Sep 112018
 

Doc. Pangkalan al-Tanf, Suriah (commons.Wikipedia.org)

Jakartagreater.com – Laporan media menyatakan bahwa AS juga telah memperkuat pangkalan militer al-Tanf di Suriah tenggara di tengah peringatan Moskow  kepada Washington tentang rencana serangan Rusia terhadap militan di wilayah tersebut, dirilis Sputniknews.com, pada Senin 10-9-2018.

Pada 10 September 2018, Fars News Agency melaporkan bahwa AS mengirim dua konvoi yang terdiri dari sepuluh truk yang berisi logistik dan peralatan militer ke pangkalan al-Susah di bagian timur provinsi Deir ez-Zor, yang dikuasai oleh Pasukan Demokrat Suriah (SDF). Media itu mengatakan, mengutip sumber-sumber lokal bahwa Washington juga telah mengirim konvoi lain yang terdiri dari 100 truk bermuatan peralatan militer dari Irak ke wilayah Suriah yang tidak ditentukan yang dikendalikan oleh SDF, melalui perbatasan Simalka.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan pada 8 September 2018 bahwa pasukan koalisi pimpinan AS telah mengirim kendaraan yang berisi peralatan logistik dan Hummers untuk memperkuat pangkalannya di sebelah Timur Sungai Eufrat, yaitu pangkalan al-Susah. Menurut SOHR langkah itu bertujuan membantu dalam perang melawan Daesh * di wilayah tersebut.

Media Task & Purpose sebelumnya melaporkan bahwa AS telah mengirim lebih dari 100 Marinir AS untuk memperkuat pangkalan militer di al-Tanf, Suriah. Pasukan yang baru dikerahkan akan mengambil bagian dalam latihan dengan peluru tajam, yang sedang dilakukan untuk menunjukkan “kemampuan untuk menyebarkan dengan cepat, menyerang target dan melakukan eksfiltrasi cepat,” ujar Komando Sentral AS (CENTCOM).

CNN sebelumnya melaporkan, mengutip orang anonim, bahwa latihan itu adalah tanggapan AS terhadap dugaan peringatan oleh Moskow bahwa pihaknya berencana untuk melancarkan serangan terhadap militan yang terletak di dekat pangkalan al-Tanf. Menurut outlet media, Washington akan menggunakan “kekuatan yang diperlukan dan proporsional” untuk melindungi dirinya dan sekutu-sekutunya.

Situasi di Idlib

Perkuatan pangkalan AS di Deir ez-Zor datang di tengah ketegangan antara Washington dan Damaskus mengenai operasi militer yang direncanakan di provinsi Idlib melawan militan. Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan dia menolak serangan ke provinsi itu, yang bisa menyebabkan  “ratusan ribu orang” mungkin menderita.

Gedung Putih berjanji untuk menanggapi “dengan cepat dan tepat” jika Damaskus menggunakan senjata kimia. Selain itu duta besar AS untuk PBB Nikki Haley mengklaim Washington “tahu persis” siapa yang akan menggunakan senjata kimia di Suriah.

Kementerian Pertahanan Rusia telah memperingatkan negara-negara Barat tentang rencana teroris di Idlib yang akan membuat provokasi  dengan menggunakan senjata kimia. Moskow telah mempresentasikan bukti mendasar untuk itu kepada PBB dan OPCW. Rusia yakin para militan akan mencoba menuduh Damaskus melakukan serangan kimia palsu untuk memaksa Barat melancarkan serangan udara terhadap pasukan Suriah.

 

 

Bagikan:

  4 Responses to “AS Perkuat Pangkalan di al-Tanf Suriah Tenggara”

  1.  

    Amerika itu aneh, gak tahu malu, ngapain pula nongkrong di Suriah

  2.  

    Dimana ada kepentingan suriah disitu ada rusia… krn tentara rusia sndiri yg mengatur pengambilan sda, klo usa di suriah tenggara pasti krn request penduduk setempat

 Leave a Reply