Mar 172019
 

F-16 Taiwan (foto:CommonWikipedia)

JakartaGreater.com – Pemerintahan Trump telah menyetujui penjualan puluhan pesawat tempur F-16 baru ke Taiwan, penjualan pesawat tempur tersebut tercatat sebagai yang terbesar dalam waktu 30 tahun terakhir.

Keputusan penjualan hingga 66 pesawat tempur F-16V dengan perkiraan biaya sebesar US$ 13 miliar tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat, kata pejabat administrasi yang akrab dengan diskusi pembelian tersebut.

Keputusan penjualan jet tempur F-16V ini berbanding terbalik dengan Pemerintahan Obama yang menolak pembelian Taiwan untuk pesawat tempur F-15C / D karena kekhawatiran akan membuat China kesal. Pemerintahan George W. Bush juga memblokir penjualan F-16 karena tidak mau membuat marah Beijing.

Penjualan jet tempur ini adalah bagian dari kebijakan garis keras administrasi Trump kepada China. Tahun lalu, Presiden Trump menandatangani undang-undang yang mengizinkan kunjungan tingkat tinggi AS ke Taiwan dalam jumlah yang lebih besar.

Penjualan persenjataan kepada Taiwan dilakukan di bawah Undang-Undang Hubungan Taiwan 1979 yang memberi wewenang kepada Amerika Serikat untuk menyediakan senjata pertahanan diri kepada Taiwan untuk melawan setiap serangan dari Tiongkok.

Penjualan terakhir 150 pesawat tempur F-16A / B dilakukan pada tahun 1992 hingga 1999 di bawah pemerintahan Presiden George H.W. Bush. Seperti halnya penjualan pesawat tempur pada tahun 1992, penjualan tersebut dikhawatirkan akan mengecewakan Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan bukan negara merdeka.

Tiongkok kerap memprotes penjualan persenjataan kepada Taiwan dan menyebutnya sebagai campur tangan urusan dalam negeri China dan merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan Tiongkok.

Laporan Pentagon 2018 tentang militer Tiongkok menyatakan bahwa keseimbangan militer bergeser menguntungkan Tiongkok. Dalam hal kekuatan udara, antara tahun 2016 dan 2017 Cina menambah 130 pesawat serang dan pembom, meningkatkan jumlahnya dari 400 menjadi 530.

Pabrikan F-16V, Lockheed Martin, menggambarkan fighter F-16V sebagai pesawat tempur generasi keempat dengan teknologi paling canggih didunia.

Kelebihan utamanya adalah pada radar Active Electronically Scaned Array (AESA), sebuah sistem avionik canggih. Fitur lain termasuk kemampuan membawa persenjataan rudal canggih, pod penargetan Sniper dan navigasi GPS presisi.

Militer Taiwan telah mengatakan selama lebih dari 10 tahun sangat membutuhkan pesawat tempur baru untuk menggantikan pesawat tempur F-16 yang tua untuk meningkatkan kekuatan udara.

Seorang pejabat militer Taiwan mengatakan pada bulan Desember 2009 bahwa jet tempur sangat dibutuhkan Taiwan karena telah kehilangan 10 pilot dalam kecelakaan pelatihan akibat menerbangkan pesawat tempur yang sudah tua.

“Pilot kami tidak keberatan mati dalam pertempuran, tetapi mereka tidak ingin mati dalam kecelakaan pelatihan karena pesawat yang terlalu tua,” kata pejabat itu.

Freebeacon.com

.

  One Response to “AS Mungkin Setuju Jual F-16V kepada Taiwan”

  1.  

    Patut dicontoh.. pilot fighter tidak takut mati dipertempuran tp takut mati menerbangkan pesawat tua