Nov 112018
 

Mock up F-16 Block 70 di booth Lockheed Martin, Indo Defence 2018, Jakarta.

Jakarta, Jakartagreater.com – Amerika Serikat berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dengan mitra strategis di Indo Pasifik yaitu Indonesia dalam pertukaran teknologi pertahanan.

“Kami siap untuk bertukar teknologi yang banyak ditawarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan bisa bermanfaat untuk Indonesia,” ujar Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Heather Variava saat menghadiri pameran Indo Defense 2018 di Jakarta, Kamis, 8/11/2018, dirilis Antara.

Mock up F-16 Block 70 di booth Lockheed Martin, Indo Defence 2018, Jakarta.

Amerika Serikat dan Indonesia, kata dia, mempunyai kemitraan pertahanan yang kuat.

“Sangat bangga atas fakta bahwa AS merupakan salah satu mitra militer utama bagi Indonesia,” katanya.

Amerika Serikat dan Indonesia telah bekerja sama baik dalam bidang aviasi, pertahanan udara, keamanan laut, bantuan kemanusiaan, maupun bencana.

Mock up F-16 Block 70 di booth Lockheed Martin, Indo Defence 2018, Jakarta.

“Sektor swasta AS juga merupakan komponen penting dalam kerja sama as-indonesia di indo pasifik. Kami percaya bahwa dorongan di sektor swasta itu menjadi salah satu poin strategi penting AS di indo pasifik,” kata dia.

Terkait pameran Indo Defense 2018, Variava menyampaikan apresiasi kepada perusahaan AS yang hadir untuk memamerkan dan menjelaskan produknya yang mereka kerjasamakan dengan Indonesia.

Mock up F-16 Block 70 di booth Lockheed Martin, Indo Defence 2018, Jakarta.

“Saya hadir bersama dengan Wakil Komandan Marinir Amerika Serikat untuk wilayah Pasifik Brigjen Robert B. Sofge untuk melihat langsung perusahaan AS yang berpartisipassi dalam pameran Indo Defense,” ujarnya.

Bagikan:

  27 Responses to “AS Siap Tingkatkan Kerja Sama Pertukaran Teknologi Pertahanan”

  1.  

    sudahku duga bakalan susah dapet transfer teknologi dari AS, harus ada timbal balik transfer teknologi nya juga

    •  

      timbal baliknya yah dlm bentuk aliansi klo mau TOT tapi aksesnya juga ada batasnya.

      lgipula yg sma amati kebijakan luar negeri As soal negara2 maritim asia tenggara menyeimbangkan satu sama lain

      •  

        kalau bentuk aliansi mah kayaknya nggak bisa deh, kan indonesia komitmen negara netral.

        untuk yang menyeimbangkan satu sama lain kayaknya bertentangan sama keinginannya bapak besar yang ingin Indonesia menjadi negara maritim terbesar di dunia

        ya begitulah

        •  

          secara de jure ya tapi de facto ato realitanya akan ada bebrapa common interest…poin2 yg punya tujuan yg sama baik soal keamanan dri dlm maupun luar negeri menyangkut stabilitas kawasan maupun di bidang yg lain.

          lgipula tidak ada jaminan total aliansi dgn As berdampak positif terus karena pengaruh korporatisme yg kuat di dlm politik As sendiri

          klo mau mengaca ke negara netral lain di belahan bumi lain ya bisa dibaca sejarahnya Swedia waktu perang dingin

      •  

        Indonesia tdk membentuk aliansi atau menjadi anggota FPDA tp Non blok pro barat kayak Swedia, krn kta memang ke barat baratan dlm demokrasi

        •  

          tak demokrasi pun bisa kebarat2an seperti meritokrasinya Singapur ato drama demokrasinya Jepang

          klo sya boleh berpendapat ya negara kita memang Test bed demokrasi bgi politisi2 globalis As di tahun 90an sebelum diterapkan di Timteng dlm program tatanan dunia baru mereka, bukannya sya memusuhi demokrasi karena demokrasi memang cocok dgn kita dirunut dari sejarah kita sendiri yg akan selalu terjadi goro2 disetiap perubahan pemimpin.namun tafsir demokrasi kan berbeda berdasarkan perbedaan budaya

          As menginginkan penerapan Demokrasi liberal sedangkan kita punya Demokrasi sendiri berbasis musyawarah, ini yg jadi tembok namun sepertinya kebijakan luar negeri As soal penerapan demokrasi liberal berubah di bawah Trump diliat dari politik domestik As sendiri ketika Media massa menyerang trump dgn sengitnya

  2.  

    Kok Mock up F-16 Block 70 sampe di tampilkan berulang 4x bung Diego.? Seolah sinyal kuat pengadaannya. Tp gak di tahun 2019 bung. Msh 2 tahun lg, jika lancar duitnya.

  3.  

    mitra strategis paling kuat kata si amer.
    gmn ga kuat .saking kuatnya si amer bisa mendikte kita.
    apalagi soal embargo.jgn di tanya lagi deh.
    numero uno.

  4.  

    “Sangat bangga atas fakta bahwa AS merupakan salah satu mitra militer utama bagi Indonesia,” katanya. Kalo beli alutsista k negara laen hrs beli jg dr mami rika… kalo g beli jg dr mami rika akan d EMBARGO…

  5.  

    tidak di embargo asal beli F16 Viper juga , itu syaratnya ..klo tdk salah beli 40 lg

  6.  

    Kepala Penerangan Tentara Nasional
    Indonesia-Angkatan Udara (TNI-AU)
    Marsekal Pertama Novyan Samyoga
    mengatakan kepada IHS Jane dalam
    pameran Indo Defence 2018 di
    Jakarta bahwa UU AS tersebut
    berpotensi memaksa Indonesia
    membeli pesawat tempur Barat.
    Menurut analisa IHS Jane yang
    dikutip Jumat (9/11/2018), jika
    pemaksaan itu terjadi, maka
    pesawat
    tempur F-16 Viper Lockheed Martin
    kemungkinan akan dipilih oleh TNI-
    AU daripada Su-35 Rusia.

  7.  

    Nawarin viper paling? Viper kalau di install radar aesa dan rudal meteor itu sudah bisa ngalahin f35, eh tapi jangan lupa dikasih tambahan radar dan radio dari PT Len biar tambah mantap

  8.  

    Haram dan tak bertuhan klo percaya ASU mau ToT

  9.  

    Gk kebayang kalau alutsista kita semua dari as. Lalu kita punya konflik dengan sekutunya. Apa iya alutsistanta bisa digunakan.

    •  

      kemandirian nasional dg memperbanyak lokal swasta atau bumn itu kuncinya walapun ilmu itu d dpt sekutu atau bkn, utk jangka pendek lobi saja Putin minta perbaikan SU-27/30 TNI dg melibatkan enginer & offset & lisensi di Indonesia

  10.  

    Sekali kena jurus mematikan yg bernama embargo maka kolepslah alutsista TNI dr barat dan sekutunya!

  11.  

    Indonesia masih di jajah

  12.  

    Tetap akan ada embargo kalau beli alutsista dari amerikana, dan ada larangan ini itu demi kepentingan amerikana

    😎

 Leave a Reply