Jan 122019
 

Pangkalan udara Al-Tanf militer Amerika di Suriah © Rodi Said via Reuters

Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) pada hari Jumat menyatakan bahwa militer Amerika telah menghapus beberapa perangkat keras militer dari Suriah.

“Saya dapat mengkonfirmasi perpindahan peralatan dari Suriah. Untuk alasan keamanan, saya tidak akan memberikan perincian lebih lanjut saat ini”, kata pejabat itu seperti dikutip kantor berita AFP.

Pernyataan itu muncul setelah CNN mengutip seorang pejabat administrasi Trump yang mengetahui situasi yang mengatakan bahwa “beberapa kargo [AS] telah pindah” dari Suriah.

Sementara itu, koalisi pimpinan-AS dilaporkan telah mengumumkan bahwa penarikan pasukan AS dari Suriah telah dimulai.

Perkembangan yang dilaporkan mengikuti laporan yang diterbitkan oleh situs web berita yang berbasis di London Middle East Eye tentang usulan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton untuk menarik pasukan Amerika dari posisi dekat perbatasan Irak dan Yordania, yang dipandang sebagai benteng terhadap dugaan kubu Iran di Suriah.

Middle East Eye mengutip seorang pejabat Turki yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa Bolton menyerahkan dokumen itu kepada para pejabat Turki dan mengunjungi Ankara awal pekan ini untuk membahas rencana penarikan pasukan AS. Para pejabat AS tidak mengomentari laporan itu.

Sebelumnya, Bolton dilaporkan memberi tahu para pejabat Turki bahwa artikel Presiden Recep Tayyip Erdogan baru-baru ini tentang penarikan pasukan AS adalah salah dan ofensif.

Dalam sebuah karya yang diterbitkan oleh The New York Times pada 7 Januari, Erdogan menggambarkan langkah Trump untuk menarik pasukan AS dari Suriah sebagai “panggilan yang tepat”, tetapi mencatat bahwa penarikan itu harus direncanakan “dengan hati-hati”.

Sebelumnya, Erdogan, ketika mengomentari pernyataan Bolton mengenai kemungkinan operasi Turki melawan pasukan Kurdi, mengkritiknya dengan mengatakan bahwa Turki tidak akan pernah bisa kompromi mengenai masalah milisi YPG Kurdi, karena, menurut presiden, mereka tidak pernah benar-benar berperang melawan ISIS.

Perkembangan itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump men-tweet bahwa langkahnya untuk menarik pasukan Amerika dari Suriah benar, dan bahwa militer AS akan kembali ke rumah “dengan kemenangan” atas ISIS.

Pada 19 Desember, Gedung Putih mengumumkan rencana untuk menarik sekitar 2.000 tentara AS dari Suriah dalam beberapa bulan ke depan, suatu langkah yang diklaim Trump dapat dijelaskan oleh fakta bahwa pasukan Amerika telah melaksanakan tugas mereka melenyapkan ISIS di negara Arab.

Sumber: Sputnik News

Bagikan:

  One Response to “AS Mulai Tarik Perangkat Keras Militer dari Suriah untuk ‘Alasan Keamanan’”

  1.  

    Sulit bagi USA untuk tetap bertahan tanpa bersinggungan dengan tentara Suriah… dan jika itu terjadi maka akan terjadi pergeseran eskalasi perang… pada situasi itu jika USA terpaksa mundur maka akan sulit menarik alat2 beratnya, dan bisa jadi itu akan menjadi hadiah gratisan bagi Suriah + Russia…