Apr 112019
 

Jet tempur multi-peran Su-35S Rusia. © Kemenhan Rusia

JakartaGreater.com – Pejabat tinggi AS telah memperingatkan Mesir agar tidak membeli pesawat tempur multi-peran Su-35 Rusia dan rudal udara-ke-udaranya.

Menurut Pejabat AS, Amerika Serikat khawatir melihat pengaruh Rusia yang semakin luas di kawasan Afrika, dan menurutnya senjata dan keterlibatan Rusia tidak memberikan manfaat bagi Mesir, dan akan mendesak Mesir agar berbalik arah ke Barat, ke Amerika Serikat.

Menurutnya, Washington telah menghadapi situasi yang sama dengan Cina, India, dan Turki. Pejabat tersebut menjelaskan bahwa undang – indang Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act atau CAATSA (undang-undang untuk melawan musuh Amerika melalui sanksi) berlaku di Amerika Serikat. Dokumen tersebut memberikan tindakan pembalasan untuk negara-negara yang melakukan transaksi dengan sektor pertahanan atau intelijen Rusia.

“Presiden memandang hubungan baiknya dengan Mesir, saat dia melakukan semua … hubungan AS dengan negara-negara asing … melalui lensa America First dan apa yang menguntungkan kita,” kata pejabat itu.

Pejabat itu mengatakan pemerintah mendorong Mesir untuk mengembangkan lembaga-lembaga demokratis sambil memperhatikan kepentingan keamanan A.S.

Menurut laporan media dalam beberapa pekan terakhir, Mesir akan membeli “lebih dari dua lusin” jet tempur Su-35 dari Rusia. Dikabarkan juga Mesir telah menandatangani kesepakatan senlai US$2 miliar dengan Rusia untuk membeli lebih dari 20 Sukhoi SU-35, serta persenjataannya.

Surat kabar Rusia Kommersant melaporkan pada 18 Maret, akuisisi tersebut akan secara signifikan meningkatkan kekuatan Angkatan Udara Mesir bersamaan dengan pengiriman MiG-29M / M2, yang sedang berlangsung.

Selain itu, Amerika Serikat ingin memperluas kemitraan kontraterorisme dengan Mesir mengingat terorisme tetap menjadi ancaman signifikan bagi stabilitas negara itu, kata seorang pejabat senior pemerintahan dalam jumpa pers.

“Terorisme adalah ancaman yang sangat signifikan bagi stabilitas Mesir, dari Libya, Sinai dan Selatan, sehingga mereka memiliki posisi unik untuk merespons berbagai ancaman di teater itu. Bagi kami, ini adalah kemitraan yang sangat, sangat penting yang ingin kami kembangkan, “kata pejabat itu pada Senin lalu.

Pejabat itu mencatat bahwa Mesir memainkan peran diplomatik yang penting dalam bernegosiasi dengan Hamas, dan berupaya membujuk gerakan Palestina untuk mematuhi persyaratan yang akan membuat mereka keluar dari anggapan sebagai organisasi teroris.
DefenceBlog

 Posted by on April 11, 2019