Sep 272018
 

Rudal patriot AS. (U.S. Army via commons.wikimedia.org)

Jakartagreater.com – Militer AS sekarang lebih fokus pada ketegangan dengan China dan Rusia, menurut laporan Wall Street Journal, mengutip para pejabat militer senior, dirilis Sputniknews.com, pada Rabu 26-9-2018.

Amerika Serikat menarik sebagian dari Rudal anti-pesawat dan Rudalnya dari Timur Tengah, Wall Street Journal melaporkan pada hari Rabu 26-9-2018, mengutip staf militer senior AS. Penarikan akan dilakukan bulan depan.

Sebanyak 4 sistem Rudal Patriot akan ditarik dari Yordania, Kuwait dan Bahrain, edisi itu menyatakan, menambahkan bahwa langkah itu pada dasarnya menandai pergeseran perhatian dari konfrontasi militer yang berlangsung lama di Timur Tengah dan Afghanistan, menuju hubungan yang memburuk dengan China dan Rusia, dan kemudian menghadapi ancaman baru dari sana.

Komando Pusat AS telah menolak untuk mengomentari masalah ini, WSJ mencatat.

Media outlet melanjutkan dengan mengatakan bahwa tidak ada rencana untuk menggantikan sistem Patriot di negara-negara Timur Tengah, yang dipandang sebagai penurunan signifikan dalam kemampuan pertahanan di wilayah tersebut karena Rudal digunakan tidak hanya untuk melindungi pangkalan AS di wilayah itu, tetapi untuk memberikan pertahanan bagi sekutu AS.

Sistem Rudal kemungkinan akan dikirim kembali ke Amerika Serikat untuk peningkatan atau perbaikan. Laporan itu menyatakan Rudal itu sudah dinonaktifkan, dengan pembongkaran dijadwalkan untuk Oktober 2018.

Amerika Serikat, sementara itu, tetap berkomitmen untuk keamanan regional dan berkolaborasi dengan sekutunya, menurut komentar oleh Kapten Bill Urban, juru bicara untuk komando di Tampa di kota AS Florida.

Berita itu muncul sehari setelah pidato Presiden AS Donald Trump di Majelis Umum PBB, di mana dia mengatakan bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang mana Kuwait adalah anggotanya, harus mulai berkontribusi secara finansial untuk pertahanan mereka sendiri.

Tidak secara jelas berapa tepatnya jumlah pasukan AS di Timur Tengah, tetapi menurut data Pentagon baru-baru ini, negara itu memiliki sekitar 54.000 orang pasukan di lebih dari selusin negara-negara Timur Tengah dan mengamankan 7 pangkalan militer  dari  negara Timur Tengah tersebut. Daftar negara Timur Tengah  adalah, Mesir, Israel, Lebanon, Suriah, Turki, Yordania, Irak, Kuwait, Arab Saudi, Yaman, Oman, Uni Emirat Arab, Qatar dan Bahrain.

Menurut laporan triwulanan Pentagon tentang kehadiran militer AS di seluruh dunia, yang diterbitkan pada November 2017, jumlah tentara AS dan warga sipil yang bekerja untuk Departemen Pertahanan di Timur Tengah adalah 54.180 orang, naik dari 40.517  orang selama 2 kuartal pertama tahun 2017.

Qatar, terutama, menjadi tuan rumah pangkalan AS terbesar di Timur Tengah – Al Udeid Air Base, yang terletak sekitar 32 kilometer di Barat daya Doha. Diperkirakan 10.000 pasukan AS dikerahkan di daerah tersebut.

  10 Responses to “AS Tarik Sejumlah Sistem Rudal Keluar dari Timur Tengah ?”

  1.  

    Wah kalau maintenance atau upgrade mesti ditarik ke kampung halaman…total disassembly dunk..

    •  

      Lebih baik mengupdate n mereparasi tepat pd waktunya drpd menipu dgn snjata s200 versi update yg pd kenyataannya SENJATA MAKAN VANTAT TUANNYA SNDIRI

      •  

        coba bilang sekali lagi… apa AS mau mengupdate n mereparasi tepat pd waktunya Patriot Arab Saudi dengan membawanya ke AS?

        Anda pasti gak mikir resikonya bagi Saudi bila itu dilakukan serentak, soalnya emng anda itu gak punya ….. 😛

        benci pada Rusia sih boleh tapi jangan komen seperti org tolo’ yg lagi mabok 😆 wkwkwkw

      •  

        Bukanya S-300 tidak dikirim karena lobi yang dilakukan Israel??? dan justru Israel sendiri yang mengangkangi apa yang mereka lakukan… dengan mengumpan pesawat militer Russia karena untuk menghindari rudal S-200???
        Dari apa yang disampaikan oleh militer Russia, jelas kalau serangan S-200 mengarah ke F-16 Israel yang kemudian bermanuver mendekati Il-20 sebagai upaya untuk berlindung, dan berakibat fatal…
        Daripada radar sistem patriot yang dihajar drone Yaman… padahal usaha seperti itu ke pangkalan militer Russia gagal total…

  2.  

    Ini artinya miter USA punya kredibilitas tinggi. Mrk tahu kapan mesti update n reparasi.. beda bgt dg komunis ruskies yg ngasih snjata s200 versi update yg pd kenyataannya SENJATA MAKAN VANTAT TUANNYA SNDIRI

  3.  

    bilang saja takut sm s400.

  4.  

    Ditarik Mungkin kuatir rudal nya nabrak rumah warga kayak di Saudi kale

    😎

 Leave a Reply