AS Yakin Tiongkok Tidak Akan Temukan F-35 Lebih Dulu

Prototipe F-35 (foto : Common Wikipedia)

Militer AS dan Jepang menampik kemungkinan China akan menemukan terlebih dahulu pesawat tempur F-35A Lightning II Jepang yang hilang sebelum ditemukan tim pencari dari AS dan Jepang.

Menurut Menteri Pertahanan Patrick Shanahan, Jepang yang memimpin misi pencarian bekerjasama dengan AS, dan pihaknya siap memberikan bantuan jika Jepang kesulitan atau kekurangan peralatan.

Pada 9 April lalu, F-35 Angkatan Udara Bela Diri Jepang jatuh di Samudra Pasifik di utara Jepang. Satu F-35 hilang kontak dan menghilang dari radar kira-kira 85 mil sebelah timur dari Pangkalan Udara Misawa.

Tidak lama setelah F-35 hilang, muncul spekulasi tentang China atau Rusia yang sedang mencari F-35 yang jatuh dan kemungkinan bisa menemukan terlebih dahulu sebelum ditemukan AS dan Jepang.

“Kami tidak memiliki kemungkinan seperti itu, sama sekali tidak,” kata Menteri Pertahanan Jepang Takeshi Iwaya saat bertemu dengan Menteri Pertahananan AS. “Kami sedang melakukan pencarian dan penyelamatan sehingga kami dapat mengidentifikasi dan menemukan pesawat yang hilang.”

F-35A jatuh diperkirakan di kedalaman sekitar 1500 meter dibawah laut. Pasukan Bela Diri Maritim Jepang telah mengerahkan kapal selam penyelamat, bersama kapal-kapal perang lain untuk mencari di daerah itu.

“Ini adalah pesawat yang sangat penting, jadi kami ingin mencari pesawat secepatnya dan menyelamatkannya,” kata Menteri Iwaya, Jumat. “Jepang akan memimpin penyelidikan, tetapi kami berharap dan juga sangat diperlukan untuk mendapatkan dukungan dari A.S. Jadi sementara kami melakukan itu, kami ingin menemukan akar penyebab kecelakaan.”

China dan Rusia sendiri saat ini sedang mengembangkan pesawat tempur siluman seperti F-35, dan mengungkap rahasia pesawat tempur siluman generasi kelima milik AS bisa menjadi rejeki nomplok bagi China dan Rusia.

Bersaing dan menemukan terlebih dahulu aset teknologi penting yang hilang di laut bukanlah hal yang mustahil, pada awal 1970-an, CIA pernah menghabiskan ratusan juta dolar untuk menemukan kapal selam Soviet yang karam yang gagal diselamatkan oleh Kremlin pada tahun 1968.

Kapal selam itu pecah selama operasi penyelamatan yang terjadi pada kedalaman 5000 meter, tetapi AS masih berhasil menyelamatkan dua torpedo dengan hulu ledak nuklir dan beberapa manual kapal selam tanpa Soviet sadari.

Juru bicara Pentagon Charles Summers Jr. mengatakan pada hari Kamis bahwa upaya pencarian utama AS telah berakhir, “namun, kami akan terus berkoordinasi dengan mitra Jepang kami pada upaya untuk menemukan dan menyelamatkan pesawat yang hilang.”

Insiden jatuhnya F-35 tidak tidak mengguncang kepercayaan militer Amerika dan Jepang dalam program F-35, katanya. “AS dan semua mitra F-35 tetap berkomitmen penuh untuk melindungi semua kemampuan dan teknologi F-35″.

Kapal perusak USS Stethem dan beberapa pesawat maritim P-8A Poseidon ikut serta dalam misi pencarian bersama Pasukan Bela Diri Jepang, tulis Defense News.

Beberapa puing-puing dari F-35 ditemukan di laut, namun pilot tidak ditemukan dan sebagian besar pesawat masih hilang di bawah laut.

Penyebab kecelakaan tidak diketahui, dan ini adalah kecelakaan kedua dari F-35. Korps Marinir AS kehilangan F-35B di South Carolina dekat Beaufort, dengan pilot yang berhasil keluar dengan selamat saat terjadi insiden itu.

“Departemen memiliki keyakinan penuh dan kepercayaan diri dalam program F-35,” kata Summers.”Semua 276 F-35 milik AS terus terbang, termasuk F-35A Angkatan Udara AS”.
Airforcetime

Tinggalkan komentar