Sep 092018
 

Pasukan Koalisi yang memberikan dukungan kepada Syrian Democratic Forces yang sedang berlatih di Dawr az Zawr, Syria,  20  Juli 2018. (U.S. Air Force photo by Staff Sgt. Corey Hook)

Washington, Jakartagreater.com  – AS siap untuk mengedepankan rencananya sendiri untuk secara efektif memerangi terorisme di Suriah dan tidak akan bekerja sama dengan Rusia mengenai masalah ini, Pentagon mengatakan dalam sebuah pernyataan, dirilis Sputniknews.com, Sabtu 8-9-2018.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sebelumnya bahwa teroris di kota Idlib yang dikuasai pemberontak telah hampir menyelesaikan persiapan mereka untuk provokasi yang melibatkan senjata kimia.

“Pejabat militer AS percaya ada cara yang lebih efektif untuk melakukan operasi kontraterorisme daripada operasi konvensional utama di Idlib. Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford, mengatakan Amerika Serikat tidak berbicara tentang kerja sama, tetapi tentang menggunakan kemampuan AS untuk menemukan teroris – bahkan di lingkungan perkotaan – dan menghabisi mereka dengan korban sipil minimal, ” kata Departemen Pertahanan AS, mengutip Jenderal Joseph Dunford.

Menurut Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford, dia belum berbicara dengan rekannya dari Rusia, Jenderal Angkatan Darat Valery Gerasimov, sejak krisis di Idlib dimulai dan bahwa dia tidak berencana untuk berkomunikasi dengannya.

Juru bicara Pentagon juga melaporkan bahwa, menurut perkiraan, sekitar 20-30 ribu teroris telah memasuki Idlib untuk “bersembunyi di antara ratusan ribu orang” yang telah melarikan diri dari kekerasan di wilayah lain Suriah.

  2 Responses to “AS Tidak Akan Bekerja Sama dengan Rusia di Idlib”

  1.  

    ngapain kerjasama..udah bikin malu hegemoniku juga..xixixixiii

  2.  

    yg jelas si amer akan kirim logistik buat pars pemberontak.
    si amer kn paling tidak suka melihat suatu negara aman tentram dan damai.

 Leave a Reply