Apr 082017
 

Bandara Udara Shayrat (7/4/2017) Kota Homs, Suriah setelah diserang rudal Tomahawk, Amerika Serikat (Mete Sohtaoglu @metesohtaoglu)

New York – Harga minyak bumi berakhir lebih tinggi pada Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah serangan rudal AS ke pangkalan udara militer Suriah, memicu ketidakpastian geopolitik di kawasan kaya minyak.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, bertambah 0,40 dolar AS menjadi menetap di 52,10 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, naik 0,35 dolar AS menjadi ditutup pada 55,24 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Para analis mengatakan tindakan AS baru-baru ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik bisa meluas di kawasan itu dan mempengaruhi produksi minyak mentah.

Harga minyak mentah naik untuk sesi keempat berturut-turut pada Jumat (7/4), menyusul berita serangan rudal AS, dan diperdagangkan mendekati level tertinggi satu bulan pada akhir perdagangan.

Militer AS pada Kamis (6/4) meluncurkan serangan rudal yang ditargetkan pada lapangan terbang militer Suriah, yang merupakan serangan langsung pertama terhadap tentara Presiden Suriah Bashar al-Assad sejak krisis Suriah dimulai enam tahun lalu.

Sebanyak 59 rudal Tomahawk diluncurkan dari kapal perusak USS Porter dan USS Ross di Timur Laut Mediterania pada sekitar pukul 20.40 waktu setempat, dengan target pesawat-pesawat, hanggar, poin bahan bakar minyak, sistem pertahanan udara dan radar Suriah, menurut pernyataan Pentagon.

Antara/Xinhua

Komentar FB :
Bagikan Artikel:
 Posted by at 8:00 pm

  23 Responses to “AS Serang Suriah, Harga Minyak Bumi Naik”

  1. Ada kepentingan menaikkan harga minyak setelah harga minyak amerika anjlok akibat produksi besar-besaran OPEC?

    • sengaja produksi besar2an agar harganya anjlok utk menekan ekonomi rusky agar segra terjadi krisis ekonomi yg berujung pada reformasi pemerintahan terkait crimea dimana ekspor rusky sangat bergantung dengan ekspor minyak dan gas meski mengorbankan ekonomi beberapa negara opec.

      taktik yg sama pernah terjadi dgn uni soviet di tahun 1980an

  2. rusia yg d untungkan dgn harga minyak naik …
    bisa percepat modernisasi alutsita nih

  3. Hm….

  4. Motif dan Prinsip Ekonomi dibalik tindakan Militer ..Strategi bagus yg hanya bisa dilakukan negara2 Veto

  5. Indonesia kapan beli pespur pengganti f5 nih? dunia dalam bahaya…

    • Klo sdh terjadi WW3 2 skuadron SU 35 pun tdk akan ada artinya bung@puyeng..Karena Nuklir sdh bertebangan..yg aman tu lari ke desa yg jarak antara rumah berjauhan karena mustahil satu rudal akan diarahkan pada satu rumah..kan rugi ..hehehe
      Maaf bercanda bung@puyeng..salam

  6. saatnya bensin menyesuaikan…

  7. Kok cuma 59 tomahawk. Tambah lagi biar genap seratus.
    Arahkan saja ketempatnya Asad, biar perangnya cepat usai.

  8. Politik dagelan dunia! PBB hanya kepanjangan tangan AS cs. Sampai kapanpun dunia gak aman selagi belum manut dgn AS dan lobi2 wahyudinya!

  9. Ujung ujung nya masalah HAM = HargA Minyak, padahal warga dunia lebih suka pake gas looh, soalnya lebih bersih, bahkan bisa gratis diperoleh dari tahi sapi, trima kasi warga negara timur tengah karena nenek moyang andalah yg mengajarkan penggunaan kotoran onta sebagai bahan bakar memasak pertama kali, karena di gurun susah sekali mencari kayu bakar

  10. Apakah ASU negara lebih berbahaya d teroris isis

  11. Bersiap sembako naik

Komentar Anda :