Agu 142018
 

Desain kapal patroli kelas Cape buatan Austal © Roy Kabanlit via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Austal, produsen kapal Australia pada 13 Agustus menegaskan bahwa mereka siap untuk membangun kapal patroli angkatan laut di Filipina apabila pemerintah Filipina mengamankan kontrak untuk membangun 6 Kapal Patroli Lepas Pantai, seperti dilansir dari laman The West Australian.

Austal saat ini sedang dalam pembicaraan dengan Pemerintah Filipina untuk kontrak membangun enam unit kapal patroli lepas pantai untuk Angkatan Laut Filipina (PN).

Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana dalam wawancara media akhir pekan lalu mengatakan bahwa Angkatan Laut akan mendapatkan kapal patroli, yang akan dibangun oleh galangan kapal Austal di Filipina.

Kapal patroli kelas Cape buatan Australia © Austal

Austal saat ini mengatakan telah mengajukan desain berdasarkan kapal patroli kelas Cape yang telah dibangunnya untuk Pasukan Perbatasan dan Angkatan Laut Australia.

Rincian lebih lanjut dari akuisisi potensial tersebut tidak tersedia.

“Kami berharap dapat menyelesaikan pengaturan kontrak sesegera mungkin sehingga kami dapat segera mulai mengerjakan proyek yang mengesankan dan signifikan ini”, kata CEO Austal David Singleton.

Media Filipina mengutip Lorenzana mengatakan: “Kami telah memesan kapal patroli lepas pantai (untuk Angkatan Laut), enam di antaranya akan dibangun di Filipina. Ini akan dibangun oleh Austal, yang merupakan anak perusahaan dari Austal di Australia, di Balamban, Cebu”.

Tapi Lorenzana tidak menyebutkan berapa nilai kesepakatan pada pesanan tersebut, dan mengatakan bahwa kesepakatan itu masih harus diselesaikan.

Ini akan menjadi yang pertama bagi Austal membangun kapal perang di Filipina, yang hingga saat ini baru memproduksi kapal feri komersial. Pekerjaan pertahanan Austal telah dilakukan di Henderson, selatan Perth, dan di fasilitas AS di Mobil, Alabama.

“OPV Austal akan dirancang di Australia dan Filipina akan tetapi akan dibangun oleh Austal Filipina untuk Angkatan Laut Filipina”, menurut Singleton. “Galangan Balamban kami tidak hanya dapat membangun kapal baru tapi juga mendukung pemeliharaan yang diperlukan”.

Austal telah membangun 10 kapal kelas Cape di Henderson. Kesepakatan $ 100 juta telah diumumkan bulan ini untuk membangun dua unit pesanan penjaga pantai Trinidad dan Tobago, juga di Henderson.

Dikatakan bahwa desain yang diajukan oleh Austal kepada Angkatan Laut Filipina adalah merupakan varian kapal patroli kelas Cape yang lebih besar dan lebih mampu.

Kapal patroli sepanjang 80 meter itu akan mencakup dek penerbangan helikopter dan teknologi baru dalam sistem angkatan laut, termasuk sistem kendali kapal MarineLink Austal dan teknologi kendali pengendaraan.

Bagikan:

  15 Responses to “Austal Tawarkan Bangun Kapal Patroli di Filipina”

  1.  

    Kapalnya bagus

  2.  

    Bagus Kapalnya

  3.  

    sayang anak sayang anak, 1 kapal $50 juta aja paklek

  4.  

    Masih murah bikinan Indonesia.

    USD 50 juta udah dapat 1 unit LPD yang jauh lebih besar daripada kapal 80 meter Austal ini.

    Kalau mau yg lengkap sensor dan armament bisa pilih yg ini :

    Usd 50 juta untuk ukuran KCR 60 udah lengkap sensor dan senjata serta rudal.

    Kalau ukuran 80 meter lengkap sensor dan rudal mungkin sekitar USD 110 jutaan.

    •  

      masa sih “Apple” kroak mau dibandingin sama hp “China” bung? 😆 wkwkwkwkw

      •  

        Lho budgete Filipin luwih cekak tinimbang RI to ?

        Dadi mesthine Filipin kudu luwih efisien nggunakke budgete ben entuk akeh unite, murah biayane….

        •  

          Emng RI rela bangun kapalnya di Filipina sana? 😛

          •  

            @lingkar …kemungkinan tidak akan diijinkan….sebab kapal ini (KCR60) cukup strategis dilihat dari sudut pertahanan.
            yang kedua philipina tetangga dekat yang kemungkinan akan bisa menjadi musuh potential dimasa mendatang. karena bagaimanapun mereka seperti halnya malaysia, singapore, australia, PNG mempunyai banyak masalah dengan indonesia terutama dalam perbatasan.

            indonesia kemungkinan mau membuat kapal strategis sebagai TOT apabila dipikiran kita mereka jauh dari indonesia tak berbatasan langsung sehingga sedikit kemungkinan akan menjadi musuh. dimasa mendatang.

        •  

          Duit cekak orane terus barang sing di tuku kudu sing murah-murah ben entuk akeh… ibarat tuku akeh tapi ora sangar yoo mendingan tuku sitik tapi sangar…

        •  

          Eh Yuli ki piye to ?

          Padha2 regane USD 50 juta, yang satu dapat kapal patroli Austal 80 meter dengan 1 unit meriam kecil alakadarnya, dibanding KCR 60 meter udah dengan meriam 57 mm di haluan dan ciws 30 mm di buritan plus 2 rudal antikapal.

          Ya lebih sangar KCR toh ?

          •  

            Hla ora ngerti…

            Tetapi ora iso nik dibandingke jeruk karo jeruk… eh apel karo apel, wong jelas2 beda…
            Nik regone podo tapi barange beda jelas pasti ono sesuatu sing luwih ning salah sijine…

            Opo yo Filiphina arep tuku 6 kapal KCR??? nik soko ukurane pancen ruar biasa, tetapi nik nggo patroli kan beda, luwih cilik luwih gesit, nik regane podo larange pasti yo ono sing marakne regane dadi ibarate larang…
            Biaya perawatan, biaya operasional, ukurane ning hubungan karo parkire… akeh sing marakne pemikiran…

            Ibarate Truk Scania karo Lamborgini iso wae regane podo, tetapi kan beda kanggone… podo2 iso nggo ning ndalan…

          •  

            pakelah bahasa indonesia yang baik dan benar. di sini banyak yang nggak tahu bahasa daerah kang. Kasihan …

    •  

      meskipun…yang anda katakan benar. tapi pemerintah philipina sudah nyata resmi memesan ke Autralia. jadi nggak usah terlalu bermimpi.

      lagipula kayaknya mereka hanya butuh kapal patroli perbatasan, buat ngamanin nelayannya kali….mereka nggak butuh FAC (fast attack craft)/

      Kalau kita kan memang butuh untuk perhatanann pantai jauh ke dalam 200 mil, sehingga KCR 60 sangat cocok, apalagi untuk batch kedua banyak sekali upgrade, terutama mesin hampir ada peningkatan 50-60 % kekuatannya (horse power)serta, peningkatan kestabilan dengan adanya sirip.

 Leave a Reply