Mar 062012
 

Ada satu trik menarik yang dilakukan AS dalam menjual peralatan militer. Amerika Serikat selalu menawarkan satu atau dua langkah ke depan, yang terkadang susah untuk ditolak. Dalam pameran Kedirgantaraan di Singapura, kontraktor utama pembuat pesawat F-35 Lightning II, Lockheed Martin, melirik Indonesia sebagai salah satu negara potensial untuk penjualan pesawat generasi kelima berteknologi stealth tersebut.

Direktur pencarian pelanggan internasional Lockheed Martin, Dave Scott, mengatakan, kepercayaan komunitas internasional terhadap pesawat program Joint Strike Fighter (JSF) itu, makin tumbuh setelah Jepang memutuskan membeli F-35.

Selain Jepang, negara calon pelanggan potensial pesawat berkemampuan mengelak dari deteksi radar itu adalah Korea Selatan, yang sudah mengajukan permohonan proposal penawaran, dan Singapura, yang menjadi salah satu partisipan kerja sama keamanan JSF. Di luar kedua negara itu, Lockheed Martin melihat Indonesia dan Thailand juga menjadi pasar potensial.

“F-35 adalah pesawat pengganti untuk pesawat F-16, F-18, A-10, Mirage, dan pesawat jet tempur generasi keempat lainnya. Jadi, logis jika melihat ke semua basis pelanggan kami yang saat ini mengoperasikan pesawat itu dan mengatakan mereka akan menjadi pelanggan potensial F-35,” tutur Scott.

Program JSF saat ini masih menghadapi berbagai masalah teknis, penundaan produksi, dan pembengkakan biaya pengembangan. Program F-35 mencatat rekor sebagai program pengembangan senjata termahal dalam sejarah Pentagon. Dalam kesepakatan dengan Jepang, satu unit pesawat ini dihargai Rp 1,1 triliun.

Akankah Indonesia membeli pesawat F-35 stealth ini ?. Indonesia belum tentu tertarik. Saat ini Indonesia bekerjasama dengan Korea Selatan membangun pesawat semi-stealth KF-X. KF-X merupakan pesawat tempur modern dengan spesifikasi di atas F-16 dan di bawah F-35. Hasil kerja sama ini nantinya Indonesia akan menerima 50 unit jet tempur generasi 4,5 dan bisa memproduksi sendiri.

  98 Responses to “AS Tawarkan Pesawat F-35 Stealth untuk RI”

  1. saya harap indonesia tidak membeli f35 ini, karena hanya akan menyulitkan dmasa mndtg (pngalaman di embargo). f35 ini mnurut diskusi2 d internet adalah pesawat gagal sangat lambat (1,6mach) lalu tidak seresponsif kakakny f22 (juga pesawat bermasalah). baik f22 maupun f35 memang memiliki teknologi yg tinggi yg tentu saja berdampak pada pemeliharaan yg sulit. lebih baik tgu aja kfx/ifx kita dulu daripada beli produk gagal.

  2. lebih baik mengembangkan KFX/IFX meski dari isi teknologi mungkin belum secanggih F-35, tetapi dengan riset sendiri akan banyak manfaat ilmu dan teknologi pesawat tempur untuk masa2 yg akan datang… maju terus Indonesia.

    • he..he.. 2012-an ini zaman pra sejarah warjag, dimana pertamax masih mudah didapat, jarak publis artikel dengan komen pertamax bisa berminggu2, zaman warjag dipitnah dibuli forum militer,

      kalo sekarang ketik alutsista ato militer di gugel, yg nongol di podium jakarta greater, he.he..

  3. kalau membeli sih lebih baik beli SU-35 dari F-35. tapi juga jangan dikorbankan juga proyek KFX nya

  4. Stealth Rusia saja, rusia lebih toleransi meskipun irit teknolgi tp mereka pure bisnis, mau konflik pun mereka tidak bakal embargo indonesia

    • baran amerika cuma gembar gembor promosinya aja gencar…udah mahal kena syarat berbelit2 dan di embargo lagi…lebih baik gak usah..!!! barang rusia lebih canggih,meskipun kurang promosinya…

  5. jangan sampai rencana pembelian SU 35 batal gara2 F 35….Amerika tdk akan jual senjatanya kpd RI kecuali kalau mereka butuh duit, senjatanya memang jelek/produk gagal…pabriknya mau tutup….
    Nanti pd akhirnya juga kita akan diembargo lagi….seperti biasa…

  6. ah om sam pasti ada maunya nih jepun aja dulu prasaan ditolak mentah2 pengen kapal ini skrg lagi butuh duit sales mainannya sampe nyasar ke indonesia

  7. Sebaiknya indonesia beli f-35 dari pada su-35,su-35 sangat di bawah f-35,selain membeli f-35,indonesia juga harus membeli senjata sukhoi,biar sukhoi tidak ompong

    • Mending su35 lah,lebih unggul daripada f22 apalagi sama f35..itu jebakan bro..ntar kalo dah beli,diembargo deh..mau dapet suku cadang darimana?

      • F-22 masih lebih unggul dibanding Su-35 bahkan PAK FA dan f-22 punya kill ratio 10.1: 1 terhadap Su-35 di Latihan

        • Wah gan data dari mana tuh? Soalnya pak fa bisa ngelakuin supermanuverability seperti purgachev’s cobra yang f22 ga bisa ngelakuinnya. Generasi 5 amerika memang canggih tapi kalah saing soal dogfight. (Baca:www.popularmechanics.com/military/a16248/test-pilot-f35-cant-dogfight/) sama f 16 yang bobrok aja kalah ,jelas kalah saing sama generasi su yang khusus dibuat untuk melakukan supermanuverability

  8. su-35 sudah paling bener,jangan terlalu banyak menaru harapan di om sam

  9. Sebaiknya indonesia lanjuti saja IFX, untuk mengisi kekosongan sekarangcukup kita andalkan sukhoi 35 denhan senjatanya saja dulu. Walaupun teknologinya masih dibawah f35, dengan banyak belajar, suatu saat nanti kita bisa jadi peneksport peswat di Asia.

  10. Klo bisa kita beli F 35 Dan F 22 kita gunakan untuk bahan riset KFX , kan jadinya KFX adalah evolusi dari F 35 Amerika.
    Ini adalah Cara cepat Mengungguli amerika.

  11. Kalau pendpat saya sih, F-35 nanti dulu dah. Mending maksimalkan yang sudah ada dulu. Saya kira konsep komposisi pesawat tempur TNI AU sudah cukup baik. Ada Sukhoi 27/20 sebagai heavy fighter, kelihatannya diarahkan sbg air superiority sehingga perlu ditambah jadi 2 skuadron Sukhoi (bisa akuisisi SU-35 BM), ada F-16 sebagai medium fighter yg lebih diarahkan kepada air patrol & interceptor dan sudah bagus ada rencana tambahan F-16 C/D blok 32+ hingga total berjumlah 2 skadron, serta Hawk 100/200 yang bersifat light fighter untuk land attack fighter/tactical fighter. Rencana akusisisi T-50i utk mengganti Hawk MK-53 udah OK, selain sbg LiFT, juga sbg light attack fighter. Utk pesawat COIN, Bronco udah diganti Tucano. Jadi menurut saya, untuk konteks kekinian, perdebatan mengenai embargo sudah tidak relevan lagi, krn seperti yg pernah saya baca dari analisis pertahanan, negara-negara produsen senjata saat ini akan berpikir ribuan kali jika harus mengembargo suatu negara (Indonesia misalnya) dikarenakan mulai banyaknya kompetitor. Rusia pun sebenarnya TIDAK DIJAMIN BEBAS EMBARGO. Jadi, tidak masalah jika Indonesia kembali melirik USA, British, Belanda sbg pemasok senjata TNI.

  12. KALAU ADA UANG LEBIH MUSTI NYA CEPAT CEPAT BELI BORONG DONG PESAWAT Z F35, SU 35, DAN JUGA F 22 STEALTH UNTUK MENAMBAH TEGNOLOGI INDONESIA

  13. AAM amerika paling jauh jangkauannya AIM 120 yg merupakan medium range,kalau menurut saya untuk KF X/IF X pakai saja MBDA Meteor yg merupakan long range jadi kita bisa menembak F 35/F 22 lebih dulu

  14. Yang menjadi masalah F35/F22 akan jauh lebih duluan “melihat” pesawat lawan dan segera membunuh sebelum radar pesawat lawan melihat. Jangkauan radar pesawat AWACS yang sangat jauh dibanding radar pesawat tempur manapun menjadi salah satu kunci kemenangan pertempuran udara. Begitu posisi pesawat lawan terdeteksi AWACS, datanya segera dikirim ke F35/F22 yang mengikuti di belakangnya. Kemudian F35/F22 melaju dengan kecepatan supersonik menuju pesawat lawan, dgn kemampuan stealth yg dimilikinya:
    – Mematikan radar ke depan agar tidak terdeteksi pesawat lawan.
    – Tetap komunikasi ke belakang dgn data link ke pesawat AWACS yang selalu mengupdate posisi terakhir pesawat lawan.
    – Supercruise, melaju dengan kecepatan supersonik dalam waktu lama tanpa after burner (pembakaran ulang). Masih jarang mesin pesawat tempur yg punya kemampuan supercruise dimana fuel consumptionnnya jauh lebih irit dibanding after burner saat terbang supersonik.

    Setelah pesawat lawan mencapai jangkauan rudalnya, F35/F22 baru menembakkan rudal-rudalnya, bisa ke beberapa pesawat sekaligus. Yang terjadi adalah pesawat lawan akan hancur duluan sebelum radarnya melihat siapa yang menembak. Dengan true first look first kill ini, Amerika telah menciptakan pertempuran udara yang “curang”, yang dimulai dengan F22 Raptor.

    Salah satu cara menghadapi pertempuran model begini, TNI AU perlu melengkapi pesawat2 Sukhoi nya dengan missile Novator K-100. Missile ini punya jangkauan 300-400 km, anti radiasi, khusus dibuat sebagai AWACS killer. Dengan tiadanya pesawat AWACS dan pesawat tanker lawan, F35/F22 jadi kurang ampuh dalam memperebutkan dominasi udara.

    • Lebih baik diperkuat kerja sama dengan Rusia karena hanya Rusia yang punya teknologi setara dengan Amerika dan Flangker Family jadi pilihan tepat SU 27/30, SU 35 dan SU Pak Fa dan Rudal keluarga S, seperti S300,S400 dan S500 itu baru mantappss….

    • Semua alat pemancar gelombang radio detaction and ranging pasti beresiko dihajar rudal antiradiasi… jadi rasio kemenangan fifty2 juga om.. thx ya om good opinions..

  15. sekalian su 35 yg jangakauan radar nya bisa mpe 300an lbih

  16. Sampai saat ini proyek F-35 Stealth masih bermasalah. Pesawat ini juga dipesan oleh Australia. Proyek F-22 Raptor lebih maju lagi tapi kabarnya hanya dipakai oleh US dan dibuat hanya sekitar 200 pesawat saja (mahal). Yang menjadi masalah jika nanti F-35 rampung dan dimiliki oleh Australia, bagaimana TNI AU bisa mendeteksi pesawat stealth ini ?. Kalau dideteksi saja sudah tidak bisa, bagaimana menembaknya ?.

    Pesawat Stealth F22/F-35, memiliki radar cross section yang sangat kecil, sehingga sulit untuk dideteksi radar lawan. Jangkauan dan kekuatan radar….harus diperbesar untuk menangkap RCS obyek Stealth tersebut..di atas performa radar-radar yang ada saat ini.

    Bayangkan saja, RCS yang dikeluarkan oleh B-2 sama dengan RCS yang dilepas oleh bola golf.

    Kini China sedang mengembangkan pesawat AEW&C yang bisa mendeteksi F-22 Stealth US.

    Konon S-400 Rusia kabarnya bisa mendeteksi F-35 karena S-400 mampu mendeteksi benda berdiameter 2 cm dalam radius operasionalnya. Namun ini pun masih dugaan, belum bisa dipastikan karena sistem radar biasanya rahasia.

    Radar yang mampu mendeteksi pesawat stealth memang menjadi PR bagi Indonesia, khususnya TNI AU ke depan. kalau Australia jadi mendapatkan F-35, masak mau dibiarkan keluar masuk wilayah Indonesia, dan kita tidak bisa mendeteksinya.

  17. Pertanyaanya : apakah F-35 Ausie dan F-35 TNI adalah sama ? atau diperbolehkan sama ? meski dengan patokan harga yang sama ?

    Kalau masalah pendeteksian, hanya menunggu waktu aja : “diatas langit masih ada langit” khok…

    sebetulnya teknologi pendeteksian sifat siluman sudah ditemukan sejak tahun 60-an (kalau tdk salah ingat), secara tidak sengaja, yaitu memanfaatkan fenomena alam di atmosfer yang unik digabung dengan long-wave transmiter, masalahnya adalah dibutuhkan penampang antena yang besar dan daya yang sangat besar, untuk digotong kapal sekelas kapal induk pun tidak muat.

    tapi sekarang ada FMCW (Frequency-Modulated Continuous-Wave), yang mempunyai sifat hampir mirip, dan sudah dikuasai para ahli Indonesia macam LIPI, tinggal di kembangkan lebih jauh lagi.

    konon AMERIKA dan para SEKUTUnya begitu takut dengan perkembangan RADAR di Indonesia, sehingga mereka berusaha menjegalnya dengan berbagai cara, salah satunya dengan lobi-lobi khusus ke pemerintah yang KORUP, pura-pura memberi hibah, DLL

    • Betul kata2 sdr yg lain mendingan lanjutkan program kfx. Jgn terlalu tergiur dari kecangihannya blm tentu kecanggihan itu bisa membahayak negri kita dan negri yg lain

    • Iya om.. tapi gelombang rendah yg bermain di lacak stealth… f22 hadapi alat yg paling rentan adlh infrared dan pasive radar…

  18. Om Diego, kapan-kapan dibahas masalah “PERKEMBANGAN RADAR DI INDONESIA”, emang kurang menarik, dan agak sulit mencari informasinya, dan agak science

    • kemana aja mr meleckteck kok lama gak nonggol..
      indonesia kayaknya sdh mendekati deal pembelian typhoon tuk skuadron pencegat…nah ini yg PERLU dibahas ..mampukan typhoon mencegat F35..?
      kelemahan F35 adalah kemampuan jelajah combat range cuma 2200km.ditambah drop thank 3.215 km.(kemampuan siluman berkurang)..radar rangenya 160km..kecepatannya cuma 1,6 mach..

      Kalau beneran TNI AU jadi mempunyai su 35 bm tuk mencegat f 35 baru agak mendingan krna daya jelajah3600-4500 km dan kecepatan 2,25 mach..juga max loadednya besar 8000kg bisa full weapon..dan juga kemampuan jejak radarnya 260-300 km..itu semua kelebihan tuk menutupi kekurangan yg dipunyai f35 yaitu stealth..
      F 35 kemampuannya turun bila tidak didampingi AWACS..

      • Double kerja mas Satrio, very-very sibuk, kepala jadi cupet and cepat sanusi..eh..emosi, jadi saya hanya baca aja, ndak berani Comment, takut sanusi.

        nah…masalah F-35 vs Typhon (versi terbaru) vs Su-35, serahkan pada tante Diego.

        tapi saya kok skeptik kalau TNI-AU beli Typhon, karena pengalaman masa lalu, kalau F-35 50:50, kalau Su-35 70:30.

        Spec diatas kertas pasti berbeda dengan dilapangan, ada yang ditutup tutupi, contoh stealth F-22 dan F-35, kalau uji statis, saya yakin100% stealth, namun ketika Combat sesungguhnya pasti jauh beda, banyak faktor yang sangat menentukan.

        Contohnya F-117 pernah dengan mudah terdeteksi radar Iraq pada perang teluk dulu, selidik punya selidik ternyata debu halus menempel pada body F-117.

        Contoh lainnya (off the record) terjadi pada F-22, ketika mellintasi awan, ternyata ion-ion unik di awan telah membentuk dan membantu memantulkan radar, dan masih banyak lagi. makannya F-22 tidak dijadikan front fighter, namun hanya sebagai finishing aja.

        Yang saya kagumi dari F-22 dan F-35 adalah disain pesawat yang cantik dan sistemnya yang super canggih, BUKAN STEALTH nya

        saran saya agar TNI membangun RADAR NETWORK yang bagus, saya jamin pesawat macam F-22 dan F-35 tak akan berani masuk indonesia

        • Mr melekteck Sampean kan artisnya sini jadii hambar kalau gakk denger ulasan sampean..perkara ada yg suka atau tdk suka yaa iku resikone dadi artis:P…Setuju dgn network radar yg terintegrasi dgn bagus..di indonesia timur kabarnya radarnya da canggih bgt..sampai tau pesawat australia take offnya dri manaa..saat ketahuan menerobos wilayah kita.apaa dibantu satelit kita yg hilang kapan hari itu yaa:D

        • Dengan informasi yang terbatas, meskipun Inggris dulunya begitu ke kita dan mungkin sekarang masih juga tapi dalam selimut, saya berpendapat Eurofighter Typhoon pesawat hebat. Dalam simulasi komputer, Typhoon masih mengungguli F-35, Su-27 s/d 35, Rafale, Gripen, dst. Meskipun masih kalah dengan F-22 Raptor, Typhoon umumnya di compare nya dengan Raptor.

          Kekalahannya dengan Rafale di India, dan mungkin Brazil, saya lihat lebih karena kemampuan Rafale yang bisa dioperasikan dari kapal induk dan besarnya ToT. (India perlu membangun kemampuan Second Strike, serangan balasan ke Pakistan dari laut jika negaranya di bom nuklir. Rafale mampu membawa bom nuklir).

          Namun demikian Typhoon juga ternyata bisa take off dan landing di landasan yang sangat pendek, sekitar 500 meter. Dari aspek ini, Typhoon menjadi compatible dengan hampir semua lapangan terbang perintis di Indonesia yg panjangnya 700 an meter lebih itu.
          Note: F-35B yang bisa naik turun vertikal masih diragukan kemampuannya, dan tidak tertutup kemungkinan dibatalkan.

          Betul sekali, jaringan radar harus diperkuat, paralel dengan penguatan pertahanan laut.
          Sebelum wilayah udara NKRI diserbu kawanan pesawat stealth, musuh akan lebih dulu melemahkan sistem jaringan radar dan rudal SAM kita dengan rudal jelajah dari kapal selam atau permukaan dari jauh di luar garis ZEE kita. Aussie sedang menyiapkan pengganti kapal selam Collins nya untuk ready 2025 dengan KS baru yang mampu menembakkan rudal jelajah Tomahawk 1,000 km lebih.

          Akal sehat mengatakan TNI AL mau tidak mau harus menjawab salah satu ancaman ini dengan membangun Blue Water Navy, setelah MEF selesai 2019, dengan membangun Armada ke-4 Selatan dan Armada ke-5 Pasifik. Era kapal perang destroyer segera tiba.

          Dengan terbangunnya jaringan radar dan rudal SAM yang aman dari serangan penghancuran, maka makin kokohlah Archipelagic Shield (Perisai Nusantara) kita.

          • Setuju mr wh..diskusi gini kan enak gak saling menjatuhkan ya mr melekteck ilmu sampean,mr wh,mr danu berguna buat pencerahan kawan kawan disini..
            Inggris dlm merebut kue alutsista indonesia menyalip dalam tikungan..mrka lansung menawarkan TOT dan mengijinkan mesin typhoon dipakai untuk proyek IFX..langsung deh petinggi kita menoleh ke inggris setelah diabaikan..

            Perekonomian yang sulit membuat inggris menikung rekan rekannya sesama eropa.yg menawarkan alutsista kekita, juga rusia tersalip..kabarnya banyak alutsista yg ditawarkan dan dihibahkan inggris pada TNI termasuk hibah kapal induk yg kemarin pensiun hms ark royal beserta hariiernya,,juga fregat bekas type 23(mohon koreksi klau salah) bahkan kabarnya si astute ikut ditawarkan…dan kita masih memikirkan..

            Rusia merasa tersalip hingga Putin memecat menhan rusia setelah SBY plng dri inggris”
            analisis saya sih menhan rusia gagal merespon situasi keamanan global..sehingga menurut Putin rusia potensial kehilngn mitra strategisnya yaitu indonesia..
            begitu primadonanya Indonesia dlm percaturan dunia saat ini..bangga kan

          • Nah ini timbul pertanyaan kenapa banyak lapangan terbang dipelosok indonesia diaktifkan walaupun landasan pacunya pendek…apa persiapan buat si typhoon ?
            MONNGO mr melekteck diulas njenengan pakarnya

          • Setuju Mas Satrio, meskipun saya belum ada info bahwa yg ditawarkan termasuk mesin untuk IFX, saya memang berharap kalau ambil Typhoon sekalian agar kita bisa disupport mesin F-33 (IFX) dan juga data link dengan AWACS, dan sebagainya. Typhoon pakai sistem data link nya dari Amerika seperti yang dipakai di Raptor (koreksi kalau saya salah).

            Bagus nih lagi kalau type 23 ditawarkan ke kita, ToT nya mintalah diguide membuat destroyer.

            Dalam proyek IFX/KFX, kalau Korea nggak mau melanjutkan, putusin saja dan kita coba deal dengan Turki. Turki sebetulnya tertarik, cuma statusnya di proyek ini ingin setara dengan Korea, bukan follower, sementara Korea maunya dapat porsi ebih besar.

            Namun sebetulnya kalau banyak yang mau mensupport komponen2nya yang penuh muatan politik rumit itu, Indonesia bisa jalan sendiri merancang dan membuat fighter F-33. Membuat pesawat tempur relatif tidak sesulit pesawat komersial, regulasi pesawat komersial sangat banyak, ketat dan kompleks.

            Hampir 20an tahun yang lalu saya terlibat dalam desain N-250 dan N-2130 (sekelas Boeing 737). Just sharing & rada belok dikit, dalam setiap rancang bangun pesawat, yang paling rumit dan mahal adalah desain sayap. Benda ini harus tipis tetapi harus mampu menghasilkan gaya angkat yang dibutuhkan, kuat tapi ringan untuk menahan seluruh berat pesawat, dan di dalamnya harus cukup volume untuk fuel dan sistem terutama flight control — hal hal kontradiktif yg selalu bikin pertengkaran antar Departemen. Desain sayap N-2130 sudah sampai iterasi pertama pengujian 2 dimensi di terowongan angin transonik di Perancis.

            Namun pada akhirnya semua tiba2 berhenti, karena negara ini salah urus hingga akhirnya digoyang ala Arab Spring tahun lalu. Dan hmmmm …. ada engineer lebih senior se departemen dgn saya, kini di industri pesawat Malaysia.

          • mr WH saya termasuk yg prihatin sangat dengan terpuruknya PT.DI saat itu,,dan saya salut dgn sampean dan crew mr habibie semuanya..
            di boeing juga banyak mantan anakbuah pak habiebie dan pak habibie disana ibarat selebritis krna namanya sering disebut.
            Kapten pilot yg menerbangkan N250 pertama kali da meninggal ya ? tinggal copilotnya..

            Tapi tuk pelipur hati sampean mr WH sekarang PT DI da mulai maju pesat.dan satu lagi kabarnya diam diam perusahaan pak habiebie sudah teken kontrak kesepakatan kerja mengembangkan dan produksi bersama
            dgn perusahaan rusia membuat pesawat sooko galeb (pesawat latih tempur) dengan TOT murni..proyek ini dulu proyeknya PT DI tapi tdk dikerjakan..sekarang dilanjutkan oleh perusahaan pak habibie..

            nah mr wh sampean mestinya lebih tau jadi mohon pencerahannya

          • Mas Satrio, thanks Anda membawa saya mengingat ke masa lalu, dan berikut ini beberapa memory yang masih membekas.

            Betul sekali, Pak Erwin, chief pilot sarjana alumni Stutgart Jerman, yang pertama kali menerbangkan N-250. He is a hero.

            Dan, saya juga waktu itu baru ngeh, ternyata 1-2 hari sebelum N250 terbang perdana first flight, N250 harus belajar terbang. Betul, harus belajar terbang seperti anak burung yang mau terbang. Dengan landasan Husein Sastranegara yang tidak cukup panjang itu, Pak Erwin harus bisa “menerbangkan” N250 setinggi beberapa meter lalu segera mendaratkan kembali, mengerem dan kemudian menghentikan laju pesawat. Pada saat N250 lepas dari landasan, hanya dalam waktu beberapa detik, beliau harus dgn cekatan menguji (menggerakkan) semua flight control (aileron, rudder, elevator) lalu segera mendarat kembali. Tujuan tes ini untuk mendapatkan data valid apakah semua parameter ini sesuai desain, misalnya besarnya gaya-gaya aero yang tercipta dalam kondisi aktual apakah sudah sesuai dengan desain dan simulator, dll. Kalau iya, berarti selama ini latihan dengan simulator sudah match dengan kondisi N250 sebenarnya, yang pada dasarnya belum pernah terbang sama sekali. Dan esoknya, N250 benar-benar terbang ke angkasa! Saya sempat tertegun, benda seberat 24,000 kg ini kok bisa stabil mengapung di udara ya?

            Sad … sad … but true story:

            Beliau bersama pilot … hmm lupa nih namanya, WNI keturunan, sarjana alumni Belanda, menerbangkan CN-235 yang kemudian jatuh saat dropping kargo 3 ton. Pak Habibie heran, kok bisa ada dua pilot dalam satu pesawat. Rupanya tujuan Pak Erwin sekalian untuk melatih pilot baru untuk mampu melakukan droping kargo dgn parasut dari CN235. Kalau droping nya dari titik yg cukup tinggi (> 1 km), tidak terlalu masalah bagi pilot, resikonya kargo bisa terbang jauh terbawa angin dan jatuh ke tangan musuh (kalau lagi perang). Lah ini droping dari ketinggian cuman 200 – 300 meter, biar jatuhnya presisi, mana beratnya 3 ton pula. Pada saat kargo meluncur ke belakang ditarik parasut, titik berat (c.g., center of gravity) pesawat ikut pindah ke belakang hingga 100%, normalnya sekitar 25-30%. Dalam hal ini pilot harus cekatan dan punya nyali tinggi. Pada titik ini pesawat akan mendongak dan pilot harus segera menstabilkan posisi pesawat. Setelah kargo lepas, c.g. akan segera balik lagi ke semula dengan cepat, dan pilot harus segera membalas gerakan pesawat yang akan menukik. Sebetulnya Pak Erwin sudah lama mengembangkan teknik droping dari ketinggian rendah.

            Kejadiannya pada waktu itu tali parasut putus (droping kargo seberat 3 ton seumur-umur baru di test di CN235 pada saat itu, hari terakhir setelah 30 hari terus menerus yang melelahkan untuk dropping test), sementara kargo sudah meluncur ke belakang. Tali yg putus terpental balik ke arah kargo, dan sialnya ring 20 inchi pada tali ini tergilas kargo dan terjepit tow plate di lantai belakang pesawat. Kargo kemudian terhenti pada posisi c.g. pesawat 100%, karena tertahan tali yang ring nya terjepit antara kargo dgn tow plate di bawahnya. Alhasil pesawat langsung mendongak vertikal. Dari rekaman black box, terdengar Pak Erwin keras teriak ke belakang “release … release ….release”. Kru yg di belakang, ada juga 1 bule dari vendor, pada panik sambil menendang kargo agar segera jatuh. Saat itu juga dengan cekatan Pak Erwin mendorong throttle mesin pesawat full ke depan, 100%, dan menambah sudut bilah baling2 ke maksimum untuk meningkatkan thrust (daya dorong) dari baling2. Pesawat menderu keras sekali, dia kmd mengusahakan pesawat manuver & menukik ke samping, tujuannya untuk menaikkan speed pesawat yg pada saat itu hampir zero. Pesawat segera menukik ke samping, dan speed bertambah. Dengan bertambahnya speed, gaya-gaya aerodinamik muncul lagi, dan dia bisa mengendalikan sistem kendali pesawat (aileron, ruddder, elevator). Sepertinya sehabis menukik ke samping dia akan segera mengangkat hidung pesawat, dan karena posisi pesawat sudah sangat dekat dengan daratan, dia akan mendaratkan pesawat dengan pantat pesawat & kargo yang duluan mengenai daratan, nggasruk di bagian belakang . Peluang antara hidup dan pass away mungkin dalam benaknya bisa fifty-fifty.

            Rupanya Allah berkehendak lain, karena jaraknya sudah terlalu dekat dengan daratan, pada saat menuver ke samping tadi ujung sayap menyenggol daratan, pesawat terbanting dan meledak. Kru rescue yang setelah selang waktu saya ajak ngobrol berkisah, dia segera memacu kendaraan pemadam ke arah pesawat yg jatuh, dan dgn gergaji mesin dia langsung memotong-motong frame kokpit untuk menyelamatkan Pak Erwin dulu. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Pak Erwin tidak jadi menyantap sayur brokoli di Bandung hari itu setelah pulang dropping test, sayur yang dipesan ke istrinya beberapa hari sebelumnya. He is a hero.

            Mengenai pesawat Soko Galeb, saya tidak tahu kalau kemudian ada rencana untuk mengembangkan bersama pesawat ini.

            Yang saya ketahui waktu itu adalah, pesawat tempur ringan ini, buatan Serbia/Yugoslavia, dibeli PT DI, setelah disipilkan (dipreteli sistem persenjataannya), untuk mendukung flight test, dan ternyata memang sangat useful. Setiap kali N250 terbang, pasti ditemani Soko Galeb yang diawaki dua orang, pilot dan flight engineer di belakangnya. Kamera video yang dioperasikan flight engineer untuk mengamati seluruh bagian luar N250 (atas, bawah, samping, belakang) langsung di transmit dan ditayangkan real time di dalam ruang kendali di menara kontrol. Selain video, banyak sekali data dari sensor di dalam pesawat yang di transmit ke menara kontrol dan ditampilkan online. Kita-kita yang terdiri belasan orang masing-masing mengamati parameter yang sesuai bidangnya.

            Kasus menarik adalah pada saat muncul vibrasi dalam kondisi tertentu, kamera video Soko Galeb bisa dengan nyata menunjukkan lokasi vibrasi, berupa tali2 pendek yang kita tempel di area yang dicurigai yang kemudian terlihat bergerak tidak beraturan — tanda ada turbulensi lokal yang memukul2 body shg terasa getarannya.

            Dalam kasus kecelakaan CN235 di atas, kamera video dari kru Soko Galeb yang tanpa hentinya mengambil gambar dari awal sampai akhir, yang kemudian digabung dengan data black box, betul2 sangat berguna untuk analisa.

            Di balik ini semua, kita perlu salut kepada Prof. Said D. Djenie (almarhum), asli wong Padang penyabet gelar PhD Aeronautika dari MIT Amerika. Sebagai bawahan langsung Pak Habibie, Pak Said merangkap sebagai dosen ITB dan kepala divisi Flight Test. Beliaulah yang menyiapkan segala tes yang diperlukan untuk N250: dari sejak lahir keluar hanggar perakitan, flight test hingga bisa lulus sertifikasi untuk bisa dijual. Sayangnya jauh sebelum dapat sertifikat laik terbang (masih perlu 2000an jam terbang lagi), negara ini keburu collapse terimbas krismon yg diikuti demo2 “Indonesia Spring”.

            Folks,
            Kini, 15 tahun kemudian, industri strategis bangsa ini mau bangkit kembali, mohon kita bahu membahu agar tidak dicaci maki kayak dulu lagi. “Bikin pesawat CN235 untuk ditukar beras ketan Thailand”, betul betul hujatan yang terlalu simplified, menyederhanakan masalah. Mau buat N2130, protesnya nggak karuan dari mana-mana. Kini, 15 tahun kemudian, yang panen pesawat sekelas N2130 adalah Boeing dgn 737 nya dan Airbus. Inilah yang diinginkan penyandang dana tukang protes waktu itu.
            Tukang protes inilah yang sebetulnya dog of imperialism, bukan Pak Habibie.

          • pak WH berarti bapak kira2 se umur sama bapak saya, saya selalu kagum dengan generasi seangkatan ayah saya, mereka punya pandangan jauh kedepan dan memiliki dedikasi yang sangat tinggi kepada negara ini walaupun kadang mereka dipandang sebelah mata oleh oleh negara ini

          • mr WH thanks pencerahannya sangat berguna bagi kawan kawan disini.bisa tau gimana capten pillot N 250 dgn beraninya REAL first test flight..benar benar terbang perdana dihadapan pak harto dan pers asing ..bila sampai gagal atau jatuh aduh betapa malunya..tpi itulah kehebatan putera indonesia.. (menumbuhkan jiwa patriotisme)

            sooko galeb skrang dikembangkan oleh perusahaan pribadi pak habibie..

            mr melektek atau yg lain bisa nambahin pencerahannya

        • Terimakasih bung wh,bung sat,bung melectech atas sharenya..dl sy ingat debat bung melecteh vs bung dexter klu ga salah..debat tnp menghujat yg justru bnyk manfaat..krn sy tau anda smua bgt mencintai negara ini..perjuangan smua pihak utk kemajuan dirgantara NKRI tdk akan prnh sia”suatu saat akan ada pesawat buatan kita mengangkasa di negeri ini..good luck all

  19. melektech….trus kasih info terbaru….good boy

  20. iyaa…… gimana ya , kalau beli f-35/f-22 ya gk papa sih. tapi jangan terburu-buru beli, soal nya biaya perawatan pesawat kayk gituan kan gk main” jadi saran saya sih tunggu dulu

    • lah tunggu kiamat buahaha.
      semua perawatan pesawat tempur toh ya mahal, jangan samakan perawatan pesawat tempur dengan honda jazz.

      dari manapun barangnya, kalo indonesia dikasih lisensi buat pengadaan suku cadang sendiri ya nggak masalah.
      mau f-35, f-22, su-35, t-50 fak fa.

  21. sebelum membeli pesawat senilai 1.1 trilliun, kenapa tidak memperkuat pesawat yang ada dengan rudal-rudal canggih seperti rudal tomhwak, dll, saya pernah baca di salah satu web militer di indonesia, bahwa pesawat mode siluman hanya dijual kepada sekutu amerika serikat

  22. Indonesia sebaiknya melirik ke pesawat tempur Rusia…disamping harganya relatif murah kemampuan mesin jetnya mengungguli USA, (diatas 2,5 Mach) soal teknologi bisa diadopsi belakangan…untuk kedepan sebaiknya RI pesan SU 37 Terminator 4 skuadron dan T50 Pakfa 2 sukuadron dan proyek KFX terus di laksanakan dan akhirnya nanti Indonesia bisa menkombain SU T 50 dengan KFX khususnya ttg teknologi Siluman, saya yakin 10 tahun kedepan TNI AU salah satu negara yang disegani di ASIA dan Eropa.

  23. Mending perlu dibenahi dulu sistem integrasi radarnya, baru menyeleksi fighter yang sesuai…

    F22/F35 dinilai mahal bila disesuaikan dengan kantong (serta biaya maintenance), walaupun fitur wahid-nya adalah Stealth. Namun perlu dilihat + / – dampak pesawat tersebut bagi negara…

    SU35 dinilai cocok untuk digunakan di Indonesia, dapat digunakan sebagai penyeimbang air power kawasan. Misalnya, bila Aussie punya F-35 II, kita sudah punya temannya SU-35… SU35 tidak kalah hebatnya dari pesawat2 tempur lainnya, ‘kan F35 masih dalam tahap penyempurnaan, jadi ada yang masih bermasalah pada pesawatnya…

  24. Situs Bloomberg menurunkan artikel “Flawed F-35 Fighter Too Big to Kill as Lockheed Hooks 45 States”, meniru istilah ‘too big to fail’ yang populer pada saat krisis subprime mortgage 2008 lalu.
    Dari segi finansial sudah terpikir untuk mematikan saja F-35, tetapi secara politis unaffordable dog ini masih terlindungi…

    At almost $400 billion, it’s the most expensive weapons system in U.S. history. It is also the defense project too big to kill. The F-35 funnels business to a global network of contractors that includes Northrop

    Grumman Corp. (NOC) and Kongsberg Gruppen ASA of Norway. It counts 1,300 suppliers in 45 states supporting 133,000 jobs — and more in nine other countries, according to Lockheed. The F-35 is an
    example of how large weapons programs can plow ahead amid questions about their strategic necessity and their failure to arrive on time and on budget.
    “It’s got a lot of political protection,” said Winslow Wheeler, a director at the Project on Government Oversight’s Center for Defense Information in Washington. “In that environment, very, very few members of Congress are willing to say this is an unaffordable dog and we need to get rid of it.”

  25. Yg sesuai untuk Indonesia hanya F-35B STOVL, carrier-based fighter.
    Seharusnya NKRI sudah punya atleast 1x Aircraft Carrier, Thailand aja sudah ada satu.
    Terus majukan IFX dan SU-35, kerna SU-35 masih diatas F-16, F-18 dan F35.

  26. lebih baik kita beli 1 unit f-35,terus sama su-t 50,lalu kita preteli, dan bagian yang canggih – canggih.kita masukin ke proyek KFX/IFX hahahaha…… 🙂

  27. nambahin doank..pernah baca di web punya militer cina, bahwa F35 atau F22 raptor jika terkena hujan dapat tertangkap radar…atau terkena tetesan air /embun..

  28. kalao menurut ane sich gan..
    Mendingan kita ambil pAKFA / SU-35.. Soalnya tetangga kita pada ambil F-35,jadi boleh jadi kita di kasih pespur yg kurang powerr.. Pasti kita di anak tirikan d bnding dg singaparno nd ausie..itu pasti,,teknologi f-35 kita teknologi past d nomer tiga kan..

    So pilih mana buat pemerintahan kita

  29. Indonesia beli radar yang canggih doong…masa tiap minggu lewat pesawat u2 sama f17 stealth…dibiarkan saja…itu pesawat kan bisa foto foto sejak dari om aus sampai bang japon…hebatnya malah sana koko china yang bisa nangkep salah satu pesawat …Indonesia gimana nih?

    • Mas Cunihil….saat ini secanggih2nya radar aktif belum ada yang mampu untuk mendeteksi pesawat stealth karena selain gelombang elektomagnetik yg dipancarkan oleh radar aktif diserap oleh material skin pswt sebagian besar dipantulkan ke arah yg berbeda dr sudut datangnya gelombang tsb. Sehingga radar aktif tdk bs menangkap kembali gelombang elektomagnetik yg dia pancarkan. Justru utk melumpuhkan pesawat stealth lebih efektif dengan deteksi menggunakan radar pasif yg hanya dapat melacak sinyal komunikasi yg dipancarkan oleh pilotnya krn slama penerbangan tdk mungkin pilot sama sekali tdk menggunakan peralatan komunikasi mereka. Dengan menghitung kecepatan serta heading pswt stealth tsb maka operator rudal tinggal mengarahkan arsenal mereka menuju garis lintas yg akan dilalui pswt tsb, selanjutnya pada jarak tertentu rudal tsb akan bekerja dg guide panas yg dikeluarkan pswt. Strategi ini diterapkan oleh serbia ketika mereka berhasil merontokkan pesawat F-117 Nighthawk USAF di zona udara serbia yg nota bene adalah pswt stealth.

      • emang serbia pernah merontokkan f-117 ya? setahu saya kok f-16 senjatanya serbia waktu itu belum secanggih punya radar pasif, waktu itu emang komandannya pinter setelah mendeteksi adanya f-16 menggunakan penjejak panas beberapa saat kemudian setelah mengetahui rutenya f-16 radar segera dimatikan, dia mulai menghitung. lalu segera menembakkan rudal tanpa guide kearah lintasan pesawat f-16 supaya si f-16 tidak menyadari kalau sebenarnya mereka sedang dihadang sama rudal. ketika sudah dekat baru guide rudalnya dinyalakan (f-16 mulai menyadari tetapi sudah terlambat karena rudal sudah terlalu dekat) akhirnya kena dech. kalau salah ya maaf 😀

    • Radar hanud yang kita miliki saat ini sdh tergolong radar canggih yaitu Master T. Dari 35 Satuan Radar yg kita miliki sebagian besar sdh menggunakan Master T. Radar ini sdh standar Nato, selain perancis yg merupakan negara pembuatnya, banyak anggota Nato yg mempercayakan “mata dan Telinga” mereka kepada Nato. Di Asean selain RI, Malaysia juga menggunakan Master T. Di Indonesia atas inovasi anak2 ITS radar2 hanud kita di integrasikan dengan radar-radar penerbangan sipil yang dikenal dg TDAS (Transmittion Data Air Situation) sehingga area yg tdk terjangkau oleh military radar bisa tercover oleh radar sipil.

  30. layakkah f-35 canggih ( yg belum tentu specnya sama untuk tni-au) , mahal dan rawan embargo di bandingkan su-35 yg saya idamkan?

  31. mnrt saya,.. F35 adalah jebakan… harga dan kemampuannya tidak sebanding… alias kemahalan.. dan… kelak kita akan terkunci oleh EMBARGO. belajar dan ingatlah dari sejarah… Masih byk pesawat yg kemampuannya sama… kelas SU Russia atau pesawat China.. kita tidak mau mengulang pedihnya EMBARGO khan…

  32. Beli satu aja F-35 Lightning II, F-22 Raptor dan juga Sukhoi Pak Fa T-50 untuk di pretelin dan juga di plototin.

  33. Beli ajaaaaa biar pewat tempur kita banyak gan, kan seru juga tuh

  34. Saya berharap indonesia tetap konsisten dengan misi awal…namun tawaran ini perlu di pertimbangkan….!! Karena proses pengembangan pesawat kxl pesawat siluman buatan indonesia baru akan terealisir sekitar tahun 2020 dan akan jadi sekitar 2025….kita perlu memperhatikan bahaya di waktu dekat di mana singapura malaysia sedang berlomba lomba untuk mendatangkan pesawat ini….!!!! Kalo cuma 1.1 triliun cukup relatif untuk teknologi sekelah kapal siluman.

  35. (no komen presiden amerika obama:)(thx:)

  36. Kebetulan saya kerja di Lockheed.
    Kok saya belum dengar masalah ini ya. Biasanya kalau US ingin menawarkan mereka akan memberi input ke LM dulu sebelum ngomong. 🙂

  37. Dengan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2000 per liter akan menambah belanja produktif di atas Rp 100 triliun. Anggaran itu akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, dan mewujudkan visi Presiden Joko Widodo seperti pembangunan sektor maritim.

    Nah, kalau anggaran tsb “seandainya” atau “misalnya” kedepan bisa dialokasikan buat pembelian SU-35 atau F-35, untuk melengkapi kekuatan wilayah udara kita, kira2 berapa skuadron yg benar2 kita perlukan? ……….Mohon pencerahannya dari sohib-sohib………..Tks!

  38. TIDAK USAH BELI PESAWAT ITU DARI AMERIKA MEREKA MUSUH INDONESI MENDINGAN KERJA SAMA BUAT JET TEMPUR DENGAN RUSIA ATAU CINA ATAU KORSEL

  39. saran saya lebih baik kerjasama dengan korea selatan dan kalau beli pesawat F35 lebih baik beli beberapa saja kemudian kita pelajari cara kerjanya kemudian bikin pesawat sendiri yang kualitasnya lebih di atas F35 jangan jadi negara yag hanya bisa beli aja yaa setidaknya jadi negara yang ekspornya tinggi dan tidak pernah inpor barang-barang dari luar negeri.

  40. Su 35 aja titik. Sambil nunggu pakfa di obral

  41. SEPANJANG USA SETUJU BAHWA INDONESIA CUMA MAU BELI F35 SEBANYAK 2 UNIT SAJA … MAKA SAYA DUKUNG PENUH

    lumayan buat latihan bareng sukhoi

    sukhoi vs f16 sebagai deterent untuk singapura
    sukho vs f35 sebagai deterent untuk aushit dan singaporn

  42. betul bro,tp yg ini klo pun ya cuma ingin menunjukkan manis muka aja karena tau sama tau kt gak sanggup beli dan klo pun mau beli pasti parlemen as dan sekutu ausi ,singapore dan negara lain meradang.lagi pula bro menurut hemat sy kt gak butuh itu.yg kt perlukan saat ini adalah senjata pertahanan udara yg komplek macam “patsir-1,buk ME2/3,s-300/400.radar canggih,sukhoi-35bm,satu skuadron pembom,frigate,korvet lengkap senjata salah satunya rudal yakhont,kapal selam canggih dan banyak dan itu semua di integrasikan di seluruh nusantara..

    • mungkin itu smua butuh waktu 10/15th,tp klo arahnya jelas sy pikir bukan masalah besar.justru masalah besar adalah orang sering membandingkan kt dgn negara sekitar sperti malay,ausi,singapor,thailand dll.padahal tandingan kt cina,india dan jepang,dan klo alutsista di atas dah ckup smua rusia apapun yg kt minta mereka tdk akan berfikir 3 kali dan justru AS dan sekutunya yg kebakaran jenggot.

  43. beli 2 unit kemudian diam diam jual lagi ke rusia/china dengan harga 3x lipet, dapet frigat lengkap, plus bikin mockup f35 dari fiberglass, biar saja di embaro, pura pura rusak dan masuk gudang. hapus aset dari buku, beres. indonesia kalau yang beginian gua yakin paling jago ha ha ha.

  44. F 35 itu gagal produk, logika sajalah klu mmg pespur tsbt senjata mematikan, sudah pasti tidak akan diekspor oleh AS, MANDIRILAH NUSANTARA ku, mandiri ekonomi mandiri tekhnologi kita bangsa kuat kita pasti mampu

  45. lo komet pakek logika bosss masakmau beli f22 wong istrael yg notabenya kolega paling dekat as aja gk dikasih lo mau beli apa lagi cuma sekelas indonesia yg sebagian besar rakyatnya benci ama amrik

  46. Salam buat sesepuh jkgr yg muncull lg ni om saya mau nanya sistem pswt rudal sam apa yg paling dibutuhkan saat ini SESUAI dgn REALITA anggaran duit apbn indo kedpn… salam

  47. andai saja uang negara tidak banyak dikorupsi, mau SU 35 atau F 35.. bila ingin borong sekalipun tentu bukan sesuatu yang berat.. tp, ya sudahlah.. itu sdh jd penyakit menahun bangsa ini yg tentu susah sembuhnya… utk soal pespur, lbh baik lanjutken program KFX/IFX.. lalu modalin pespur yg ada dengan senjata2 modern.. dan tentu, penambahan pespur jg msh sangat perlu dgn melihat anggaran yg ada..

 Leave a Reply