Oct 112017
 

Jakartagreater.com – Selain menerbangkan bomber strategis B1-B Lancer ke Semenanjung Korea, Amerika Serikat juga menggeser kapal selam nuklir USS Tucson ke Korea Selatan. Menurut Pacom.mil, kapal selam nuklir ini telah berada di Korea Selatan sejak 10 Oktober 2017.

Bagi banyak kru kapal selam USS Tucson, ini adalah kunjungan pertama mereka ke Korea Selatan. Memiliki panjang 91 meter, kapal selam Tucson merupakan salah satu kapal selam siluman yang paling canggih di dunia. Kapal selam ini mampu mendukung banyak misi, termasuk peperangan anti-kapal selam, peperangan kapal anti-permukaan, pemnyerangan, pengawasan dan pengintaian.

USS Tucson mampu beroperasi di semua samudra di dunia. Tucson adalah kapal selam ke-59 Los Angeles class dan bagian dari 20 kapal selam serang improved Los Angeles-class yang telah dibangun.

Dua belas tabung peluncuran vertikal untuk rudal jelajah Tomahawk dan empat tabung torpedo memberi Tucson kemampuan dan nilai strategis yang hebat. Daya tahan, daya tahan, mobilitas dan responsifnya membuat Tucson menjadi kekuatan yang tangguh dalam berbagai peran misi.

Militer Amerika Serikat (AS) juga menerbangkan dua pembom strategis ke semenanjung Korea sebagai sebuah demonstrasi kekuatan, di saat Presiden Donald Trump bertemu dengan pejabat tinggi pertahanan untuk membahas bagaimana menanggapi ancaman dari Korea Utara.

Dua pembom Angkatan Udara B-1B AS bergabung dengan dua pesawat tempur F-15K militer Korea Selatan, setelah meninggalkan markas mereka di Guam, ujar Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, 11/10/2017, dirilis Reuters.

Setelah memasuki wilayah udara Korea Selatan, kedua pembom melakukan latihan penembakan rudal udara ke darat di perairan lepas pantai timur Korea Selatan, kemudian terbang melintasi Selatan ke perairan berbatasan dengan China untuk mengulang latihan tersebut, kata juru bicara tersebut.

Militer AS mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah bahwa pihaknya melakukan latihan dengan sejumlah jet tempur Jepang setelah latihan dengan Korea Selatan, sehingga ini pertama kali pembom AS melakukan pelatihan dengan jet tempur baik dari Jepang maupun Korea Selatan pada malam hari.

Pembom AS telah lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam. Sebelumnya, 0ada bulan Agustus, Pyongyang mengancam untuk menembakkan rudal jarak menengah ke arah Guam, wilayah Pasifik AS yang sering dijadikan obyek retorika sasaran serangan oleh Korea Utara.

USS Tucson (SSN 770) Amerika Serikat (MA3 Diamond Brown US PACOM)

Sikap Donald Trump

Pada hari Selasa pejabat mengkonfirmasi Donald Trump telah diberitahu oleh para jendralnya mengenai pilihan untuk menanggapi “agresi” Korea Utara.

Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih mengatakan: “Pagi ini Presiden Donald J. Trump bertemu dengan anggota tim keamanan nasionalnya untuk menerima sebuah briefing dari Menteri Pertahanan James Mattis dan Ketua Gabungan Kepala Staf Jenderal Joseph Dunford.

“Pembahasan dan diskusi difokuskan pada berbagai opsi untuk menanggapi setiap bentuk agresi Korea Utara atau, jika perlu, untuk mencegah Korea Utara mengancam Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya dengan senjata nuklir.”

Setelah pertemuan tersebut, AS menerbangkan dua pembom supersonik di atas semenanjung Korea.

Bersiap untuk Tindakan Militer

Menteri Pertahanan Jim Mattis mengatakan pada konvensi tahunan Asosiasi Angkatan Darat AS pada hari Senin, 9/10/2017 bahwa mereka harus “siap” dengan pilihan militer jika diplomasi gagal dengan Korea Utara.

Ketika ditanya apa yang bisa dilakukan militer AS untuk berperang dengan Korea Utara, Mattis tidak menuangkannya atau menawarkan harapan palsu.

“Ada satu hal yang bisa dilakukan Angkatan Darat Amerika Serikat, dan Anda harus siap memastikan bahwa kita memiliki opsi militer yang dapat digunakan presiden kita jika dibutuhkan,” kata Mattis.

Mattis mengatakan bahwa AS saat ini sedang melakukan “usaha secara diplomatis” yang melihat Dewan Keamanan PBB dua kali memberikan suara bulat untuk memberi sanksi kepada Korea Utara, namun dukungan militer masih diperlukan.

“Komunitas internasional telah berbicara, namun bersamaan dengan itu, miliiter AS harus siap siaga,” kata Mattis.

  24 Responses to “AS Siapkan Militer Tunggu Keputusan Trump Soal Korea Utara”

  1. Nasib asu pasti seperti perang vietnam d korut jika tidak main keroyok.

  2. MASIH BARU DIPAMERIN BELUM DIGUNAKAN CUMAN BUAT NAKUT NAKUTIN KORUT GAK NGEFEK GAK NGARUH SOLUSI MILITER SOLUSI TERAKHIR PERANG CUMAN BIKIN SENGSARA SAJA TERUTAMA BAGI KORSEL DAN ASIA TIMUR YANG KONDISINYA LAGI MAJU,EKONOMINYA BISA LANGSUNG KOLAPS BISA BALIK LAGI KE ERA 60an,EKONOMI DUNIA BISA JUGA KENA DAMPAKNYA AMERIKA PASTI GAK MAU EKONOMINYA YANG BARU NAIK DOWN LAGI TRUMP SAMA JONG UN HARUSNYA SAMA SAMA NGALAH BUKANYA BANYAK BACOT KAYAK BOCAH SAJA

  3. Halaaaahhhh omong doang..,trump kim sm2 loser….

  4. perang atau tidak … kita jg musti waspada !!!
    perkuat patroli selat Malaka + seluruh ALKI, kalo jadi perang … lalu lintas laut dan ruang udara NKRI bakal ramai oleh hilir mudik mesin² perang plus logistik bejibun, blom lg kalo jadi perang nuklir … jgn sampai kena rudal nyasar …

  5. Klu bs jgn terjadi perang, nyawa manusia bukan buat mainan! Jong un dan Trumpt aja yg duel diring atau adu panco, ngirit biaya jg bs jd hiburan!he3. Ngalor ngidul bolehkan buat ngilangi jenuh konflik yg gak kelar2!

  6. Mending Trump sama Kim suruh main game Age of Empire saja… suruh adu kemampuan disitu, pasti lebih seru

  7. Sudah terjadi perang urat saraf yang melelahkan Korea Utara Vs Usa dan disini (JktGtr) juga sepertinya sama (perang urat syaraf) koment tengah malam makin asik sambil buka youtube chanel ustd Abdul Somad xixixixiiii

  8. Wah, area uji botol pulpen lagi neh.

    Hhhhhhhhhh

  9. SIAPAPUNN yg ingin perang kita “SIAPIN RING”, nonton aj sambil bawa popcorn, seruuu.. BHUAHAHAHAA

  10. Korut akan mengandalkan Rudal2 dan AD_nya (Tank,Canon,MLRS,PSU dan infantry).AL & AU-nya Pasti kalah.

    • yg kalah itu bukan karena perang atau perbandingan kekuatan senjata. kalah karena nasib belum dikandung badan. alias APES alias NAAS alias KELELET alias KUTU KAMPRET lama tak mandi2 banyak begadang dihutan banyak kutu 😀

      kalau dilihat dari peta kekuatan USA cs diatas segalanya ada Ostali dan Inggris-jepang yg bergabung mungkin juga aliansi FPDA yg konon katanya negara terjaguh didunia dan akherat.

      KORUT cs mengandalkan Rusia dan China, dari kekuatan koalisi ini akan full defensif maka siapa yang APES alias NAAS itu yang kalah dan biasanya yg defensif yang akan memenangi perang asalakan NO NUKE.

  11. Ya kayak gini ini, kelakuan AS, sudah puas bikin porak-poranda Timteng, sekarang mau adu domba dua Korea….memang biang kerok kekacauan dunia ini kalau di cari akarnya, langsung ketemu, AS dan sekutunya.

  12. hahahaha..mana brani bebek nyerang..di suriah aja kalah, di afgan keok, di irak mundur..palagi di korut yang punya nuke..as mah bisa nya cuman ama negara abal abal…
    kalo korut juga ga mau perang, secara ekonomi mreka tergantung dari korsel..hehehe

  13. Lho Kok Cuma SLCM Bukan SLBM Kan Tingkat CEP Dan Blast Yield Tomahawk Gak Ada Apa apanya Ama Trident.

 Leave a Reply