Tetap S-400 Yg di Pilih TNI,
    Dukung
    #menghisap burung Ariev Wahyuni2Periode
    #menghisap burung Ariev Wahyuni2Periode
    #menghisap burung Ariev Wahyuni2Periode
    #menghisap burung Ariev Wahyuni2Periode

  9.  

    Kesimpulanx Indonesia Tdk Berminat NASAM Tetap S-400 Yg di Pilih TNI,
    Dukung
    #menghisap burung Ariev Wahyuni2Periode
    #menghisap burung Ariev Wahyuni2Periode
    #menghisap burung Ariev Wahyuni2Periode
    #menghisap burung Ariev Wahyuni2Periode

  10.  

    panasnya Apaluh petantang petenteng boy mulai gelisah….klo Rudal AGM -88E sembahannya bisa ditaklukkan….hahahaha

  11.  

    Jangan2 rudal ini nanti kayak f35, cuma menang di kampanye ajah

    😎 huehuehue

  12.  

    Paling efektif melumpuhkan baterai s400 bukan dr udara ttp serangan dari darat atau laut: sabotase atau hantaman mortir dan meriam. Rudal dan pesawat pasti dibabat habis oleh s400

  13.  

    Hla memangnya sistem pertahanan itu visible??? jelas karena S-400 mobile, maka akan dilakukan kamuflase dan juga akan mendapatkan kontrol pertahanan pada radius yang jelas aman… pengawasan ketat pada area radius tertentu dan tentu saja reaksi responsif ketika terjadi sebuah serangan… itu pernah dan sudah dialami Russia di Suriah

    •  

      S-400 gak akan ketahuan posisinya kalo radarnya gak dinyalakan. Kalo gak dinyalakan sama aja lagi gak aktif. Radar hanud harus dinyalakan untuk bisa mendeteksi berbagai ancaman yang datang. Nah, itulah yg dimanfaatkan oleh pasukan USA dan sekutunya dg cara menggunakan radar pasif, artinya mereka akan mendeteksi sumber gelombang sinyal radar yg dipancarkan oleh radar hanud S-400.

      Caranya? Caranya sama dg seismograf mendeteksi arah pusat gempa Dengan memanfaatkan gelombang gempa. Pasukan USA akan mengirimkan beberapa pespur Siluman dan terbang dari berbagai arah, dengan mencatat waktu kedatangan dan getaran gelombang radar yg dipancarkan maka akan dengan mudah menentukan posisi radar S-400 yg kemudian akan dikonfirmasi dg satelit rekon. Gitu Bung Yuli, semoga paham.

      •  

        Nah saya kan informasikan kalau sistem pertahanan S-400 itu mobile… dan bukan sebagai platform yang diam… tetapi bisa bergerak dengan aktif…
        Itulah yang dilakukan oleh Serbia kala itu… mereka selalu bergerak, dan melakukan sistem on off untuk menghindari terlacak… dan itulah mengapa sistem pertahanan Russia cenderung bukan berupa sistem pertahanan diam, karena ketika suatu sistem pertahanan berpindah2 itu akan membingungkan pihak yang menjadi lawan…
        Pespur Siluman itu hanya siluman dari depan dalam sudut tertentu, pada sudut yang lain akan mengalami degradasi sistem silumannya… dan akan riskan mengirim pespur siluman ketika menghadapi sistem pertahanan yang komplek dan rapat dimana tidak hanya terdiri dari satu sistem tetapi beberapa sistem dengan posisi yang saling mengcover…
        Dan konyol kalau hanya membahas sistem pertahanan yang seolah tidak di dukung oleh sistem pertahanan lain… bahkan sistem pertahanan akan memiliki dukungan yang sangat kuat sehingga sangat sulit untuk menembusnya…
        Ingat saja, Russia sangat terkenal dengan kemampuan sistem jammingnya…

  14.  

    Klo aku sih.. belajar dari pengalaman saja.. mulai dari perang vietnam sampai yang terbaru di suriah.. peralatan perang om russie selalu lebih unggul dari mamarika.. hhhhh

  15.  

    Ada gitu yg cara pandangnya masih primitif.. kalo ngelihat rudal penakluk ga ush mikir soal mamarika atopun rukies… soalnya kemampuan s400 n s500 itu blm prnah ditest scr gamblang n fair… jdi tentu aja perushaan north-gruman jg bisa menampilkan penakluk… ibarat kata s400 500 racun n rudal agm88e penawar racun

 Leave a Reply