Australia Ingin Bongkar Senjata Pindad

152
448
SS2 V4 Pindad
SS2 V4 Pindad

Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan ada kejadian tidak mengenakkan ketika perwakilan TNI AD mengikuti perlombaan menembak di Australia pekan lalu. Dalam perlombaan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) itu, tim TNI AD menang telak mengalahkan Australia, Amerika, dan sejumlah negara Eropa. TNI AD mengantongi 30 medali emas dari 50 medali yang diperebutkan.

“Karena perbedaan perolehan medali yang begitu mencolok, panitia Australia hendak membongkar senjata kami,” kata Gatot kepada wartawan di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Jumat, 29 Mei 2015.

Namun Gatot menolak memberikan izin kepada panitia lomba membongkar senjata-senjata yang dipakai perwakilan TNI AD. Jika panitia lomba hendak membongkar senjata TNI, Gatot pun meminta senjata semua peserta juga dibongkar.

Jenderal Gatot pun membantah isu yang menyatakan bahwa peserta lain dalam lomba tersebut mengalah untuk Indonesia. Menurut Gatot, kehormatan negara dan kesatuan militer para peserta dipertaruhkan dalam lomba tersebut. Dengan demikian, mustahil jika ada perwakilan negara tertentu yang pura-pura kalah. “Apakah Marinir Amerika Serikat mau mengalah dalam lomba menembak? Tentu tidak,” ujarnya.

Salah satu anggota kontingen TNI AD, Sersan Dua Misran, juga mengatakan bahwa Australia dan negara peserta lainnya kaget melihat perwakilan Indonesia memborong medali. Menurut Misran, panitia lomba mencurigai ada kecurangan dalam spesifikasi pistol G2 dan senapan serbu SS2 V4 buatan PT Pindad Persero yang dipakai personel TNI AD. “Padahal spesifikasi kami sama dengan senapan M-16 buatan Amerika Serikat yang dipakai juga di lomba itu,” tutur Misran.

Sebelumnya, dalam lomba bertajuk Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM), perwakilan Indonesia mampu mengalahkan tim tuan rumah, Amerika Serikat, dan Inggris dengan nilai telak. (Baca: Juara Lomba Tembak di Australia, TNI Pakai Senjata Pindad)

Pada klasemen akhir, kontingen Indonesia berhasil mendapat 30 medali emas, 16 perak, dan 10 perunggu. Sedangkan Angkatan Darat Australia, yang duduk pada posisi kedua, mengantongi 4 medali emas, 9 perak, dan 6 perunggu. Perwakilan Amerika Serikat yang bertengger pada posisi ketiga mendapat 4 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu.

Dalam lomba tersebut, TNI AD menurunkan 14 prajurit terbaiknya yang berasal dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Komando Cadangan Strategis (Kostrad). Lima staf dan dua tenaga ahli dari PT Pindad juga ikut serta menemani 14 prajurit TNI AD.

Tempo.co

152 KOMENTAR

    • mimpinya…karena Pindad sudah cukup advance di senjata serbu, alutsista dari pindad bisa difokuskan untuk penguatan infanteri, misal penambahan 3 divisi infanteri atau 32400 manpower setara 9 brigade setara 27 regiment, atau 2025 peleton yang terdiri atas 1215 peleton inf serbu, 405 peleton infanteri mekanis, 405 peleton inf support. 1 peleton inf serbu terdiri atas senjata SS-1, SS-1 riffle UGL, SPR-3, AT-84mm anti tank, L72A9 anti structure, FN minimi. 1 peleton inf mekanis terdiri atas SS-1,FGM 148 javelin, FIM-92 stinger, Pindad GPMG, RPG-32, M224 60mm, diangkut dengan Anoa upgrade kapasitas 16 passenger.

  1. Bravo indonesian soldier…!! Pindad selalu dipandang sebelah mata oleh mereka..ternyata memang senjata klo dibuat pas dgn anatomi usernya akan sgt mematikan akurasinya..spt artikel sblmnya..direktur pindad test akurasi tembakan senapan pindad dgn anaknya yg bocah sd.. Klo anak sekecil itu saja mampu membidik dgn tepat artinya tni yg lbh terlatih akan mudah mengopersikannya scara maksimal…itu rahasia pindad..mantabbb!!! Pake b..

  2. “Kecurigaa Aushit beralasan.. Setelah melihat rifle yg di gunakan anggota TNI,itu sama dengan rifle yg di gunakan pasukannya Lord Dark saat meng invasi galaksi galaksi di jagad raya.. Gilee Ndroo ” Hehehehe hoy Bule.. kalo kalah ya akui kalah lah.. Gak ksatria amat..”

  3. Bravo untuk TNI dan PINDAD dengan kesuksesannya membawa nama harum untuk NKRI. Walau prestasi ini diwarnai hal lucu kalau pihak sono minta untuk membongkar senapan kebanggan kita. Mungkin sangkaan mereka kita sudah tidak lagi menggunakan peluru… tapi menggunakan guidance bullet (sekelas rudal) dalam senapan :p

  4. Lah klo emang senapan yg gak bener kenapa Brunei juga jadi jago setelah berlatih ama TNI??

    Terus kenapa Thailand jadi sewot setelah Kamboja dilatih Kopassus??

    Lah brarti kan yang harus ditanya personel TNI nya?? pakai cara latihan sekeras apakah dikau?

  5. tentara negara tetangga kalau berlatih dengan indonesia sering gak sanggup menyelesaikan materinya.
    pantas ada jenderal yang bilang: kl diijinkan kita bisa kuasai tetangga selatan kl sering mengganggu NKRI.
    terbukti kl mereka tidak bs menembak, makanya berani berkata itu.
    kopaska menyiapkan pendaratan pasukan, kopasus langsung bergerak menyisir , kopaskhas menguasai obyek vital dengan terbang HALO.
    berapa pasukan dan waktu yang diperlukan untuk menguasai?

  6. HE..3X
    oz udah ketinggalan jaman.. kalo mo bongkar ya harus sportif, jadi semua senjata juga mesti di bongkar.., gaya koboi yang memalukan,.. apakita mesti kita bilang.. waktu jaman kita ingusan kita sudah belajar jauh apa dengan yang mereka kerjakan.. misalnya saja M16..
    NGIKUUT ???
    HE..3X

  7. Dalam setiap pertandingan, setiap peserta harus siap menang dan siap kalah..jangan sudah kalah malah cari2 ‘kesalahan’ peserta yg menang..sikap tersebut adalah refleksi jika terjadi perang sebenarnya, sikap & mental pengecut pecundang..

  8. Harusnya senjata Pindad buru an dibikin patennya supaya ngak dicontek ama negara lain, kemudian harga jualnya dinaikan karena reputasi dan kualitas sudah ketahuan teruji. Negara akan maju klu industri militer juga maju, USA dan Russia serta China maju karena industri militer sangat maju,