Mei 052019
 

File:U-s-service-members-stand-by-a-patriot-missile-battery-in-gaziantep-turkey.jpg From Wikimedia Commons, the free media repository

Washington, Jakartagreater.com   –   Departemen Luar Negeri AS menyetujui penjualan militer senilai lebih dari $ 5 miliar untuk Sistem Rudal Patriot dan peralatan terkait ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, ujar Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan mengatakan dalam siaran pers, dirilis Sputniknews.com pada Sabtu 4-5-2019.

“Departemen Luar Negeri telah membuat keputusan menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing ke Uni Emirat Arab dari empat ratus lima puluh dua (452) Patriot Advanced Capability 3 (PAC-3) Rudal Segment Enhanced (MSE) dan peralatan terkait untuk perkiraan biaya $ 2,728 miliar, “kata rilis pada hari Jumat 3-5-2019.

Dalam siaran pers terpisah, agensi mengatakan pemerintah AS menyetujui penjualan militer dari berbagai sistem dan peralatan Rudal Patriot ke Bahrain dengan total $ 2,5 miliar.

Rilis itu mengatakan, Bahrain secara khusus membeli 60 Patriot Advanced Capability-3 Missile Segment Enhancement missiles, 36 Patriot MIM-104E Guidance Enhanced Misiles dengan canister, 9 Stasiun Peluncuran M903, lima Grup Tiang Antena, 3 Pembangkit Tenaga Listrik, 2 AN / MPQ-65 Radar Set, dan 2 Stasiun Kontrol Keterlibatan AN / MSQ-132.

Badan pertahanan mengatakan kedua penjualan militer akan melayani kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat dengan membantu sekutu meningkatkan keamanan dan stabilitas mereka di Timur Tengah.

Patriot adalah sistem pertahanan udara jarak jauh, All-Altitude, yang mampu melawan Rudal balistik taktis, Rudal jelajah, dan pesawat terbang canggih.