Oct 032018
 

Pesawat pembom strategis B-2 SPirit © Dephan AS via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Bom gravitasi nuklir B61-12 telah menyelesaikan tinjauan desain akhir, dan menyiapkan produksinya pada bulan Maret 2020, menurut pengumuman Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) seperti dilansir dari Defense News.

Program perpanjangan-usia B61-12 mengkonsolidasi dan menggantikan varian B61-3, B61-4, B61-7 dan B61-10 yang lebih tua, dalam sebuah langkah yang para pendukung katakan akan memperbarui bagian-bagian senjata tua yang akan menurunkan biaya pemeliharaan. Tinjauan, yang melibatkan tim dari 12 ahli independen ini mempelajari data selama tiga tahun, dan menyatakan bahwa rancangan B61-12 memenuhi standar Departemen Pertahanan AS.

Bom nuklir B-61 buatan AS © Departemen Energi AS via Wikimedia Commons

Senjata nuklir itu disertifikasi untuk pembom B-52 dan B-2, jet tempur F-15, F-16 dan F/A-18 milik Amerika, serta jet tempur Eurofighter Tornado Inggris dan Jerman di bawah perjanjian NATO. F-35 juga direncanakan akan melalui sertifikasi pada senjata di beberapa titik dalam dekade berikutnya.

Kegiatan kualifikasi produksi di pabrik Pantex milik badan NNSA di dekat Amarillo, Texas, akan dimulai pada bulan Oktober 2018, dengan program di jalur untuk unit produksi pertamanya pada Maret 2020, menurut jadwal waktu lembaga. Senjata itu melewati tonggak lain pada bulan Juni, ketika dua desain non-nuklir untuk senjata ini diterbangkan dan dilepas dengan sukses di Tonopah Test Range, Nevada.

NNSA adalah departemen semi-otonom yang merupakan bagian Departemen Energi. Sementara Departemen Pertahanan AS mengelola sistem pengiriman senjata nuklir seperti kapal, pesawat dan rudal. NNSA memiliki pengawasan atas pengembangan, pemeliharaan dan pembuangan hulu ledak nuklir.

Menurut laporan 2016 dari NNSA, program perpanjangan umur akan menelan biaya sekitar US $ 9,5 dalam pendanaan NNSA yang memiliki aplikasi umum pada beberapa sistem senjata, serta perkiraan US $ 1,3 miliar yang telah direncanakan Departemen Pertahanan untuk dibelanjakan pada pengembangan dan pengadaan kit ekor untuk senjata.

Namun, menurut laporan Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) di awal tahun ini, memperingatkan bahwa program B61-12, diantara proyek NNSA lainnya yang sedang kekurangan dana.

 Leave a Reply