Apr 192017
 

Torpedo ringan buatan Aselsan Turki. © Aselsan

Aselsan Turki saat ini sedang mengembangkan berbagai sistem pertahanan untuk perang bawah laut, seperti Torpedo Mixing Deception System (HIZIR), Torpedo Counter Measure Decoy Family (ZOKA) dan salah satu teknologi yang paling penting di masa depan adalah  Torpedo Defense Against Torpedo (TORK), seperti dilansir dari Anadolu Agency.

Penyediaan torpedo ringan anti pertempuran bawah laut (ASW) tersebut akan melengkapi jalur pasokan sistem ASW yang bersumber dari dalam negeri. Aselsan sudah memasarkan sonar variabel kedalaman (VDS) yang produksi di dalam negeri, yang bisa diintegrasikan ke dalam frigat dan korvet.

VDS akan memberikan deteksi dini terhadap ancaman kapal selam, yang pada gilirannya akan memicu proses keterlibatan ASW.

Torpedo TORK buatan Aselsan, Turki

Untuk tindakan defensif, Aselsan juga menawarkan TORK, sistem penanggulangan torpedo. TORK akan menyebarkan amunisi pembunuh yang akan meledak disekitar torpedo yang mendekat. Sementara umpan torpedo ZOKA akan digunakan untuk mencoba menipu dan mengganggu (jamming) torpedo lawan. HIZIR memberikan kesadaran situasional melalui rangkaian deteksi torpedo, aray yang diderek dan jammer akustik.

Turki juga tampaknya telah membuat kemajuan dengan program rudal anti kapal “Atmaca” (AShM). Sebuah gambar ujicoba penembakan di AShM Atmaca dilaporkan oleh media Turki pada awal April. Atmaca memiliki jangkauan 200 km dan hulu ledak 200 kg.

Rudal Atmaca didukung oleh mesin turbojet TR-40. Sama seperti Boeing Harpoon ataupun MBDA Exocet, rudal Atmaca dipandu oleh sistem navigasi inersia (INS/GPS). Rudal Atmaca ini juga dilengkapi dengan radar pelacak aktif dalam fase terminal.

Saat program rudal AShM Atmaca dan torpedo ASW ringan selesai, Turki nantinya memiliki portofolio amunisi yang kuat untuk terhubung dengan peralatan elektronik serta platform kapal MILGEM.

Torpedo ringan yang dikembangkan dan diproduksi oleh Aselsan tersebut akan dipamerkan untuk pertama kalinya pada pameran industri pertahanan internasional yang ke-13 yakni IDEF 2017, yang akan diselenggarakan pada tanggal 09-12 Mei 2017.

  41 Responses to “Aselsan Akan Ungkap Torpedo ASW Ringan Pada IDEF 2017”

  1. ayo ajak join indonesia

    • semoga gak kelamaan mikirnya bung

    • Saya punya mimpi, gimana kalau RI punya midget 72 unit, dengan awak 5 orang dan dibekali 2 torpedo, akan jadi sangat merepotkan bagi semua tetangga yang usil.

      Silakan saja kapal selam 12 unit, habis itu midget dibikin banyak.

      Sama seperti sekarang kapal patroli permukaan dibikin ratusan, gimana kalau patroli bawah air juga dibanyakin, nggak cukup cuma 12 unit saja.

      72 unit midget dengan harga 300 milyar rupiah, dengan kurs 13500 per Usd, paling hanya butuh biaya Usd 1,6 milyar saja.

      Jika masing2 dari 250 galangan kapal ikut ditugaskan bikin 1 modul per tahun saja, jika digabungkan maka hanya butuh 4 tahun untuk bangun 72 unit midget ini.

      Ah cuma mimpi.

      Masalahnya tinggal mau dikerjakan apa tidak.

  2. ToT Atmaca bisa menjadi Gatot Kaca tuh :D hehehehe

  3. Hihihi… Jadi Inget Milgem Class Dari turki Yg Udah di Beli Tapi Gk Ada Kabarnya Sampe Sekarang…

  4. Ssstttt….. DKI punya gubernur baru. Kasi selamat donk…..xixixi

  5. Boroooong torpedonya..hidup anis sandi!!!

  6. Bung Diego,

    You got mail.

    Xixixi

  7. Istilah istilah senjata turki asek ya..TORK, HIZIR, MAGADIR, GODIR, TOHIR, MLIPIRR..

    KWAKK KWAKK KWAKK

  8. indonesia mkin trtinggal aja ama turki…disini dari dulu ampe skrg,..mentok di TOT torpedo SUT..abis itu gak ada lg perkembangan…& SUT skrg deh mulai ktinggalan jaman…

  9. Kemengan yang banyak luar biasa, janji dp nol rupiah, maju kotanya bahagia warganya per rw 1-3 milyar, ormas kembali dapat infus, dan yang ini paling top
    http://bola.kompas.com/read/2017/04/19/17574228/persija.akan.tagih.janji.anies-sandi.soal.stadion.seperti.old.trafford

  10. Test…

  11. Yess… Akhirnya Ahok Tumbang….

  12. Sudah KEOK tinggal nunggu di KERANGKENG…..

 Leave a Reply