Sep 202018
 

Pesawat Tupelov Tu-214ON Angkatan Udara Rusia ยฉ Dmitry Zherdin via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Amerika Serikat telah setuju untuk melakukan sertifikasi pesawat pengintai Tu-214 baru Rusia untuk digunakan dalam kerangka perjanjian tentang Open Skies pada tanggal 24 September, menurut keterangan juru bicara Departemen Luar Negeri AS kepada TASS.

“Pada tanggal 18 September, Amerika Serikat menginformasikan kepada semua negara peserta melalui mekanisme perjanjian resmi bahwa mereka akan menyetujui sertifikasi pesawat Rusia”, katanya.

Departemen luar negeri AS menambahkan bahwa sertifikasi tersebut akan secara resmi dilakukan pada hari Senin, 24 September. “Kami berencana untuk menandatangani Laporan Sertifikasi pada margin dari rapat pleno Komisi Konsultatif Open Skies di Wina pada hari Senin, 24 September”, tambah juru bicara itu.

Tentang Perjanjian Open Skies

Dikembangkan dengan partisipasi aktif Moskow, Perjanjian Open Skies ditandatangani pada tahun 1992 dan mulai berlaku pada tahun 2002. Perjanjian tersebut menetapkan program penerbangan pengawasan udara tanpa senjata ke seluruh wilayah para pesertanya. Penerbangan dan pengamatan dilakukan di wilayah Amerika Serikat, Kanada, negara-negara Eropa dan Rusia.

Tujuan utama rezim Open Skies adalah untuk mengembangkan transparansi, memberikan bantuan dalam memantau kepatuhan terhadap perjanjian kontrol senjata yang ada kini atau di masa depan, memperluas kemungkinan untuk mencegah krisis dan mengelola situasi krisis dalam ruang lingkup Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa dan organisasi internasional lainnya. Selanjutnya, ini dimaksudkan untuk menerapkan rezim Open Skies ke bidang baru, seperti perlindungan lingkungan.

Dalam istilah praktis, perjanjian tersebut memungkinkan negara-negara peserta untuk melakukan penerbangan pengamatan atas setiap bagian dari teritori negara yang diamati untuk memantau kegiatan militer sesuai dengan kuota yang disetujui dari misi tersebut.

Perjanjian Open Skies mengatur prosedur penerbangan observasi, menetapkan mekanisme kontrol atas ketaatannya, menetapkan persyaratan untuk pesawat dan peralatan observasi. Washington telah menuduh Moskow selama beberapa tahun ini melanggar beberapa ketentuan Perjanjian Open Skies. Rusia juga membuat klaim kepada AS terkait dengan implementasi perjanjian.

Tahun lalu, Washington telah mengumumkan pengenaan pembatasan tertentu pada penerbangan pengamatan Rusia atas wilayah AS dalam Perjanjian Open Skies. Moskow segera datang dengan respon tit-for-tat.

Bagikan:

  6 Responses to “AS Setuju Melakukan Sertifikasi Tu-214 Selasa Depan”

  1.  

    Biasanya dilanggar lagi oleh pacar gay nya zionist seperti yang sudah-sudah

  2.  

    Ini kan hasil mengkaji wayang. Inggris terlibat atas kematian raja faisal itu juga permintaan sekjen pbb. Ada dalam pewayangan.

 Leave a Reply