JakartaGreater.com - Forum Militer
Jun 302017
 

F-22 Raptor (Pixabay.com)

Di saat kemampuan pesawat tempur siluman F-35 masih belum meyakinkan, Angkatan Udara AS tampaknya berfikir untuk bisa memaksimalkan masa tugas F-22 Raptor hingga tahun 2060. Lebih dari 60 tahun sejak F-22 pertama kali terbang.

Memiliki 187 unit F-22 Raptor dengan sebagian besar diantaranya masih siap operasional, USAF akan memaksa operasional F-22 Raptor hingga 43 tahun ke depan. Hanya yang menjadi pertanyaan, masih mampu dan relevankah teknologi F-22 hingga tahun 2060?

F-22 Raptor dirancang memiliki usia terbang hingg 8000 jam, dan apabila diharuskan terbang hingga tahun 2060, dengan penguatan struktur dan perpanjangan usia hidup berarti Raptor harus terbang hingga 15.000 jam terbang, hampir dua kali lipat dari seharusnya.

Dan untuk tetap memiliki keunggulan teknologi dari pesaingnya, F-22 harus mendapatkan upgrade pada sistem radar udara, avionic, hardware komputer baru, sistem datalink, fitur kekebalan serangan elektronik dan peningkatan penggunaan persenjataan terbaru seperti Sidewinder AIM-9X dan AIM-120D AMRAAM.

Berbagi

  9 Responses to “AS Paksa F-22 Raptor Terbang Sampai 2060”

  1.  

    Dan pada tahun 2123 akan ada negara yang membeli F-22 bekas gurun.

  2.  

    Bung diego….. Kalau mo kirim ” artikel ” menapak menuju kemandirian anak negri di berbagai bidang ( pertanian, peternakan, energi listrik, bbm, industri terpadu, dll ) gimana caranya bung ??

    Thanks …. Yudho

  3.  

    Kelak. … Kekuatan ekonomi akan menjadi salah satu benteng pertahanan terkuat …..

    Indonesia. Negara yang sangat kaya SDA , yang didalamnya ada penopang utama teknologi nano prosesor. Bahkan pico prosesor …. Setinggi apapun teknologi yang ada kelak,…. Tetap akan tergantung penuh atas bahan baku utamanya ….. ( emas, platinum, row uranium, dll ) ….. Munculnya nama nama logam baru, hanyalah olah seni teknologi mineral metalurgi saja…… Hnmmmm

    •  

      Tentang ketersediaan bahan material logam atau yang lainnya itu banyak berserak di luar angkasa. Bangsa-bangsa yang berteknologi tinggi yang akan bisa memanfaatkannya untuk mendukung pembangunan peradabannya yang maju. Sedangkan negara yang warganya masih disibukkan dengan pertentangan antar golongan maka negara itu hanya akan jadi penonton yang perlu dikasihani.

  4.  

    mgkin ada yg berfikir pespur ini bakalan di hibahkan, tapi kalo mnrt gw bakal ada perusahaan di mamarica yg sanggup mengupgrade komputerisasi f-22 mjd artifisial intelijen

 Leave a Reply