Asap Rokok, Kabut Asap

Asap rokok dan kabut asap merupakan dua hal berbeda. Sehingga tidak bisa dipersamakan ataupun diperbandingkan baik dalam bahaya yang dihasilkan dari kedua hal tersebut. Kemudian tidak pas juga membandingkan mana yang lebih berbahaya antara asap rokok atau kabut asap. “Itu tidak bisa disamakan. Dampak asap rokok umumnya kronik atau proses menahun, sedangkan dampak asap kebakaran umumnya akut,” seperti dikatakan oleh Dokter Spesialis Paru, Agus Dwi Susanto pada Minggu, 25 Oktober 2015.

Kandungan dalam asap rokok dan kabus asap pun memiliki perbedaan signifikan. Seperti masyarakat pada umumnya mengetahui asap rokok terdiri dari tiga bahan utama, meliputi nikotin, tar (6000 bahan kimia berbahaya) dan sekitar 40 nya bersifat karsinogen dan gas karbon manoksida. Selain itu juga mengandung oksidan.

Berbeda dengan kabut asap lebih mengandung berbagai bahan gas lebih bersifat iritan, speerti ozon, SO2, Nox, dan gas asfiksian seperti CO dan CO2. Selain itu mengandung partikel dikenal dengan partikulat matter, seperti PM10, PM2,5 dan ultrafine. Bahan kimia terkandung lainnya, seperti enzena, formaldehid, plisiklik, hidrokarbon, dan lainnya yang mengandung Karsinogen.

Meski kabut asap bersifat karsinogen tetapi belum ada konfirmasi lanjut dari penelitiannya mengenai apakah beresiko kanker atau justru sebaliknya. Menurut Agus, sebenarnya tubuh manusia akan secara sendirinya melakukan pembersihan saat menghirup udara segar kembali. Sehingga dapat dikatakan dampak asap rokok dan kabut asap terhadap tubuh memiliki perbedaan. Akan tetapi jelasnya keadaan kesehatan individu yang sudah terkena penyakit akibat asap akan memburuk jika tetap merokok.

Merokok biasnaya bersifat kelanjutan kisaran bertahun-tahun lamanya sehingga berdampak pada berbagai penyakit kronik, sebut saja jantung, stroke, sampai kanker. Sedangkan kabut asap yang bersifat sementara akan membahayakan dengan menyebabkan penyakit akan tetapi dampaknya hanya terjadi dalam waktu singkat.

Asap rokok dan kabut asap sama-sama berbahaya bagi kesehatan. Pemerintah dan seluruh pihak terkait lainnya harus melakukan berbagai tindakan preventif untuk mencegah kebakaran hutan yang mengancam kesehatan masyarakat. (668)

Leave a Reply