Feb 102015
 
ACK_0782

Panglima TNI Jenderal Moeldoko

Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko mengikuti Sidang ke-12 ACDFIM (Asean Chief of Defence Force Informal Meeting) tahun 2015 di Malaysia.  Selaku tuan rumah, Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia (Chief of Defence Forces Malaysia Armed Forces) General Tan Sri Dato Sri Zulkifeli bin Mohd Zin membuka sidang ACDFIM, di Sabah Grand Ball Room, Selasa (10/2/2015).

Adapun Tema yang diangkat dalam sidang ke12 ACDFIM 2015 adalah Asean Menjaga Keamanan dan Stabilitas Nasional. Dalam sidang tersebut, Panglima TNI menyampaikan Perspektif Indonesia: ACDFIM-Plus Memperkokoh Regionalisme ASEAN Sebagai Suatu Entitas Kawasan.

Jenderal TNI Dr. Moeldoko menyampaikan bahwa pada Sidang ke-11 ACDFIM tahun 2014 di Nay Pyi Taw, Myanmar yang lalu, Indonesia telah menyampaikan makalah tentang ‘Pentingnya Kerja Sama Militer ASEAN Dalam Mengantisipasi Munculnya Ancaman di Kawasan’ yang antara lain merekomendasikan perlunya dibentuk forum diskusi bersama antara para Panglima Angkatan Bersenjata ASEAN dengan mitra dialog para Panglima Angkatan Bersenjata Non-ASEAN.

ACK_0777

Pertimbangan gagasan tersebut antara lain karena Forum ACDFIM telah terbentuk sekitar 14 tahun lalu, sehingga merupakan forum yang telah teruji dan matang dalam menyikapi permasalahan bersama selama ini. Keberhasilan tersebut sepatutnya dapat dikomunikasikan dengan mitra dialog lain, yaitu para Panglima Angkatan Bersenjata Non-ASEAN dalam suatu forum yang disebut ACDFIM-Plus, yang mendambakan kawasan bersama ASEAN tetap dalam kondisi aman dan damai.

Kerja sama militer secara multilateral antara militer dari ASEAN dan militer dari kawasan luar ASEAN (Non-ASEAN) melalui pertukaran pandangan dan informasi isu-isu keamanan di kawasan regional dan global, seperti Forum ADMM-Plus yang telah ada saat ini, menjadi penting guna menyikapi tantangan untuk kepentingan bersama masyarakat ASEAN.

ADMM-Plus akan menjadi penjuru dalam penguatan kekuatan Kawasan ASEAN dengan pelibatan sejumlah negara Non-ASEAN, maka ACDFIM pun diupayakan untuk bersinerji dalam bentuk ACDFIM-Plus, sehingga terbentuk suatu Kawasan ASEAN yang kokoh dan dinamis sebagai suatu Regionalisme yang diakui memiliki daya penggetar serta benteng berupa tatanan kawasan (regional order) yang terintegritas dan solid dalam menghadapi tantangan dan ancaman bersama di Kawasan ASEAN. Tatanan regional di Kawasan Asia-Tenggara akan terwujud manakala terdapat keterkaitan yang kuat antara negara-negara anggota ASEAN dengan penguatan 8 negara Non-ASEAN sebagai mitra dialog strategis.

ACK_0720

ACDFIM tahun 2015 di Malaysia, dihadiri pula oleh Pehin Datu Pekerma Jaya Major General Dato Paduka Seri Mohd Tawih bin Abdullah (Commander, Royal Brunei Armed Forces), Senior General Min Aung Hlaing (Commander-in-Chief, Myanmar Defence Services), General Pol Saroeun (Commander-in-Chief, Royal Cambodian Armed Forces), Major General Souvone Leuangbounmy (Chief of General Staff, Lao Peoples Armed Forces), General Gregorio Pio Catapang Jr (Chief of Staff, Armed Forces of the Philippines), Lieutenant General Ng Chee Meng (Chief of Defence Force, Singapore Armed Forces), General Worapong Sanganetra (Chief of Defence Forces, Royal Thai Armed Forces) dan Senior Lieutenant General Do Ba Ty (Deputy Minister of National Defence and Chief of General Staff,Vietnam Peoples Army.

 

Pengirim: Puspen TNI
Autentikasi :Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bernardus Robert

Bagikan Artikel :

  16 Responses to “Asean Chief of Defence Force Informal Meeting”

  1. apa yang dibahas y

  2. Indonesia harus jadi pimpinan asean, gimanapun jua caranya harus bisa demi menjaga maruah n martabat bangsa yg besar ini, tetangga yg macem” di bikin rata

  3. Dimanakah posisi militer asean ? Kalo sudah berhadapan dgn tiongkok di laut cina selatan.

  4. Selama suka ngajak “senggolan” di ambalat, juga suka geser2 patok. yah kerjasama apaan

  5. lho mengapa jd begini kan mereka sdh ada fpda, knp merapat ke sini, apakah ini memiliki korelasi dg dtambahnya awak lontong al, list a1, shg dianugerahilah jokowi dg berbagi bintang penghargaan, konci ato apalah, ga jadi bemper kan??

  6. militer indonesia tetap no.1 dimata negara2 asean.baik dari strategi tempur,diplomasi,politik,jumlah prajurit,luas negara,alutsista dan yg tdk diragukan lagi keberanian (nyali) baik TNI maupun RAKYAT Indonesia.semua itu sudah teruji dan tdk dpt disangkal (sejarah) hingga sekarang.NKRI harga mati.

  7. Ada kabar/wacana bahwa Militer Singapura dan Malaysia mengajak Indonesia membentuk pakta pertahanan bersama negara2 Asean entah ini benar ato tidak dan niat singapura dan malaysia tsb berasal dri ketakutan pengaruh PLA ato niat mereka berasal dri titipan US dan sekutu utk mengajak Indonesia agar Pengaruh Rusia di Indonesia berkurang walopun sekadar wacana bagi Indonesia khususnya militernya pasti akan ada plus minus terbentuk satu pakta pertahanan di ASEAN

    • Buang dulu ego masing-masing negara, singapura jangan suka mewek hanya TNI AL memiliki KRI bernama Usman Harun, TDM (Tentara Diraja Malaysia) kurangi sikap tidak bersahabat dg mencuri-curi kesempatan untuk mengganggu, menggeser patok, menakut-nakuti nelayan kecil dll diwilayah perbatasan RI – malaysia. TNI bersama rakyat Indonesia sudah kelewat sabar menghadapi perilaku kedua negara jiran ini, hanya para pengambil keputusan negara RI yg selalu menerima kekonyolan negara jiran. Tidak lucu, satu sisi mereka ingin membentuk kerjasama namun disisi lain mengutil dari belakang ….

  8. Tolak, itu jawaban yang pasti!

  9. Coba ditingkatkan lagi, jgn cuma meeting aja..
    Latihan militer gabungan negara2 asean,.. Khusus asean, yg lain dilarang ikut..

 Leave a Reply