Jan 182019
 

Peluncuran rudal dari kapal perang Angkatan Laut AS © US Navy

JakartaGreater.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah secara resmi mengumumkan penarikan diri dari kesepakatan nuklir (INF), seperti dilansir dari laman Lenta.ru pada hari Kamis, 17 Januari 2019.

AS mengumumkan batas waktu untuk menarik diri dari INF ???

Pada tanggal 16 Januari 2019, Deputi Menteri Luar Negari AS yang bertanggung jawab atas kontrol senjata dan keamanan dunia, Andrea Thompson mengumumkan AS akan berhenti melaksanakan komitmennya berdasarkan Perjanjian INF dan akan memulai proses (utama) untuk penarikan dari INF.

AS akan bertindak seperti itu, jika Moskow tak memberikan bukti yang cukup tentang Rusia mematuhi ketentuan-ketentuan INF. Menurut Andrea Thompson, untuk menarik diri dari INF, AS membutuhkan jangka waktu 6 bulan.

Dalam negosiasi di Jenewa, Swiss pada 15 Januari 2019, di pihak Rusia, yang berpartisipasi adalah Menteri Luar Negeri Xergey Ryabkov. Alasan keputusan AS adalah bahwa pihak Rusia dan pihak AS tidak mencapai kesepakatan setelah berlangsungnya konsultasi Jenewa pada 15 Januari.

“Itu sangat mengecewakan, kemarin (kedua pihak) tidak membuat terobosan”, kata Thompson.

Dalam sudut pandangan Washington, Rusia tidak berniat untuk mengubah pendekatannya, juga tidak bermaksud untuk mematuhi ketentuan dalam Perjanjian Rudal Jarak Menengah (INF).

Ballistic Missile Defense System Overview © Missile Defense Agency via Wikimedia Commons

Pada saat yang sama, AS juga menekankan bahwa AS menjelaskan dengan jelas langkah-langkah apa yang diperlukan untuk mematuhi INF. Pertama-tama, adalah untuk memeriksa pembatalan rudal (Rusia) bahwa “pihak AS memiliki keraguan”.

Rusia tak memberi bukti baru kepada AS tentang kepatuhan Rusia pada INF

Dari pihak Rusia, semua bukti tentang kepatuhan INF telah ditransfer/diberikan ke pihak AS. Menurut Komisaris Dewan Federal untuk Pertahanan dan Keamanan di Senat Rusia, Frants Klintsevich.

“Rusia telah memberikan semua bukti yang diperlukan (dalam hal) Rusia telah mengimplementasikan INF tanpa syarat, memberi semua yang dimiliki Rusia. Situasi saat ini, kita tidak mengerti apa yang mereka (AS) tuntut dari pihak kita”, kata Klintsevich.

Klintsevich juga mengatakan bahwa tindakan para mitra (AS) adalah tindakan agresi publik dan menambahkan bahwa Moskow telah melakukan semua yang mungkin bagi INF untuk tetap efektif. Menurut F. Klintsevich, Amerika Serikat bermaksud untuk menyebarkan rudal-rudalnya di Eropa.

Rudal balistik jarak pendek Iskander-M buatan Rusia © Russian MoD

Washington mengeluarkan ultimatum ke Moskow

Perwakilan AS mengatakan bahwa Amerika Serikat berpikir bahwa hanya melihat jenis rudal menyebabkan pertanyaan tidak cukup untuk mempercayai jangkauan kegiatannya.

“Melihat rudal, tidak berarti mengetahui seberapa jauh radiusnya. Dan begitu juga pelanggaran Perjanjian. Rusia diyakini memiliki sistem yang beroperasi melebihi ambang batas (rentang aktivitas) yang ditentukan dalam kerangka Perjanjian (INF)”, sebut perwakilan AS.

Rudal yang disebutkan di sini adalah rudal 9M729. AS menuduh Rusia menyembunyikan kemampuan sebenarnya (fitur) dari rudal 9M729 dari kompleks rudal “Iskander” tersebut. Pentagon mengatakan bahwa rudal jenis ini (diluncurkan dari darat) memiliki jangkauan 500 km atau lebih. Pada bulan Desember 2018, Amerika Serikat telah meminta Rusia untuk membatalkan atau mengubah fitur rudal ini.

Menurut Menteri Luar Negeri Rusia Xergey Lavrov, AS tidak tertarik dengan saran yang di berikan Moskow, dimana Amerika Serikat diizinkan mengirim utusan untuk menyaksikan dan memeriksa rudal 9M729 yang sebenarnya.

Lavrov juga menambahkan bahwa perwakilan Washington “tidak mendengarkan pertanyaan Rusia tentang mengapa mereka tidak ingin mencari tahu informasi tentang permasalahan rudal 9M729 ini.

Simulasi peluncuran rudal balistik dari Pacific Missile Range Facility (PMRF) saat pengujian pencegat Standard Missile-3 © US Navy via Wikimedia Commons

Lavrov menyebut tuntutan Amerika Serikat tak menghargai Rusia

Juga mengenai topik ini, pada konferensi pers baru-baru ini tentang hasil kerja urusan luar negeri Rusia pada tahun 2018, Menlu Rusia Xergey Lavrov menyatakan: “Mereka tak boleh memperlakukan Rusia dengan cara yang sama ketika tak ada seorang pun atau negara mana pun yang ditugaskan ke Rusia untuk memeriksa, tetapi Rusia dianggap bertanggungjawab ke mereka”.

“Orang Amerika datang (ke Jenewa) dengan ultimatum dan posisi yang telah disalibkan sebelumnya, menuduh Rusia melanggar Perjanjian, sedangkan AS mengaku tidak melanggar perjanjian, (dan) kita tidak perlu melakukan apa pun”, kata Lavrov, bahwa ini adalah manifestasi dari cara menetralkan perjanjian strategis.

Di saat yang sama, Menlu Rusia menambahkan bahwa Moskow masih bersedia melakukan segalanya untuk menyelamatkan perjanjian rudal jarak menengah (INF).

AS bisa mendeklarasikan pengembangan yang dilarang INF

Deputi Menteri Luar Negeri AS, Andrea Thompson mengatakan bahwa setelah menarik diri dari INF, AS dapat menggunakan desain sistem rudal sebelumnya yang telah dilarang oleh perjanjian INF.

Dia menjelaskan bahwa “Penghentian INF (oleh AS) berarti kami berhenti melaksanakan komitmen dalam kerangka kerja INF. Oleh karena itu, berarti kami (AS) dapat melakukan penelitian dan merancang sistem yang telah dilarang sebelumnya oleh Perjanjian ini hingga pada saat ini”.

jakartagreater.com

  47 Responses to “AS Umumkan Secara Resmi Keluar dari INF”

  1.  

    terus tempatkan nuklir di australia,,,,
    smart….

    moga2 aja kebijakan pemimpin sono sama sini akur dan balance.

  2.  

    Kuncinya DISINI !!!

    “Dia menjelaskan bahwa “Penghentian INF (oleh AS) berarti kami berhenti melaksanakan komitmen dalam kerangka kerja INF. Oleh karena itu, berarti kami (AS) dapat melakukan penelitian dan merancang sistem yang telah dilarang sebelumnya oleh Perjanjian ini hingga pada saat ini”

    memang sudah ada niatan, jadinya cari cara blaming Rusia, agar bisa kluar dari INF.

    •  

      Melintir kumis boleh, tapi melintir fakta jangan dong. Faktanya Rusia tidak jujur dan terbuka dg senjatanya macam Khinzal/Iskander M dan Zircon. Cuman ngajak wisata ngeliatin tuh rudal emangnya bisa tau karakteristik detailnya seperti apa. Beda dg START yg langsung pada pemusnahan ICBM dan platform rudal masing²/negara yg terlibat. Dan alasan lainnya INF juga harus melingkupi semua negara triad nuklir termasuk China. Paham ??

      •  

        Konyol, itu cuma alasan Amerika atas perkembangan rudal rudal terbaru Rusia, dimana NATO dan US mengalami kemunduran dan keputusasaan. Sehingga mwnggunakan cara kotor seperti biasanya menuduh tanpa alasan dan bukti yg kuat dan selalu mengelak dengan cara yg khas.

        RED ALLERT

      •  

        Semua ada sejarah dan alasannya Bung , .. kita share biat warjager lain bisa menilai :
        1. Didahului 2016 , Aegis System (with tomahawk 1300 km) dipasang di pintu masuk Rusia (RUMANIA). Tomahawk diganti nuclear warhead semudah seperti mengganti Sutera dengan Durex.
        2. Iskander M masih di range di bawah 500, katagori Missile jarak pendek dan Novator 9M729 ini pun masih dalam system tersebut.
        3. Rudal-rudal yang dipertentangkan (INF Red) ini adalah bertujuan melindungi Eropa, yang anehnya Eropa malah ngotot ingin mempertahankan INF dengan Putin. Yang mereka takutkan malahan adalah Trump dan ini terjadi nyata saat ini.
        4. Pernyataan Anda mengenai China malah semakin menjelaskan semua :
        – INF memang tidak ada urusan dengan CHina
        – USA perlu keluar dari INF untuk menandingi development China Rudal seri DF dan HN-nya

        5. seperti biasa dan umum Cara-cara politik Amrik, … untuk menarik diri INF (dalam rangka menandingi China) , perlu kambing hitam yaitu Rusia yang dipersalahkan (Iskander-M).

        6. Jangkauan Iskander M tak ada apa-apanya dibandingkan ancaman AEGIS di Rumania dengan Tomahawk.

        (gw di “paham-paham” ama agato “about INF dan China” , sekarang kelihatan siapa yang ga paham)

        •  

          Seharusnya sekaliber Bung SP sekalipun sudah paham kalo Tomahawk dg hulu ledak nuklir taktis (BGM-109G) sudah dihapus dari arsenal US Armed Force sejak diterapkan INF. Hulu ledak Tomahawk hanya sekitar 450 kg, masih dibawah MTCR. Itu beda jauh dg Novator, Iskander M/Khinzal atau Zircon. Apalagi Novator bisa dilengkapi dg hulu ledak nuklir 200kt dan masih aktif hingga sekarang.

          Dan bukannya Novator juga udah sejak lama ditempatkan di Kaliningrad jauh sebelum Romania dijadikan sebagai basis Aegis Ashore??? Novator malah 2x lebih jauh dari Tomahawk?? Dg jangkauan 3000km, jelas kota² diseluruh dataran Eropa kena jangkauan Novator, apalagi Zircon.

          China pun harus ikut karena senjata rudal taktisnya sudah mengancam seluruh Asia Pasifik. Apa salahnya INF dilebarkan hingga penjuru dunia???

          •  

            Makanya coba bung Agato baca lagi yang disampaikan bung SP…

            “Rudal-rudal yang dipertentangkan (INF Red) ini adalah bertujuan melindungi Eropa, yang anehnya Eropa malah ngotot ingin mempertahankan INF dengan Putin.”

            Negara2 Eropa masih berharap pada INF, sedangkan USA yang berada diluar jangkauan Novator malah ngotot keluar dari INF…

          •  

            Sejarah INF jelas karena kekawatiran Eropa saat terjadi persaingan antara USA dan Soviet kala itu tentang perlombaan senjata… kalau saat ini ada kekuatan baru seperti China, maka itu adalah hal yang berbeda, dan itu tidak ada hubunganya dengan INF itu sendiri…

          •  

            Ane malah penasaran, Eropa mana yg dimaksud, karena Nato sendiri mendukung penuh tindakan USA. Ente tau kan anggota NATO itu siapa aja di Eropa?

          •  

            Yah, Motif Berdirinya INF tak beda jauh dg MTCR, NPT. Jadi, buat apa dibatasi hanya untuk USA dan Rusia saja? Bukankah menjamin keamanan dunia itu harapan semua negara??

          •  

            NATO itu kan kepanjangan tangan USA… tetapi beberapa negara seperti Jerman dan Prancis berusaha untuk meyakinkan USA untuk tetap melakukan perjanjian dengan Russia, karena kalau terjadi perlombaan senjata yang paling meradang jelas ya Eropa…

          •  

            INF memang dibuat sebelum China sebagai ancaman… waktu itu China masih sangat tergantung kepada Soviet… masalah utama adalah Eropa merasa terancam dengan kemampuan rudal Soviet/Russia sehingga dibuatlah perjanjian INF…
            Masalah China adalah masalah lain, dan seharusnya bukan USA keluar dari INF tetapi seharusnya ya semua pihak menekan China dan negara yang mampu mengekplorasi rudal nuklir untuk dimasukan dalam INF… India cukup mampu membuat rudal nuklir, bahkan Israel juga… mengapa hanya Russia dan China yang dianggap sebagai ancaman???

          •  

            Semua negara pengembang senjata rudal dan triad nuklir memang harus ikut INF tak terkecuali China dan India. Kalo Israel tak ada bukti resmi atau pengakuan resmi dari Israel kalo mereka punya nuklir. Kalopun ada, ancaman Israel hanya Iran, Hizbullah, dan Hamas. Bukan ancaman untuk seluruh kawasan. India juga bukan ancaman untuk kawasan kecuali Pakistan dan China. Lah China sendiri sudah jadi ancaman untuk seluruh kawasan. Bisa jadi kalo China tak ikut INF suatu saat mereka bisa mengancam Natuna dg DF-21nya. Emangnya ente mau Natuna lepas ke China??

          •  

            bung agato , komen saya paling atas sangat sederhana dan tanpa basa basi, usa butuh alasan kluar INF karena akan melawan China. anda bilang mlintir kumis.
            sekarang semua argumen anda malah menegaskan bahwa Usa kluar INF karena hal ini juga, jadi apa salah komen gw paling atas itu ?
            sudah jelaass usa tersandera INF di tangan kiri, tangan kanan harus menghadapi china. jalan satu satunya kluar INF.
            tomahawk versi nuclear hanya merubah warhead saja, tak ada perubahan spek apapun. iskander m dari dulu speknya 500 km , dan dari awal INF memang dikonfirmasi tidak melanggar, kenapa sekarang jadi melanggar ?
            coba google sebentar : aegis shore rumania 2016, jangan asal mangap

  3.  

    Horee
    Perang dingin dan perlombaan senjata tahap 2 dimulai

  4.  

    Aegis Shore di romania di bongkar aja,
    beres toh masalahnya….

    abis itu Arleigh Burke atau Zummwalt lego jangkar di romania, atau ukraina, atau turki.
    there always way around……
    klo sumbu pendek pasti mikir jalan cuma satu, sempit lagi, 80 juta 😆

    •  

      Lalu kenapa USA tidak menggunakan cara itu???

      Sederhana, menurut saya USA tidak cukup percaya diri dengan kemampuan sistem pertahanan mereka, sehingga mereka harus menempatkannya sedekat mungkin dengan garis perbatasan Russia…

      •  

        gaya bicara yuli ini seperti org pasar saja,,,,
        dikasih solusi malah pesimis,
        atau mungkin dia lupa kasus donald cook yg sering di buzzer samak su-24 terus diganggu pelayarannya.

      •  

        si yuli ini seperti intel saja, yg nyebar hoax kemana2 😆

        memang bung yuli tahu dimana lokasi keberadaan peluncur mk41 ?

        kok bisa bilang sedekat mungkin dengan garis perbatasan Russia… 🙄

        tahu dari mana ?

      •  

        Aegis Ashore dipasang di Eropa sebagai kesepakatan NATO. Dikhususkan untuk menangkis kemungkinan serangan rudal Iran. Kalopun dekat dg Rusia ya wajar aja karena perisai itu ditempatkan di tengah posisi Eropa serta area strategis Eropa di Balkan. Kalo USA gak pede sih enggak, tapi sikap preventif aja.

        •  

          Alasan yg gak masuk akal menangkis serangan rudal iran di eropa.

          Jika itu yg jd tujuannya, bukannya lebih baik dipasang di Arab Saudi atau UAE atau Israel sekalian yg dekat dng Iran. Lebih gampang menangkalnya.
          Kaya mau nipu anak kecil aja…..lucu….lucu banget….NATO cs. Sdh kehabisan alasan….xicixicixi

          •  

            Lah Saudi, UAE dan Israel kan bukan anggota NATO. Paham ente??

          •  

            Sekutu, mbroo…sekutu. Jika yg namanya datang ancaman berbahaya, tentu sekutu terdekat yg dijadikan back up.
            Jepang dan korsel bukan anggota Nato tp dlm menghadapi china dan korea utara di jadikan home basenya bukan?
            Polandia itu Eropa letaknya mbroo, sedangkan Iran itu di Timur tengah. Kenapa alasan pemasangan bukan di Turkey atau Bulgaria yg lebih dekat ke Iran ketimbang Polandia yg jauh diatas…..hehehe…catat itu mbro.

          •  

            Ya itu tergantung pihak komando dan strategi NATO dong. Lagian kalo NATO ingin mengancam kemampuan serang strategis Rusia kenapa gak ditempatkan aja di Lithuania atau Latvia sekalian yg lebih dekat ke St. Petersburg, Moskow dan Kaliningrad daripada dipasang di Polandia dan Rumania. Betul tidak?? Alasan penempatan di Polandia dan Rumania tidak ditujukan pada Rusia. Bahkan kalopun jangkauan Aegis Ashore bisa mencapai Ural jelas bukan untuk langsung ditujukan kesana. Bukankah S-500 juga bisa memantau hingga Sebagian besar Eropa ?? Lalu apanya yg perlu ditakutkan?? Bukankah Putin mengeklaim kalo rudal Rusia bisa menembus semua hanud buatan Barat?? Harusnya Rusia tidak terancam dong dg AEGIS Ashore di Eropa apalagi Thaad di Korsel.

          •  

            Logika berfikirnya itu gmn mbroo dng alasan Iran.? Sasarannya di Timur tengah, sementara anggotanya yg terdekat adalah turkey dan sekutu terdekat adalah israel, kok penangkalnya ada di eropa, polandia yg notabene dekat rusia ketimbang dekat dng Iran. Bualan itu yg harus dijelaskan AS dng NATO nya. Seandainya secara transparant mengatakan bahwa akan menempatkan penangkal rudal di polandia utk menangkal rudal rusia, mungkin rusia akan bisa terima bahkan lebih bersiap.

          •  

            1.) Penempatan AEGIS Ashore sudah ditentukan pihak NATO. Jangkauan rudal Iran yg bisa mencapai Hampir semua wilayah Eropa jelas jadi pertimbangan pembuatan sistem tersebut. Dan NATO sudah menghitung posisi mana yg tepat.
            2.) Logika menempatkan sistem hanud di dekat wilayah musuh tidak harus dijadikan patokan. Ada poin² keamanan yg harus dipertimbangkan bila hanud ditempatkan dekat dg wilayah musuh. Seperti yg ente bilang. Kalo memang AEGIS Ashore ditujukan pada Rusia, maka seharusnya tidak perlu ditempatkan di Polandia dan Rumania tapi pasti akan ditempatkan di Lithuania, Estonia dan Latvia yg jelas² berbatasan dg Rusia. Polandia yg berbatasan dg Kaliningrad jelas takkan berpengaruh secara strategis terhadap kelangsungan Rusia. Justru penempatan rudal Novator, Zircon, Kalibr dan S-400/500 di Kaliningrad yg akan mengancam kelangsungan hidup seluruh kawasan Eropa. Ente harus liat google Map biar lebih paham.

        •  

          @Aga-sotoy

          Jepang dan Korsel bukan NATO, paham ente???

          Klo tujuan AS utk penangkal rudal balistik, kenapa bukan THAAD yg disebarkan ke Eropa? Kenapa Aegis yg punya kemampuan luncurkan Tomahawk dgn hulu ledak nuklir?

          Ente paham gak sih???
          Ayo… silahkan ngeles spti adab dan kebiasaan ente…

          •  

            Dik, AEGIS itu hanya sistem radar terintegrasi dg sistem komando. Dari semua literasi yg ane baca, Aegis ashore.di Eropa hanya dipasang SM-3.

          •  

            THAAD itu hanud, AEGIS itu sistem radar terintegrasi. Masak iya gak bisa bedain.

          •  

            Tapi Tujuannya THAAD ama Aegis itu sama saja yaitu untuk peetahanan dari rudal balistik 😛

          •  

            Makanya, kalo cuman sebagai pertahanan lantas apa yg ditakutkan dari Rusia??? Takut gak bisa nyerang lagi kah?? Katanya udah punya rudal yg bisa menembus hanud Barat yg artinya Rusia percaya rudal mereka bisa menembus AEGIS Ashore dan Thaad. Lalu apa yg mereka takutkan??

          •  

            AEGIS dan THAAD memang utk pertahanan, yg dipermasalahkan adalah AEGIS dirancang juga untuk meluncurkan rudal Tomahawk.

            BTW, sejak kapan “messenger of war” Tomahawk dan variannya digunakan untuk pertahanan? Bukankah semua tahu itu adalah rudal jelajah yang digunakan untuk menyerang? Plus bisa dipasang hulu ledak nuklir dan ini jelas melanggar INF. Paham?? 😛 hihihih

          •  

            Hahaha. Mungkin bung agato lupa kli klau Mark Family jg bisa buat launch Tomahawk bung Lingkar. Btw INF dlu dibuat agar bisa menguntungkan AS slh satunya di perjanjian itu berbunyi “Semua Rudal Konvesional/Nuklir jarak Menengah harus dimusnahkan Kecuali yg berbasis Laut”

          •  

            Gini aja, coba ente tunjukkan bukti bahwa sistem ground base AEGIS Ashore di Eropa juga dipasang Tomahawk. Tunjukkan ane 1 artikel aja. Setau ane, mereka hanya pasang SM-3 dan itu adalah rudal AAW. Tak ada Tomahawk disana. Ente Lingkar coba kalo ngomong sekalian tunjukkan bukti. No link=HOAX.

          •  

            Gini aja ya bung VLS Mark Family yg dipakai ama Aegis BMD itu Multifungsi (Masa Salesnya Kaga tau). dan kita hanya bisa menebak Apakah ada rudal lain Di Aegis Ashore tsb selain SM family. dan isi dari Aegis disana tdk ada yg tau (kecuali Yg masang ama petinggi militer AS) sebab itu merupakan sebuah Rahasia yg nggak mungkin dibocorkan…

          •  

            @Jimmy. Mau perkiraan sekalipun tetap saja yg dibaca awam adalah pernyataan resminya. Perkiraan yg berlebihan hanya akan memicu HOAX. Sama kayak Kilo Indonesia gegara ada di kalender jadi penyebab munculnya Jama’ah Ghoibiyah dan Resmiyah.

          •  

            Ahh sok ahli aje

  5.  

    Engak penting semua itu dek…yang penting itu bagai mana kita bisa manfaatinya…dengan gagalnya perjanjian tersebut kesempatan kian terbuka lebar karna tidak ada lagi yang mengikat tentang tehnologi roket dan perudalan…baik jual beli maupun alih tehnologi…napa musingin negara lainya…xaxaxaxa…!!!
    Kan lebih baik kita menuntut dan menekan para pembuat kebijakan untuk lebih serius dalam industri strategis….apa lagi dengan momentum yang tepat pada saat ini…setidaknya kita kembangin rudal antar benua lah sebelum ngembangin rudal antar planet…!!!
    Engak pake tawa…!!!

  6.  

    Tujuan dibalik perjanjian inf yg diajukan amerika & disepakati gorbachev adalah krn amerika takut jk nanti meletus pd 3 jk nanti amerika memainkn peran ideologinya diafghanistan, balkan & sekitarnya,
    tapi sovyet lbh dulu runtuh sblm amerika memainkn peran ideologinya, akibat kebijakn gorbachev yg tdk terkendali yg tujuan dibalik kebijakan gorbachev utk mengubah sistem komunis & ingin menyelamatkn penduduk dunia sblm pd3 meletus & dasar prjanjian inf yg diajukn amerika brdasarkan kebijakan gorbachev trsebut,
    tapi amerika tdk menepati perjanjian inf & gorbachev didustai, oleh karna itu russia meningkatkn rudal jarak menengahnya
    😆 😆

  7.  

    Mungkin jk amerika keluar dr inf? Tentu eropa bakalan menambah sistem hanudnya & lainnya, jadi siapakh yg diuntungkan?

    😆 😆