Atasi Pembajakan, TNI AL dan Angkatan Laut Filipina Akan Patroli Bersama

Panglima Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL, Laksamana Muda TNI Darwanto (kedua kiri), bersama Panglima Armada Mindanao Angkatan Laut Filipina, Letnan Jenderal Rey Leonardo B Guerrero (kanan), menyerahkan nota kesepahaman usai sidang ke-35 tingkat ketua komite perbatasan Indonesia-Filipina, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (26/10/2016).
TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Filipina melakukan pertemuan dalam Sidang Tingkat Ketua Komite Perbatasan Indonesia-Filipina XXXV-2016 di Auditorium Puslat Kaprang, Kolatarmatim, Surabaya pada 25—28 Oktober 2016.

Dalam acara tersebut, Panglima Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL, Laksamana Muda TNI Darwanto dan Panglima Komando Mindanao Angkatan Laut Filipina, Letnan Jenderal Ray Leonardo B Guerrero, menyepakati sejumlah kerjasama terkait permasalahan keamanan yang berada di wilayah perbatasan, serta menjaga hubungan harmonis kedua negara.

Laksamana Muda Darwanto menjelaskan bahwa persoalan utama di wilayah perbatasan di laut Sulawesi adalah terkait penyanderaan oleh kelompok Abu Sayyaf. Menurutnya, pertemuan ini akan segera menetapkan mekanisme patroli keamanan serta saling menjalin komunikasi dan koordinasi antar kedua negara.

“Nanti supaya segera ditetapkan bagaimana mekanisme patrolinya, pengamanannya, termasuk pertukaran informasi antar kedua negara,” ujar Laksamana Muda Darwanto, seperti dilansir tempo.co pada Sabtu (29/10).

Pangarmatim berharap bahwa tidak ada lagi kejadian-kejadian yang tidak diharapkan terkait persoalan di perbatasan. Tindak lanjutnya, Indonesia dan Filipina akan melaksanakan patroli di perbatasan bersama-sama yang dilakukan selama dua kali dalam setahun.

Sidang ini dibagi menjadi tiga sub komite yang mempunyai agenda diskusi masing-masing yaitu sub A bidang patroli Perbatasan dan Komunikasi, lalu sub B bidang Intelijen dan Perlintasan Perbatasan.

Selain itu, ada sub komite khusus yang tergabung dalam Technical Working Group on Maritime and Ocean Concerns (TWG-MOC) yang membahas tentang masukan untuk revisi perjanjian patroli perbatasan dan pelintas batas tahun 1975.

Sumber: Antara News dan Tempo.co

Tinggalkan komentar