AS Siap Tingkatkan Kerja Sama Pertukaran Teknologi Pertahanan

27
4
Mock up F-16 Block 70 di booth Lockheed Martin, Indo Defence 2018, Jakarta.

Jakarta, Jakartagreater.com – Amerika Serikat berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dengan mitra strategis di Indo Pasifik yaitu Indonesia dalam pertukaran teknologi pertahanan.

“Kami siap untuk bertukar teknologi yang banyak ditawarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan bisa bermanfaat untuk Indonesia,” ujar Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Heather Variava saat menghadiri pameran Indo Defense 2018 di Jakarta, Kamis, 8/11/2018, dirilis Antara.

Mock up F-16 Block 70 di booth Lockheed Martin, Indo Defence 2018, Jakarta.

Amerika Serikat dan Indonesia, kata dia, mempunyai kemitraan pertahanan yang kuat.

“Sangat bangga atas fakta bahwa AS merupakan salah satu mitra militer utama bagi Indonesia,” katanya.

Amerika Serikat dan Indonesia telah bekerja sama baik dalam bidang aviasi, pertahanan udara, keamanan laut, bantuan kemanusiaan, maupun bencana.

Mock up F-16 Block 70 di booth Lockheed Martin, Indo Defence 2018, Jakarta.

“Sektor swasta AS juga merupakan komponen penting dalam kerja sama as-indonesia di indo pasifik. Kami percaya bahwa dorongan di sektor swasta itu menjadi salah satu poin strategi penting AS di indo pasifik,” kata dia.

Terkait pameran Indo Defense 2018, Variava menyampaikan apresiasi kepada perusahaan AS yang hadir untuk memamerkan dan menjelaskan produknya yang mereka kerjasamakan dengan Indonesia.

Mock up F-16 Block 70 di booth Lockheed Martin, Indo Defence 2018, Jakarta.

“Saya hadir bersama dengan Wakil Komandan Marinir Amerika Serikat untuk wilayah Pasifik Brigjen Robert B. Sofge untuk melihat langsung perusahaan AS yang berpartisipassi dalam pameran Indo Defense,” ujarnya.

27 KOMENTAR

        • secara de jure ya tapi de facto ato realitanya akan ada bebrapa common interest…poin2 yg punya tujuan yg sama baik soal keamanan dri dlm maupun luar negeri menyangkut stabilitas kawasan maupun di bidang yg lain.

          lgipula tidak ada jaminan total aliansi dgn As berdampak positif terus karena pengaruh korporatisme yg kuat di dlm politik As sendiri

          klo mau mengaca ke negara netral lain di belahan bumi lain ya bisa dibaca sejarahnya Swedia waktu perang dingin

        • tak demokrasi pun bisa kebarat2an seperti meritokrasinya Singapur ato drama demokrasinya Jepang

          klo sya boleh berpendapat ya negara kita memang Test bed demokrasi bgi politisi2 globalis As di tahun 90an sebelum diterapkan di Timteng dlm program tatanan dunia baru mereka, bukannya sya memusuhi demokrasi karena demokrasi memang cocok dgn kita dirunut dari sejarah kita sendiri yg akan selalu terjadi goro2 disetiap perubahan pemimpin.namun tafsir demokrasi kan berbeda berdasarkan perbedaan budaya

          As menginginkan penerapan Demokrasi liberal sedangkan kita punya Demokrasi sendiri berbasis musyawarah, ini yg jadi tembok namun sepertinya kebijakan luar negeri As soal penerapan demokrasi liberal berubah di bawah Trump diliat dari politik domestik As sendiri ketika Media massa menyerang trump dgn sengitnya

  1. Kepala Penerangan Tentara Nasional
    Indonesia-Angkatan Udara (TNI-AU)
    Marsekal Pertama Novyan Samyoga
    mengatakan kepada IHS Jane dalam
    pameran Indo Defence 2018 di
    Jakarta bahwa UU AS tersebut
    berpotensi memaksa Indonesia
    membeli pesawat tempur Barat.
    Menurut analisa IHS Jane yang
    dikutip Jumat (9/11/2018), jika
    pemaksaan itu terjadi, maka
    pesawat
    tempur F-16 Viper Lockheed Martin
    kemungkinan akan dipilih oleh TNI-
    AU daripada Su-35 Rusia.