Sep 232015
 
Radar KFX-C103-iA Korea menggunakan active electronically scanned array (AESA)/ active phased array radar dan sistem sensor optik  "Electro-Optical Distributed Aperture System"  EODAS. Sistem EODAS dari KFX tempur-C103-iA diatur di depan kokpit kaca depan. Desain ini mirip dengan tata letak pada Su-30/35 atau tempur SU T-50 Rusia

Radar KFX-C103-iA Korea menggunakan active electronically scanned array (AESA)/ active phased array radar dan sistem sensor optik “Electro-Optical Distributed Aperture System” EODAS. Sistem EODAS dari KFX tempur-C103-iA diatur di depan kokpit kaca depan. Desain ini mirip dengan tata letak pada Su-30/35 atau tempur SU T-50 Rusia

22/09/2015 – Pemerintah AS menolak 4 jenis transfer teknologi utama yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan Lockheed Martin, AS, kepada militer Korea Selatan terkait impor jet tempur generasi berikutnya F-35.

Menurut anggota Partai Aliansi Politik Baru untuk Demokrasi-NPAD, Ahn Gyu-baek, AS menolak transfer 4 jenis teknologi terkait radar AESA dari 25 jenis teknologi yang disepakati saat otoritas militer Korea Selatan membeli jet tempur F-35.

Ketua Badan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan, Jang Myung-jin menyatakan di dalam audit dan inspeksi parlemen tanggal 17 September lalu, pihaknya sedang mengembangkan teknologi terkait dalam negeri dan melalui kerjasama internasional karena AS menolak transfer teknologi.

Ditambahkannya, isi kontrak dengan AS tidak dipenuhi, namun tidak ada cara yang memberi sanksi kepada Lockheed Martin karena AS tidak memberi persetujuan.

World.kbs.co.kr/indonesian

  69 Responses to “AS Tolak Transfer Teknologi Utama Bagi Proyek KFX”

  1. Setunggal !!!!

    • IFX gagal emang gue pikirin! Sejak awal memang salah kiblat nih kalo urusan TOT

      • ifx bisa gagal tergantung pemerintah.

        klo kfx tetep lanjut om baca artikelnya yg jelas om.

        • Benar tuch apa kt buLdon,,peLopor dirgantara RI mngatakn keLiru jika RI kerja sama ifx-kfk dengan korseL,karena korseL bukan berLatr beLakng dirgantara,,seandainya diteruskan tidak akan bnyk mmberikanmfaat kpd RI,genrsi 4++ than 22 nnti gnrsi trsbt sdh ktinggLn,dan bebrp teknoLogi kunci tidak bersedia AS mmberikn,,apabL dkembang sendiri tentu akan biayanya membengkak bagi RI,,teknoLogi siLumannymngkin sdh bnyk penangkaLnya nanti,,itu mgkin yG jadi pertimbangan pemrintah sekarang,,,

        • itu boldun merasa sdh paling pintar aja…dripda menhan,presd,panglima TNI,KSAU wkwkwk payah.
          koment ora mutu

        • broco loe aja kali

        • Gak segampang itu om ToT pesawat tempur apalagi yg trcanggih saya yakin amerika ga akan kasih cuma2 ilmu itu , munggkin kalau sekelas typhon atau tejas masih bisa karna kekuatannya belum mumpuni dan jangankan AS , rusia pun enggan memberikan ToT 100% kepada indonesia karna itu adalah mahal. Tetep positif negriku

      • @boldun: klw gitu yg ambil kebijakan suruh mundur ya….hhhe kan salah kiblat :D

        trus kamu yg gantikan mereka aja….bung :D

      • IFX gagal ? , Nggak Kaget, Bahkan N250 doeloe juga Hancur ditangan Pemimpin2 Kita sendiri Kan?. mau mengulangi Sejarah lagi? silahkan kalau mau jadi tokoh yg akan “harum” di kenang sepanjang masa oleh penerus bangsa. Silahkan Pak ! 😛

        Btw, KF-X Tetap Lanjut Kok , walau yg IF-X ditunda setahun krn pengalihan anggaran RI,
        Nih , kenapa ya masih bisa lanjut tanpa bantuan 4 Core Technology dari USA tsb ? :

        @22 September 2015
        Air Force Chief of Staff Jung Gyeong-doo said: that even though the U.S. may not provide four core technologies required for the development of the KF-X Korean fighter, Korea will be able to push forward with the KF-X project. The F-35A purchase contract does not include providing the four core technologies, either, Air Force Chief of Staff Jung said in a parliamentary inspection of the Air Force Headquarters on Sept. 22.
        DAPA said : It was known that the four technologies were not included in the official contract when the Korean government decided to introduce F-35A fighters.

        The DAPA is considering going ahead with the production of AESA radar, infrared search and tracking equipment by way of technological cooperation with third countries such as those in Europe and the development of other technologies in Korea.

        22 September 2015 – 3:30pm
        http://www.businesskorea.co.kr/article/national/policy/12187/soldiering-air-force-korea-will-be-able-continue-kf-x-project-without

        DAPA said: Korea will push cooperation with other foreign companies in developing AESA radar and IRST technologies, and will autonomously develop EOTGP and RF jammers.
        Sept 22, 2015
        http://www.defense-aerospace.com/article-view/release/167101/us-refuses-f_35-tech-transfer-to-korea.html

        The DAPA said it is thoroughly reviewing ways to replace the denied technologies with local developments or new technology deals from abroad.

        DAPA head Jang Myung-jin said last week they will “acquire the four major technology items from Europe or through international cooperation, as well as local technology development,” adding that the local development of some of the technologies is well underway.


        “there would be no problem in developing KF-X.” , Air Force chief Jeong Kyeong-doo Said.

        SEOUL, Sept. 23 (Yonhap)
        http://english.yonhapnews.co.kr/news/2015/09/23/0200000000AEN20150923010100315.html

        Silahkan Teman2 Pelajari kembali, Tapi itu lah yg bisa saya Cerna Dari informasi2 Tersebut, Saya kagum akan semangat “BAJA” nya Pihak KorSel, dan Tetap bangga mempunyai pemimpin2 di Kemenhan dan juga pemimpin2 di PTDI yg punya semangat SAMA akan terwujudnya kemandirian bangsa.
        “Wish For The Best”.

        Bye Bye.. Muach..Muachh… xixixi. :D

      • IFX gagal ? , Nggak Kaget, Bahkan N250 doeloe juga Hancur ditangan Pemimpin2 Kita sendiri Kan?. mau mengulangi Sejarah lagi? silahkan kalau mau jadi tokoh yg akan “harum” di kenang sepanjang masa oleh penerus bangsa. Silahkan Pak ! 😛

        Btw, KF-X Tetap Lanjut Kok , walau yg IF-X ditunda setahun krn pengalihan anggaran RI,
        Nih , kenapa ya masih bisa lanjut tanpa bantuan 4 Core Technology dari USA tsb ? :

        @22 September 2015
        Air Force Chief of Staff Jung Gyeong-doo said: that even though the U.S. may not provide four core technologies required for the development of the KF-X Korean fighter, Korea will be able to push forward with the KF-X project. The F-35A purchase contract does not include providing the four core technologies, either, Air Force Chief of Staff Jung said in a parliamentary inspection of the Air Force Headquarters on Sept. 22.
        DAPA said : It was known that the four technologies were not included in the official contract when the Korean government decided to introduce F-35A fighters.

        The DAPA is considering going ahead with the production of AESA radar, infrared search and tracking equipment by way of technological cooperation with third countries such as those in Europe and the development of other technologies in Korea.

        22 September 2015 – 3:30pm
        http://www.businesskorea.co.kr/article/national/policy/12187/soldiering-air-force-korea-will-be-able-continue-kf-x-project-without

        DAPA said: Korea will push cooperation with other foreign companies in developing AESA radar and IRST technologies, and will autonomously develop EOTGP and RF jammers.
        Sept 22, 2015
        http://www.defense-aerospace.com/article-view/release/167101/us-refuses-f_35-tech-transfer-to-korea.html

        The DAPA said it is thoroughly reviewing ways to replace the denied technologies with local developments or new technology deals from abroad.

        DAPA head Jang Myung-jin said last week they will “acquire the four major technology items from Europe or through international cooperation, as well as local technology development,” adding that the local development of some of the technologies is well underway.


        “there would be no problem in developing KF-X.” , Air Force chief Jeong Kyeong-doo Said.

        SEOUL, Sept. 23 (Yonhap)
        http://english.yonhapnews.co.kr/news/2015/09/23/0200000000AEN20150923010100315.html

        Silahkan Teman2 Pelajari kembali, Tapi itu lah yg bisa saya Cerna Dari informasi2 Tersebut, Saya kagum akan semangat “BAJA” nya Pihak KorSel, dan Tetap bangga mempunyai pemimpin2 di Kemenhan dan juga pemimpin2 di PTDI yg punya semangat SAMA akan terwujudnya kemandirian bangsa.
        “Wish For The Best”.
        Bye Bye.. Muach..Muachh… xixixi. :D

        • Ahhh kebanyakan makan google lu….
          Hadapi kenyataan brow… Ibdonesia menarik diri dari PROYEK SEMU / IMING-IMING KFX/IFX
          Pemerintah dan TNI pasti lebih pintar berstategi daripada moncong lu yang KOSONG.

        • @King kong
          Ente Punya Data? dgn kata “menarik diri” itu , SINI … SINI Cepetan !
          Atau Ente cuma lagi SOAX aza niih kebanyakan Ngelem!
          mana Kenyataan ? manaaa Ceog !

          Bisa baca Nggak Coy ?
          “Pembelian pesawat belum menjadi prioritas(IFX), bukan tidak jadi, namun ditunda. Yang penting saat ini menghadapi situasi yang memanas di Laut Tiongkok Selatan,” kata Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu di DPR, Jakarta, Senin (21/9/2015).
          http://jakartagreater.com/membangun-landasan-pesawat-tempur-di-natuna/

      • IFX gagal ? , Nggak Kaget, Bahkan N250 doeloe juga Hancur ditangan Pemimpin2 Kita sendiri Kan?. mau mengulangi Sejarah lagi? silahkan kalau mau jadi tokoh yg akan “harum” di kenang sepanjang masa oleh penerus bangsa. Silahkan Pak ! 😛

        Btw, KF-X Tetap Lanjut Kok , walau yg IF-X ditunda setahun krn pengalihan anggaran RI,
        Nih , kenapa ya masih bisa lanjut tanpa bantuan 4 Core Technology dari USA tsb ? :

        @22 September 2015
        Air Force Chief of Staff Jung Gyeong-doo said: that even though the U.S. may not provide four core technologies required for the development of the KF-X Korean fighter, Korea will be able to push forward with the KF-X project. The F-35A purchase contract does not include providing the four core technologies, either, Air Force Chief of Staff Jung said in a parliamentary inspection of the Air Force Headquarters on Sept. 22.
        DAPA said : It was known that the four technologies were not included in the official contract when the Korean government decided to introduce F-35A fighters.

        The DAPA is considering going ahead with the production of AESA radar, infrared search and tracking equipment by way of technological cooperation with third countries such as those in Europe and the development of other technologies in Korea.

        22 September 2015 – 3:30pm
        DAPA said: Korea will push cooperation with other foreign companies in developing AESA radar and IRST technologies, and will autonomously develop EOTGP and RF jammers.
        Sept 22, 2015
        The DAPA said it is thoroughly reviewing ways to replace the denied technologies with local developments or new technology deals from abroad.

        DAPA head Jang Myung-jin said last week they will “acquire the four major technology items from Europe or through international cooperation, as well as local technology development,” adding that the local development of some of the technologies is well underway.


        “there would be no problem in developing KF-X.” , Air Force chief Jeong Kyeong-doo Said.

        SEOUL, Sept. 23 (Yonhap)

        Silahkan Teman2 Pelajari kembali, Tapi itu lah yg bisa saya Cerna Dari informasi2 Tersebut, Saya kagum akan semangat “BAJA” nya Pihak KorSel, dan Tetap bangga mempunyai pemimpin2 di Kemenhan dan juga pemimpin2 di PTDI yg punya semangat SAMA akan terwujudnya kemandirian bangsa.
        “Wish For The Best”.

        multi Link nanti dibawahnya, krn kena blok JKGR trus.
        Bye Bye.. Muach..Muachh… xixixi. :D

    • @boldun:gmn mw maju klw pemikirannya begitu,

    • Sebenarnya indonesia puya daya tawar yang tinggi sama As. Lah wong Pt. garuda indonesia mau beli pesawat dari boing buat gantiin pesawat nya yang udah tua. Kenapa ini tidak di jadikan daya tawar supya pemerintah amerika menekan lokhed martin memberikan TOT. Kalo begitu jika ini benar pemberian 4 kunci teknologi tidak di berikan buat proyek IFK. Lebih baik pemerintah indonesia menekan PT Garuda indonesia untuk membatalkan pembelian dari pt boing. Mudah toh.. maaf pemikiran OOt.

      • Sebenarnya indonesia puya daya tawar yang tinggi sama As. Lah wong Pt. garuda indonesia mau beli pesawat dari boing buat gantiin pesawat nya yang udah tua. Kenapa ini tidak di jadikan daya tawar supya pemerintah amerika menekan lokhed martin memberikan TOT. Kalo begitu jika ini benar pemberian 4 kunci teknologi tidak di berikan buat proyek IFx. Lebih baik pemerintah indonesia menekan PT Garuda indonesia untuk membatalkan pembelian dari pt boing. Mudah toh.. maaf pemikiran OOt. Salam buat bung nara kalo bisa comen saya di babar biar di baca pemerintah. Biar jadi pertimbangan untuk mendukung proyek tot IFX

      • Mantab juga ide anda bung..
        Kalau bisa kita UNGKIT juga Orderan ratusan pesawat Lion Air kemarin yg secara tdk langsung sdh membantu membuka ribuan lapangan kerja di Boeing (membantu AS mengurangi angka pengangguran waktu krisis).
        Jadi sedikit “mengancam” nich.. kalau gak mau, beli di Airbus aja & sekalian ngajak kerjasama ToT Rafale.

        Salam kenal & sehat selalu Bung Peter Joy :)

        • bukanya garuda dan boeing masih dalam tahap mou belum kontrak? dan itu jg yang kmrin sempet di sewotin rizal ramli…kalo sy sih percaya pemerintah saja..kfx batal ato tidak, pemikiran sederhana saya, ngapain jg ngeluarin uang banyak kalo nantinya teknologinya gak sperti di harapkan…belum radar belum rudal nya…kalo kita bersijeras lanjut dg mengorbankan triliunan rupiah tp cm bikin pesawat yg hanya bisa terbang saja ya ngapain…pemangku kebijakan kita juga lebih tau lah drpd kita2 ini, kecuali sdkit sesepuh di sini bisa kasih clue clue clue …

        • Walaupun masih dalam tahap MoU, akan tetapi sudah memberikan harapan besar bagi mereka kan bung prawiroagong ?
          Namanya juga usaha, disentil2 dikit pasti didengerin koq.
          Kalau memang sdh mentog, ya udah dibatalin aja seperti pemikiran anda. :)

  2. Dasar musuh dalam selimut

    • udah2…drpada nganggur bikin pespur yg blm jelas.sambil mencari mending sementara
      PT DI kerjasama sama aja sama Bombardier Inc produksi learjet…

      biarpun produksi terbatas dikarenakan pabrik tidak sebesar boing dll.dan masih ada yg manual tpi keren..hanya untuk pebisnis & kolongmelarat/kolomerat :D
      bisa di jadikan pesawat AEW&C tuh…

      bbrpa hari lalu di TV liat cara pembutan pesawat buatan sendiri William Powell Lear Jr yg bermimpi punya pesawat buatan sendiri tpi memilih desain mirip pesawat tempur inggris.bikin waow..

      biarpun bbrpa harus manual tpi mengesankan.
      dsitu baru sy tau ternyata ada besi baja yg harganya sangat mahal..apabila dkeluarkan dari tempatnya lebih dri 15 detik dan tidak segera dipasang maka tidak bisa dipakai lagi.(setelah 15 detik besi bajanya mengembang) :D untuk menyambungkan sayap dgn badan pesawat.

      • “lebih dri 15 detik dan tidak segera dipasang maka tidak bisa dipakai lagi.(setelah 15 detik besi bajanya mengembang), untuk menyambungkan sayap dgn badan pesawat.”

        Wuihh.. beneran itu bung..?? Lah trus proses memasang nya (pakai mur-baut / Las ya?) yg membutuhkan bbrp detik/menit harus dikerjakan secepat mungkin donk..,Trus gimana caranya?

        #mumpung ada comment berbau IpTek nich :D

        • Anehnya Gk di Las…dan gk pake baut.dan yg masang cuman 2 org.
          1 memasang menggunakan alat pendorong dan 1 orgnya lgi menghitung waktu untuk memastikan waktunya lewat apa tidak.

          cuman dpasang krna saat mengembang…otomatis mengunci…krna melebar… Simple tpi menakutkan..wkwkkwk.takutnya lepas…

          Itu baja tidak mengembang karna didalam kotaknya suhunya minus brpa derajat gitu.

          Thankz

  3. Orang di Jakarta lagi pada tidur nih kayaknya…

  4. Siji

  5. Akhirnya…. Ketahuan…

  6. Cepat putar haluan !!

  7. Tuch kan…
    Batalin aja Proyek KFX/IFX nya..
    Buang-buang duit aja…
    Mending dananya buat Skuadron baru + ToT Eurofighter / Saab Gripen..

    • Hehhehehehehhehehehe..ingat plan B bung puret… Strategi abunawas..klo saya sbtnya strategi poligami tanpa ijin istri pertama…hahahahhahahahahaha… Indonesia smart..!!! Lancrootkan.. Jenderal Gatot..!!! Jendral Yg (Gagah Total)… Dan asu pun gagal total…wkwkwkkwkwk…

  8. Cepat putar haluan !!!

  9. …mungkin gara2 Indonesia ya joint produkna….

  10. “pihaknya sedang mengembangkan teknologi terkait dalam negeri dan melalui kerjasama internasional karena AS menolak transfer teknologi”

    gw salut sama korsel masih punya semangat walaupun tot gk di kasih as.

  11. Kalau kyk gini kan sudah jelas, jangan mimpi deh AS bakal kasih ToT ke negara lain. AS itu negara palinh pelit, licik, ambisius, egois, sombong dan arogan.
    Kalaupn lah AS bersikap baik, itu karena ada udang dibalik batu, tidak mungkin AS bersikap baik hanya karena persahabatan.
    Jadikan ini pelajarn, dan jgn kerjasama riset lg yg sumber nya dari AS.
    Ini semua kesalahan dri yg menyetujui dilakuka nha riset kerjasama dg korea.
    .
    Akhrnya mimpi IFX pun buyar, dan hanggar IFX yg akan dibangun mungkin akhrnya untuk SU-35
    .
    Ini jaman nya sapa dulu ya yg Tnda tangan MoU dg korsel terkait KFX/IFX ? Kok kurang dalam proyeksi kedepan/Visioner

  12. Isi berita gak ada yg nyinggung KFX, adanya cuma import F35

  13. ifx gagal tergantung pemerintah om.

    kalo kfx tetep jalan baca artikelnya yg jelas om jng di telen mentah-mentah.

  14. Nah makanya kita jgn terlalu gila TOT ,,rubah itu UU nya, jadi susah kaannn., rampok lah tekno logi selanjutnya.

  15. saya rasa hanya indonesia yg bisa ToT dengan rusia. korea kecil kemungkinan

  16. Kfx tetap jalan tot dari rusia saja…..pakai mesin thrust vectoring malah jauh lebih bagus dan lebih stroooooooooooooooooooooooooooong

  17. @212 ngeri amir bahasanya bung …rampok…selagi bisa dgn cara TOT apa salahnya…drpada rampok…bnyak liat x faxtor ye

    • Tirulah China, tdk ngoyo cari TOT, cukup berdayakan para hacker, beres mah.

      • Setubuh bung 212 & Bakul Kembang..
        Jaman sekarang emank “Merampok” itu udh biasa, lihat aja perang2 saat ini yg mengatas namakan Kontra Terroris / Senjata Kimia, nyatanya..?? “ngerampok” SDA negara yg dijajah. Yang gak dijajah scr militer “dirampok” lewat ekonomi, politik, dsb. salah satu contoh, freeport.
        China yg dpt tekhnologi dr hacker malah bisa jual mahal ToT (dijual lagi) hasil “rampokannya” ke negara lain.
        Jepang pun ilmu menciptakan mobil nya dulu juga copy paste dr barat tuch.
        Hahahahaa….

  18. Nahhhhh…kan…apa obama bilang…xixixiixixixixixi…asuuu suuuueeeekkk…

  19. Ayoolah lirik2 apa MIG atau SU47 hehe
    Pakistan saja sama Cina bisa tuh …
    kalau mau benar2 serius mo lanjut ya kerjasama sama Rusia atau Cina…tp yg “benar” seriuslah juga dana nya.
    Kalau urusan modal awal kemandirian sdh pastilah kalau di hitung dgn nilai duit pasti rugi..tp kalau di nilai demi kedaulatan NKRI dan kemandirian negara dlm industri pertahanannya tdk ada kata rugi. Mumpung masih masa2 damai buruan berfikir dan bertindak wahai para pemimpinku.

  20. Tuh kan mana mau ToT penting dibagi2 secara murah kok enak saja kecuali kalo LM kita beli baru deh teknologi seperti AESA radar bisa dibawah ke sini

  21. Ya kudu bisa mbikin sendiri, mikir!!

  22. Beginilah jadinya kalau Korea Selatan terlalu bergantung pd si “Iblis” yg bernama Lockheed Martin, apalagi berharap kemurahan hati dari si “Lucifer” USA untuk melonggarkan peraturan terkait dgn TOT. Semuanya mungkin akan lebih baik jika dulu Korea Selatan pd sbt tender proyek FX-III mereka menerima uluran tangan dari Konsursium Eurofighter Typhoon dan menendang LM dan Boeing kembali keasalnya. Ah ……. sudahlah lebih baik kita bersama-sama fokus kedepan memikirkan solusi bagaimana caranya mencari dan melengkapi core teknologi yg belum dikuasai dan yg terpenting bagaimana merealisasikan proyek KFX/IFX tepat sesuai jadwal…….

    (comment edisi galau)

  23. masih percaya sama barat??? jatuh pada lubang yang sama….negara munafik dipercaya rugi bandar…

  24. Ingat sodara2 india dan cina bisa menjadi negara maju dan kuat karena berteman dengan siapa. Rusia kawan2

  25. Bila Plan A ternyata menemui hambatan dan tantangan, kita seharusnya sudah mulai mempersiapkan plan B dan alangkah baiknya PT.DI mulai menjalin/memperkuat kerjasama dg Lapan yg sebelumnya mempunyai sebuah konsep Lapan Fighter Experiment (LFX) yg pernah tertunda krn faktor anggaran ~ ( http://jakartagreater.com/rancangan-jet-tempur-gen-5-lapan/ ).
    .
    Selanjutnya Opsi pengadaan skuadron Typhoon sebaiknya juga bisa dipertimbangkan oleh pemerintah u/ melengkapi kekuatan Matra Udara juga termasuk didlmnya u/ mendapatkan TOT dll-nya, sehingga apabila dapat berjalan sebagaimana mestinya, maka diharapkan kekurangan ataupun kelemahan Proyek IFX /LFX nanti semoga dapat segera diselesaikan dg baik.

    • Kalau EUF Typhoon kayaknya ToT nya nanggung bung.. Saab Gripen / Rafale yg menjajikan full ToT.
      Tp gpp.. buat tambahan skuadon baru.. Biar Matra Udara kita bercita rasa Gado-gado..
      Hahahahahaa….

      • menjajikan full ToT.
        —————————-
        nggak ada Tuh namanya full ToT, itu Cuma buaian Marketing yg dibesar2kan krn panik dgn kompetitor lain, dan juga krn mereka sudah mempelajari kemampuan serapan teknologi dan infrastruktur dari Calon si Client (RI). misal kalau 100% ToT ,berapa besar lagi investasi untuk pabrik elektronik, pabrik Radar , pabrik mesin , pabrik avionik, pabrik Radome , Ram Dll.. , budget 50 Milyar USD aza nggak cukup.
        Yg pnya Budget USD 8 Billion Saja spt korsel , saat Prog FX-III hanya dikasih cuma 21 Core teknologi , yg 4 ditahan , padahal Korsel mampu menyerap semuanya, walau Duit Full.
        alasannya salah-satunya krn ada potensi sbg calon kompetitor produk mrk dimasa datang.

      • 100% TOT gripen? Mesinnya saja bikinan ASU, membual namanya. xixixi.

  26. Ini indonesia,,nasi udah jadi bubur,,,,gak bkl dibuang TAPI,,bakal di jadiin bubur ayam sepesial,,bkn tetangga ngiler,,,

  27. LAGU LAMA… ngupil aj dew denger yg mau kerja sama sama asu

  28. Malaysodomm.. obati aj tu pantat, kejauhan bahas pesawat…

  29. KFX/IFX makin mendekati kegagalan, dan memang harus gagal. Lupakan 1.6 T, dan ambil hikmahnya. Membangun kemampuan iptek harus dengan perencanaan yang matang. KFX itu bukan ToT, tapi R&D, karena Korea Selatan belum punya teknologi pesawat gen 4++ (jadi, apa yang mau ditransfer?). Kalau mau ToT, SAAB dan MBDA sudah menawarkan – kalau diseriusi, sebenarnya bisa jadi “quantum leap”. Kalau mau R&D, kembangkan dulu kemampuan dan penguasaan riset dasar serta SDMnya. Cina butuh 30 tahun untuk membangun kemampuan ini, meski dengan harus mencuri teknologi pula.

  30. Amrik hampir pasti menolak memberi bantuan karena punya standar ganda dalam bergaul sesama bangsa, klu tidak dikasih ya usaha sendiri atau kerja sama dengan yg lain. yg terpenting indonesia bisa buat pesawat tempur sendiri.

  31. klo saya yakin Indonesia mampu, cepat ato lambat. grand strategis dan road map sudah terencana, dan tentu gak usah ekspos berlebihan kita benahi modal dan penelitian khusus, kerjasama tot, nano teknologi dan kreatifitas sebagai bangsa mandiri . I love Indonesia bravo…

 Leave a Reply