Jan 102019
 

Sistem rudal Patriot AS ditempatkan di Pangkalan Militer Turki © US Army via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Setelah sistem rudal Patriot PAC-3 Arab Saudi berulang kali dan terus meleset dalam menangkis serangan pemberontak Houthi, pabrikan AS memutuskan untuk menengadahkan kembali wajah dan pamor PAC-3, seperti dilansir dari laman Press TV pada hari Senin, 7 Januari 2019.

Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Program Pemantauan Kebijakan Keamanan dari Pusat Kebijakan Internasional baru-baru ini, mengatakan bahwa AS menyetujui peningkatan sistem pertahanan rudal Arab Saudi senilai $ 195 juta. Keputusan ini dibuat oleh AS di bulan Desember 2018, Departemen Luar Negeri AS menyetujui dan memberi tahu kepada Kongres tentang penjualan rudal itu.

Berdasarkan perjanjian tersebut, sistem pertahanan rudal Patriot PAC-3 Arab Saudi akan di tingkatkan hampir setara sistem rudal baru, lengkap dengan radar, elektronik, perangkat lunak dan teknologi pengendalian tembakan generasi selanjutnya.

“Sistem rudal baru membantu PAC-3 mencapai ketinggian dan jangkauan yang lebih luas. Upaya modernisasi Patriot kami telah mengurangi ukuran peralatan dan memperbarui keandalan dan ketersediaan. Fitur pemeliharaan, kecepatan pemrosesan yang lebih cepat, papan utama yang lebih kecil serta peningkatan komando dan kemampuan kontrol”, kata perwakilan pabrikan AS.

Sistem rudal pertahanan udara MIM-104 Patriot Angkatan Darat AS di Kuwait © US Army

Paket upgrade khusus untuk Arab Saudi dari AS adalah demi meningkatkan kemampuan sistem untuk mengatasi ancaman dari rudal dan roket Houthi dan musuh lainnya. Setelah memutakhirkan radar AN/MPQ-53, sistem akan membantu kompleks anti-pesawat Patriot PAC-3 Saudi punya kemampuan membunuh target dengan akurasi yang hampir absolut.

Dalam komponen sistem PAC-3, radar AN/MPQ-53 bertanggung jawab mengendalikan dan mengatur seluruh kemampuan operasional dari kompleks Patriot, dan kendaraan komando AN/MSQ-104 dengan perangkat komunikasi, komputer data terminal disamping beberapa aksesoris lainnya. Setelah di modernisasi, AN/MPQ-53 dapat secara bersamaan mengambil banyak tugas seperti berburu, mendeteksi, mengenali, mengejar, mengunci target, luncurkan misil dan peperangan elektronik.

Setelah dimutakhirkan sistem ini juga dapat menangkap target dengan cepat, akurasi tinggi, plus jarak jauh. Target udara umum hampir mustahil untuk melewati mata AN/MPQ-53. Tidak hanya itu, fitur luar biasa lainnya dari sistem radar ini adalah dapat mengubah sinyal menjadi bentuk digital, memungkinkan penggunaan komputer mengontrol mode operasi.

Selain itu, radar AN/MPQ-53 juga menerima sinyal pengintaian dari satelit serta pesawat peringatan dini yang memberikan informasi untuk membantu sistem rudal anti-pesawat PAC-3 Arab Saudi menghancurkan target yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

Ilstrasi peluncuran rudal © Tech. Sgt. James D. Mossman via Wikimedia Commons

Persetujuan AS untuk meningkatkan PAC-3 Arab Saudi dengan fitur tertinggi dievaluasi oleh para ahli sebagai tindakan “pemadaman kebakaran” dan membantu senjata AS menghindari skandal. Karena sebelumnya, sistem Patriot PAC-3 Arab Saudi telah berulang-ulang gagal menjatuhkan targetnya, padahal sistem pertahanan udara tersebut hanya harus berurusan dengan rudal dan roket dari pasukan Houthi di Yaman yang kurang canggih.

Dan lebih penting lagi, AS tidak ingin kehilangan pelanggannya di Timur Tengah. Diketahui bahwa pada tahun 2017, Washington menandatangani kontrak senjata yang berbeda dengan total lebih dari $ 100 miliar dengan Riyadh.

Oleh karena itu, tanpa modernisasi sistem Patriot PAC-3 Arab Saudi untuk meningkatkan efisiensi tempurnya, senjata AS secara bertahap akan kehilangan kredibilitas dan pamornya tidak hanya di Riyadh tetapi juga secara negatif mempengaruhi keputusan pelanggan untuk membeli senjata buatan Amerika Serikat.

Bagikan:

  14 Responses to “AS “Meradang” Karena Tembakan PAC-3 Saudi Luput”

  1.  

    Yang senang dengar masalah ini…mungkin adalah turkey…
    Sekarang ini turkey punya Alasan untuk Tidak beli missile patriots Dan ….bisa Beli S300/400.

  2.  

    nangkis apaan , rudal haouty?

  3.  

    Suriah bahkan belum memiliki S-300 untuk menangkis rudal2 canggih dari koalisi USA-UK-FRANCE…

  4.  

    Ini ya? rudal yg suka berbalik menghantam tuan rumah nya sendiri itu … 😀

  5.  

    “sistem Patriot PAC-3 Arab Saudi telah berulang-ulang gagal menjatuhkan targetnya, padahal sistem pertahanan udara tersebut hanya harus berurusan dengan rudal dan roket dari pasukan Houthi di Yaman yang kurang canggih.”

    kebodohan apalagi yang hendak kau junjung wahai yankee fanboys? 😆 😆

  6.  

    Target udara umum hampir mustahil untuk melewati mata AN/MPQ-53

    Nyatanya sebaliknya, yang digembor gemborkan tercanggih ternyata lawan yang abal abal keok
    Apa mungkin yang dijual ke arab saudi itu versi downgrade full ya dan asu hanya menginginkan keuntungan berlebih dari warga timur tengah dengan menjual sistem hanud abal abal versi super kw 3 downgrade full

  7.  

    Ah…yg beli juga ngak merasa ketipu,lumayan fersi import,,melessset,klau yg upgrade? semua diperbantukan.

  8.  

    Sandiwaranya AS, tawarkan yg low grade, cuci gudang stok lama,,,,padahal itu produk gagal

  9.  

    Ternuata tidak Battle Proven

  10.  

    siapa yg menguasai media, maka opini manusia pun mudah dikibuli …
    Amrik cs jelas menguasai media dunia, apapun bisa dibikin berita kecap nomor satu, soal hasil akhirnya positif atau negatif … itu urusan belakangan, yg penting produk laku jadi duit.

  11.  

    coba nama rudalnya ditambahin
    rudal patriot proklamasi.pasti moncer nih barang