Mei 282018
 

dok. F-18E Super Hornet US Navy di Suriah. (photo: Staff Sgt. Shawn Nickel via commons.wikimedia.org)

Jakartagreater.com – Amerika Serikat memperingatkan bahwa Amerika akan mengambil langkah yang tegas dan wajar untuk melindungi gencatan senjata di Suriah selatan kalau pasukan Presiden Bashar Assad menyerang pemberontak di sana, dirilis situs voaindonesia.com, 27/5/2018.

Daerah di Suriah bagian barat-daya, antara kota perbatasan Daraa dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, telah muncul sebagai daerah gawat dalam konfrontasi yang lebih luas antara negara-negara yang bersaingan di kawasan itu, Israel dan Iran.

Amerika, Rusia, dan Yordania sepakat tahun lalu untuk mengikutkan Daraa dalam zona peredaan konflik. Tetapi pasukan pemerintah baru-baru ini menjatuhkan selebaran di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak yang memperingatkan bakal diserang dan mendesak laskar agar meletakkan senjata mereka, kata media pemerintah Suriah pada Jumat (25/5/2018).

Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan mereka prihatin oleh laporan-laporan bahwa pasukan Assad sedang bersiap-siap untuk melakukan operasi di Suriah barat daya. Amerika Serikat memperingatakan pemerintah Suriah agar jangan mengambil tindakan apapun yang berisiko memperluas konflik.

Assad telah mengandalkan Rusia, Iran dan kelompok militan Hizbullah Lebanon dalam memerangi pemberontakan terhadap kekuasaan puluhan tahun keluarganya dan memukul mundur pemberontakan ISIS yang muncul dari perang saudara yang sudah berlangsung selama 7 tahun di negara itu. Iran telah mengirim para komandan militer untuk memimpin pertempuran dan mendatangkan milisi-milisi dari seluruh TimurTengah untuk berperang membantu pasukan Presiden Bashar Assad.