ASEAN ARMIES RIFLE MEET VIETNAM 2014

61
78

 

 

Hasil sementara:

Sumber : aarm.vn

 

1 Brunei 0 2 4 6
2 Cambodia 0 0 0 0
3 Indonesia 17 12 5 34
4 Laos 0 0 0 0
5 Malaysia 0 2 0 2
6 Myanmar 2 1 1 4
7 Philippines 2 1 4 7
8 Singapore 1 0 3 4
9 Thailand 8 4 4 16
10 Vietnam 0 4 6 10

61 KOMENTAR

    • Mengapa begitu pak Panglima Kumbang? Dalam olah raga negara kita sering jadi juru kunci, namun untuk event-event lain, misal dalam lomba tembak antar militer atau kiprah pasukan Garuda yg membantu PBB menegakan perdamaian, olimpiade matematika, fisika / ilmu alam, dan setiap ajang festiwal budaya internasional negara dan bangsa kita sering mendapat nama harum. Barangkali bakat bangsa kita itu pada kemampuan humanisme, sosbud, pendidikan serta pertahanan membela tanah air. Dalam bidang olah raga, bolehlah kita prihatin.

      • Saya yakin, atlit-atlit kita juga gak kurang latihannya, dan saya sempat liat permainan anak-anak garuda lawan vietnam dan philipine…

        Kesimpulan awal, tampak sekali kurangnya perjuangan, kurangnya mental juara. Dan semua ini penyebab dasar menurut ane yang sotoy ini adalah:
        KURANGNYA NASIONALISME

        Atlit kita udah kurang jiwa patriotismenya, membela negara membawa bendera sudah tidak sakral seperti dulu lagi….
        Maka kita liat, TNI masih jauh di depan karena kalo di TNI sudah pasti jiwa nasionalisme masih tertanam kuat…..

        • Setuju bung MJ, itulah yg sampai saat ini menjadi penyakit kronis atlet2 kita bila harus berkompetisi didunia Internasional, termasuk Sepak bola kita, yaitu “Mental Juara dan Semangat Juang” yang lemah sehingga tampak dari hasilnya.

          Boleh juga tuh! kalau pelatihan fisik dan mental ala militer TNI bagi seluruh atlet kita termasuk sepak bola, hasilnya mudah2an mantap dan membanggakan!

          Contohnya saja, Tim Sepak bola dari Korut konon sehari2 digembleng ala militer mental maupun fisiknya, dan hasil akhirnya sungguh luarbiasa mereka mampu tembus s/d Piala Dunia meskipun akhirnya harus kalah, tapi itu sudah menjadi prestasi yg membanggakan seluruh negara Asia!

        • Bung MJ, menurut saya yang masalah dg prestasi olahraga kita adalah sistem pembinaan dan pengelolaannya. Olimpiade matematika, fisika dll, setahu saya dikelola Prof. Yohanes Surya. Sedangkan lomba militer di kelola pihak TNI. Nah, untuk olahraga dikelola oleh pemerinta/KONI.Bisa diliatkan, dimana letak masalahnya? Bukan pada manusianya tapi pada sistem yang mengelola.

          • Itu juga mendukung bung Eka, tapi coba liat pembinaan PBSI yang juga banyak masalah. Kalo kejuaraan di dalam negeri dimana penonton kita sangat fanatik maka pasangan kita terlihat sekali perjuangannya mengejar bola/cock.

            Kalo mental nasionalisme disini menurut saya bukan hanya untuk pemain/atlit, tapi juga pelatih….

            Ingat Sepak bola gajah antara Indonesia-Thailand yang menghindari Vietnam dulu…hal itu tidak akan terjadi jika pemain dan pelatih punya semangat nasionalisme, sehingga bukan hanya mengejar posisi masuk final saja yang dikejar, tapi juga harga diri bangsa…

      • Intinya sih pembinaan mental dan fisik bung… Bandingkan TNI dengan Atlit (tanpa mengurangi value para atlit karena saya juga cuma rakyat biasa yang cuma bisa bayar pajak aja) , TNI itu kita semua tau pembinaannya keras bahkan kadang kita menerka2 kalo TNI itu udah di Cuci Otaknya supaya bisa sekeras itu walaupun gak bisa dipungkirimasih ada aja oknum2 yang bikin kita JIJIK.

  1. Hurraa..medali emas kontingen lain digabungin blm bisa melewati perolehan medali emas Indonesia..khusus Brunei itu hasil latihan 7 bln dg TNI kali ya..oh ya bung-bung skalian ada yg bs beri pencerahan tentang jenis senjatA yg dipake masing”kontingen?terimakasih sebelumnya

  2. Saya yakin semua berasal dr kedisiplinan….
    Untuk contoh kecil saja,ketika perusahaan tempat saya bekerja mengadakan acara bersama TNI jam 8 pagi, ketika itu teman2 n saya sedang sibuk2 nya mempersiapkan tahap akhir acara tsb,saya kaget,beliau2 mayoritas sdh menempati kursi undangan pada jam 6.30….terus terang saya kaget dan saya langsung menghampiri beliau2 seraya mengucapkan selamat pagi dan saya mencoba menjelaskan bahwa acara dimulai tepat pukul 8.00 n tak lupa saya menyampaikan permohonan maaf jika ada kesalahan teknis yg menyebabkan beliau2 datang jauh lebih awal. Saya lebih kaget,ternyata beliau2 serempak mengatakan “kami sudah tahu kok mas”…..n berkata ” lebih baik dateng kepagian drpd terlambat loo” hehehehe…..saya geleng2 melihat semangat2 beliau…..

    Alhamdulillah….saya salut bgt sm kedisiplinan beliau2….

  3. Assalamualaikum wr.wb.
    orang Indonesia itu item manis ya hehehehe :mrgreen:
    ow ya itu cewek dari kontingen Indonesia ada yang cantik lo namanya Yanti hehehe tapi hati-hati dia juara menembak, bisa-bisa yang di katakan masha terjadi lo :mrgreen:
    saat anda selingkuh anda sudah masuk target tembaknya dia dari jauh, terus dia ngirim sms mau di kirim ke akherat atau UGD?

  4. kalau olimpiade itu boleh gak ya kirim atlitnya dari TNI?
    kita saban ada Asian Games, SEA Games, Olimpiade ngos2an mulu dapat medalinya..
    ga pernah dapat dari cabang menembak.
    lah hini tentara kita menang terus di AARM, boleh gak kalau bapak2 dan ibu2 tentara ini yg dilatih buat jadi atlet menembak kita di Olimpiade?

    lumayan kan at least berapa biji emas lah… nama Indonesia bisa muncul di Medal Tally..

    • Ide yg bagus bung! TNI kita ini sudah langganan juara menembak tidak hanya Asteng, Asia tetapi dilevel dunia s/d beberapa tahun sudah kenyang dan makan asam garam kejuaraan menembak.

      Bila KONI cermat dan jeli memang bisa saja merangkul potensi dari atlet2 TNI, untuk kejuaraan2 ditingkat Sea Games, Asian Games dan Olympiade..tidak ada yg salah hanya tinggal niat, kemauan dan tujuan yg keras saja dari pihak2 yg terkait dan kompeten!