Atasi ISIS, Australia Jajaki Kerja Sama Siber dengan Indonesia

24
43
Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson.

Jakarta — Pemerintah Australia menjajaki kerja sama di bidang siber dengan Indonesia dalam mencegah aksi radikalisme, termasuk gerakan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS/ISIS). Pada Selasa (31/3/2015), Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Menurut saya, penting bagi Australia dan Indonesia kerja sama di sektor keamanan,” kata Grigson di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, Indonesia dan Australia mempunyai rekam jejak kerja sama yang baik dalam 10 tahun terakhir. Terkait keamanan, kata dia, ke depannya banyak tantangan bersama yang perlu dihadapi Indonesia dan Australia dengan saling bekerja sama.

Mengenai temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan yang menemukan indikasi aliran dana dari Australia untuk pengikut ISIS di Indonesia, Grigson enggan membahasnya lebih jauh. Ia menduga isu tersebut hanya ulah tujuan pihak tertentu.

“Saya pikir itu ulah orang yang punya tujuan berbeda dengan kita. Seluruh area berjalan dengan baik, dan saya harap akan berlanjut,” ucap Grigson.

Deputi Sekretariat Wakil Presiden Bidang Politik Dewi Fortuna Anwar menyampaikan bahwa salah satu kerja sama keamanan yang dibahas terkait dengan bidang siber. Hal ini dikarenakan penyebaran radikalisme paling banyak melalui internet.

“Jadi semua negara mengalami hal yang sama. Jadi salah satu bidang yang sedang dijajaki pihak keamanan kita dengan Australia adalah bidang siber,” ujar Dewi (KOMPAS.com)

24 COMMENTS

  1. stop “hibah” ato krjasma militer dg australi.
    konsekuensi politik bebas aktif dan non blok adl HARUS berani “lepas” dr byang2 usa,ausi dll dan siap resiko apapun termasuk perang.., kalo gak konsisten ya mending bermuka dua aja,goyang sana,goyang sini,maju mundur maju mundur cntik,cntik!!!

  2. G usahlah pake kerja sama dengan tetangga yang bermuka dua..disaat kita kuat dan mereka butuh,kita dirangkul….disaat kita lemah,mereka berkoar koar serta menikamkan senjata ke punggung kita dari belakang secara bertubi tubi….KITA BANGSA BESAR HARUS MEMPUNYAI MENTAL YANG BESAR KUAT SERTA BERANI DAN TEGAS

  3. BADAN CYBER NASIONAL yang katanya akan dibentuk itu perkembangannya bagaimana ya? Badan mana yang akan menaungi badan ini, Dephan, Polri, Menkominfo, atau berdiri sendiri? Semoga JKGR bisa mengulas tugas, fungsi, tanggung jawab dan info lain tentang Badan Cyber Nasional di artikel yang akan datang.

    Salam.

  4. gembong narkoba nya kapan pak di ekskusi????katanya nunggu persiapan dinusakambangan yg sdh 95%???udh 100% kok blm di ekskusi juga???mohon dipercepat pak ekskusi nya….!!!ini perintah langsung dr rakyat….!!!laksanakan….!!!! (loh…)

  5. Australia benar2 paranoid dengan jumlah ratusan ribu imigran yang berbondong- bondong ke aussie, hanya indonesia sebagai palang pintu utama, imigran yang ingin ke aussie, ditambah lagi konflik timteng yang meluas diprediksi ratusan ribu orang atau tsunami manusia siap melanda aussie, aussie tidak punya nilai tawar terhadap indonesia jika terjadi perang urat syaraf kedua negara.

LEAVE A REPLY